Ad Placeholder Image

Gigi Susu Anak: Pahami Fungsi dan Mengapa Penting

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Mengenal Gigi Susu: Fungsi dan Perawatannya Penting!

Gigi Susu Anak: Pahami Fungsi dan Mengapa PentingGigi Susu Anak: Pahami Fungsi dan Mengapa Penting

DAFTAR ISI


Gigi susu anak seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang tua karena sifatnya yang sementara. Banyak yang beranggapan bahwa karena gigi ini nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen, maka kerusakannya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Padahal, secara medis, gigi susu memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan kualitas kesehatan gigi dan mulut anak di masa depan, bahkan memengaruhi kemampuan bicara dan nutrisinya.

Kesehatan gigi susu anak merupakan fondasi dasar bagi pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu mengalami kerusakan parah atau tanggal sebelum waktunya, posisi gigi permanen yang akan tumbuh di bawahnya bisa terganggu. Hal ini berisiko menyebabkan gigi tumbuh bertumpuk atau miring (maloklusi), yang nantinya memerlukan perawatan ortodonti yang lebih kompleks dan mahal.

Memahami kapan gigi susu mulai tumbuh, bagaimana cara merawatnya, serta mengenali tanda-tanda masalah sejak dini adalah kunci utama dalam pengasuhan. Sebagai orang tua, kamu perlu proaktif dalam menjaga kebersihan rongga mulut si kecil bahkan sebelum gigi pertamanya muncul. Dengan perawatan yang tepat, anak tidak hanya akan memiliki senyum yang indah, tetapi juga terhindar dari rasa sakit yang bisa mengganggu aktivitas belajarnya.

Nah, mau tahu apa saja informasi mendalam mengenai gigi susu anak dan bagaimana cara menjaganya agar tetap sehat? Berikut ulasannya!

Pentingnya Fungsi Gigi Susu bagi Tumbuh Kembang Anak

Gigi susu, atau dalam istilah medis disebut gigi desidui, mulai terbentuk sejak bayi masih dalam kandungan. Meskipun ukurannya lebih kecil dan lapisannya lebih tipis dibandingkan gigi dewasa, fungsinya sangat beragam. Berikut adalah beberapa fungsi utama gigi susu anak:

1. Membantu Proses Pencernaan dan Nutrisi

Anak-anak membutuhkan nutrisi yang beragam untuk pertumbuhannya. Tanpa gigi susu yang sehat, anak akan kesulitan mengunyah makanan padat seperti daging, sayuran, dan buah-buahan. Jika anak mengalami sakit gigi, mereka cenderung menjadi pemilih makanan (picky eater), yang pada akhirnya berisiko menyebabkan kekurangan gizi atau stunting.

2. Sebagai Penunjuk Jalan Gigi Permanen

Gigi susu berfungsi sebagai “penjaga ruang” (space maintainer) bagi gigi permanen. Akar gigi susu memberikan panduan bagi gigi permanen untuk tumbuh di posisi yang tepat. Jika gigi susu tanggal terlalu dini karena karies, gigi di sekitarnya dapat bergeser ke ruang kosong tersebut, sehingga menutup jalan bagi gigi permanen yang akan tumbuh.

3. Mendukung Kemampuan Bicara

Gigi depan (insisivus) berperan penting dalam membantu anak mengucapkan huruf-huruf tertentu, terutama konsonan seperti “f”, “v”, “s”, “z”, dan “th”. Kehilangan gigi susu depan yang prematur dapat menyebabkan anak mengalami gangguan artikulasi atau cadel yang sulit diperbaiki jika sudah menjadi kebiasaan.

4. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Sama seperti orang dewasa, kesehatan gigi juga memengaruhi aspek psikososial anak. Gigi yang rusak atau hitam akibat karies seringkali membuat anak merasa malu untuk tersenyum atau tertawa saat berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini secara tidak langsung memengaruhi perkembangan mental dan kemampuan bersosialisasi si kecil.

Tahapan Pertumbuhan Gigi Susu Anak

Setiap anak memiliki jadwal pertumbuhan yang unik, namun secara umum, gigi susu akan lengkap berjumlah 20 buah (10 di atas dan 10 di bawah) saat anak berusia sekitar 3 tahun. Berikut adalah perkiraan urutan tumbuhnya gigi susu:

  • Gigi Seri Bawah (Insisivus Sentral): Biasanya muncul pertama kali pada usia 6–10 bulan.
  • Gigi Seri Atas (Insisivus Sentral): Menyusul pada usia 8–12 bulan.
  • Gigi Seri Samping (Insisivus Lateral): Tumbuh pada usia 9–16 bulan.
  • Gigi Geraham Pertama (Molar): Muncul di usia 13–19 bulan. Gigi ini sangat penting untuk fungsi mengunyah.
  • Gigi Taring (Kuspid): Biasanya tumbuh di sela-sela gigi seri dan geraham pada usia 16–23 bulan.
  • Gigi Geraham Kedua: Muncul paling akhir di bagian belakang pada usia 23–33 bulan.

Saat gigi akan tumbuh, anak biasanya akan mengalami fase teething yang ditandai dengan gusi bengkak, sering mengeces (drooling), rewel, dan keinginan untuk menggigit benda keras. Jika gejala ini membuat anak sangat tidak nyaman, orang tua disarankan untuk memberikan teether yang sudah didinginkan atau segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan medis yang tepat.

Tanda-Tanda Anak Sedang Tumbuh Gigi
  1. Sering memasukkan jari atau benda ke dalam mulut untuk digigit.
  2. Gusi terlihat kemerahan atau sedikit menonjol di area tertentu.
  3. Nafsu makan sedikit menurun karena rasa tidak nyaman di mulut.

Masalah Kesehatan Gigi yang Sering Dialami Anak

Meskipun tampak bersih, rongga mulut anak tetap berisiko mengalami berbagai masalah medis jika kebersihannya tidak terjaga. Berikut beberapa masalah yang paling umum terjadi:

1. Karies Gigi (Gigi Berlubang)

Penyebab utama karies pada anak adalah kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan penggunaan botol susu (dot) sebelum tidur. Sisa gula yang menempel pada gigi akan diubah oleh bakteri menjadi asam yang mengikis email gigi. Kondisi ini sering disebut sebagai Baby Bottle Tooth Decay.

2. Gingivitis (Radang Gusi)

Plak yang menumpuk di garis gusi dapat menyebabkan peradangan. Tanda-tandanya adalah gusi yang mudah berdarah saat anak menyikat gigi atau gusi terlihat bengkak dan berwarna merah tua.

3. Gigi Berjejal (Crowding)

Jika rahang anak terlalu kecil atau gigi susu tanggal terlalu cepat tanpa penanganan, gigi permanen tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh. Hal ini menyebabkan susunan gigi menjadi tidak rapi.

Panduan Lengkap Cara Merawat Gigi Susu

Merawat gigi susu harus dimulai sedini mungkin. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan oleh para ahli kedokteran gigi anak:

  • Bersihkan Gusi Sejak Bayi: Gunakan kain kasa lembap atau waslap bersih untuk menyeka gusi bayi setelah menyusu, meskipun giginya belum tumbuh. Ini bertujuan untuk menghilangkan sisa susu dan membiasakan bayi dengan prosedur pembersihan mulut.
  • Gunakan Sikat Gigi dan Pasta Gigi yang Tepat: Begitu gigi pertama muncul, gunakan sikat gigi berbulu sangat lembut khusus bayi. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran biji beras untuk anak di bawah 3 tahun, dan seukuran biji jagung untuk anak usia 3-6 tahun.
  • Hindari Kebiasaan Dot Saat Tidur: Jangan membiarkan anak tertidur dengan botol berisi susu formula, jus, atau cairan manis lainnya di dalam mulutnya. Jika anak memerlukan botol untuk tidur, isilah hanya dengan air putih.
  • Ajarkan Teknik Menyikat Gigi yang Benar: Sikatlah gigi anak minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Pastikan semua permukaan gigi tersikat, termasuk bagian belakang.
  • Berikan Makanan Sehat: Batasi konsumsi camilan manis dan lengket yang sulit dibersihkan. Perbanyak konsumsi air putih daripada minuman kemasan yang tinggi gula.

Untuk mendukung kebersihan mulut si kecil, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan sikat gigi bayi atau pasta gigi khusus anak dengan praktis.

Studi Mengenai Kesehatan Gigi Anak

Journal of Clinical Medicine Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kesehatan gigi susu memiliki korelasi langsung dengan kesehatan sistemik anak. Temuan ini menunjukkan bahwa anak-anak dengan karies gigi yang parah cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan tidur dan pertumbuhan fisik yang terhambat akibat rasa sakit kronis.

Penelitian ini menekankan bahwa intervensi dini, termasuk edukasi pada orang tua mengenai diet rendah gula dan teknik penyikatan gigi yang benar, dapat menurunkan angka karies hingga 50%. Hal ini mempertegas bahwa pencegahan jauh lebih efektif daripada pengobatan ketika karies sudah mencapai saraf gigi.

Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa menjaga gigi susu bukan sekadar estetika, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan anak. Jangan menunggu hingga anak mengeluh sakit gigi untuk membawanya ke dokter gigi. Kunjungan pertama ke dokter gigi sebaiknya dilakukan saat gigi pertama muncul atau selambat-lambatnya saat anak berusia satu tahun.

Jika anak mulai menunjukkan gejala nyeri gigi, sulit makan, atau gusi bengkak, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Kamu bisa mendapatkan konsultasi dan saran perawatan yang akurat tanpa harus keluar rumah melalui layanan digital kesehatan yang tersedia saat ini.

Punya Keluhan Gigi pada Si Kecil tapi Bingung Harus Bagaimana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait gigi susu anak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Pediatric Dentistry. Diakses pada 2026. Management of the Developing Dentition and Occlusion in Pediatric Dentistry.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Baby Teeth: Which One Comes First?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Teething: Symptoms and Care.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Oral Health in Children.

FAQ

1. Kenapa gigi susu anak sering berlubang meskipun baru tumbuh?

Karies pada anak sering disebabkan oleh paparan gula yang terus-menerus, seperti sisa susu di dalam dot saat tidur, serta lapisan email gigi susu yang lebih tipis dibandingkan gigi permanen sehingga lebih mudah terkikis asam.

2. Apakah gigi susu yang berlubang harus dicabut atau ditambal?

Sangat disarankan untuk menambal gigi susu guna mempertahankan ruang bagi gigi permanen. Pencabutan hanya dilakukan jika kerusakan sudah sangat parah dan berisiko menimbulkan infeksi atau abses pada gusi.

3. Kapan waktu terbaik mulai menyikat gigi anak?

Menyikat gigi harus dimulai segera setelah gigi pertama muncul di mulut bayi. Sebelum itu, gusi bayi juga perlu dibersihkan secara teratur menggunakan kain bersih setiap habis menyusu.

4. Apakah anak perlu menggunakan pasta gigi berfluoride?

Ya, penggunaan pasta gigi berfluoride direkomendasikan untuk mencegah karies, namun dosisnya harus disesuaikan dengan usia anak untuk mencegah risiko fluorosis jika tertelan secara tidak sengaja.