Ad Placeholder Image

Gigi Tumbuh 3 Kali? Mitos atau Fakta? Yuk Cari Tahu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 April 2026

Gigi Tumbuh 3 Kali? Bukan Mitos, Ini Sebabnya!

Gigi Tumbuh 3 Kali? Mitos atau Fakta? Yuk Cari Tahu!Gigi Tumbuh 3 Kali? Mitos atau Fakta? Yuk Cari Tahu!

Mitos atau Fakta: Apakah Gigi Bisa Tumbuh 3 Kali?

Gigi manusia secara biologis hanya memiliki dua siklus pertumbuhan alami sepanjang hidup. Pertama adalah gigi susu, kemudian digantikan oleh gigi permanen. Setelah gigi permanen tanggal atau copot, gigi tersebut tidak dapat tumbuh kembali. Namun, ada beberapa kondisi yang kerap disalahpahami sebagai pertumbuhan gigi ketiga, seperti munculnya gigi geraham bungsu atau kondisi langka yang dikenal sebagai hyperdontia. Informasi ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai siklus pertumbuhan gigi dan kondisi yang menyertainya.

Siklus Pertumbuhan Gigi Normal

Proses pertumbuhan gigi pada manusia adalah fenomena biologis yang teratur dan bertahap. Sejak lahir, individu akan mengalami dua fase utama pertumbuhan gigi. Kedua fase ini dirancang untuk memastikan individu memiliki set gigi yang fungsional sepanjang hidupnya.

Fase Pertama: Gigi Susu (Gigi Primer)

  • Gigi susu mulai erupsi sekitar usia 6 bulan hingga 3 tahun.
  • Biasanya berjumlah 20 buah, terdiri dari seri, taring, dan geraham.
  • Fungsinya sangat penting untuk pengunyahan awal, berbicara, dan menjaga ruang bagi gigi permanen.
  • Gigi susu akan tanggal secara bertahap saat anak memasuki usia sekolah.

Fase Kedua: Gigi Permanen (Gigi Sekunder)

  • Gigi permanen mulai tumbuh menggantikan gigi susu sekitar usia 6 tahun.
  • Proses ini berlanjut hingga akhir masa remaja atau awal dewasa.
  • Total gigi permanen biasanya berjumlah 32 buah, termasuk geraham bungsu.
  • Setelah gigi permanen tumbuh, secara alami tidak akan ada lagi pertumbuhan gigi baru yang menggantikannya jika gigi tersebut copot atau dicabut.

Kondisi yang Menyerupai Pertumbuhan Ketiga Gigi

Meskipun secara biologis gigi hanya tumbuh dua kali, beberapa individu melaporkan merasakan “gigi tumbuh 3 kali.” Hal ini biasanya disebabkan oleh salah satu dari dua kondisi yang dijelaskan di bawah ini. Kondisi ini seringkali menimbulkan kebingungan karena kemunculannya yang tidak sesuai dengan siklus pertumbuhan gigi yang umum dipahami.

Gigi Geraham Bungsu (M3)

Gigi geraham bungsu adalah gigi permanen terakhir yang tumbuh. Kemunculannya seringkali memicu pertanyaan apakah gigi bisa tumbuh 3 kali. Gigi ini merupakan bagian dari set gigi permanen kedua, bukan pertumbuhan gigi baru di luar siklus normal.

  • Waktu Kemunculan: Geraham bungsu biasanya erupsi pada usia remaja akhir atau awal dewasa, sekitar usia 17 hingga 25 tahun.
  • Lokasi: Tumbuh di bagian paling belakang rahang, baik atas maupun bawah.
  • Persepsi Salah: Karena kemunculannya yang jauh setelah gigi permanen lain selesai tumbuh, banyak orang mengira ini adalah pertumbuhan gigi ketiga.
  • Variasi Pertumbuhan: Gigi geraham bungsu bisa tumbuh belakangan, sebagian, atau bahkan tidak tumbuh sama sekali (impaksi).

Hyperdontia (Gigi Berlebih)

Hyperdontia adalah kondisi kelainan genetik di mana individu memiliki jumlah gigi yang lebih banyak dari normal. Gigi tambahan ini disebut gigi supernumerary. Kondisi ini dapat menyebabkan persepsi gigi tumbuh 3 kali.

  • Definisi: Pertumbuhan gigi tambahan yang melebihi jumlah normal (lebih dari 20 gigi susu atau 32 gigi permanen).
  • Penyebab: Diperkirakan terkait dengan faktor genetik atau perkembangan gigi yang abnormal.
  • Lokasi dan Bentuk: Gigi supernumerary bisa muncul di mana saja di lengkung rahang dan seringkali memiliki bentuk yang tidak normal, berbeda dari gigi standar.
  • Kesalahpahaman: Karena gigi ini “ekstra” dan muncul di luar susunan gigi permanen yang normal, dapat disalahartikan sebagai siklus pertumbuhan ketiga.
  • Implikasi: Gigi berlebih dapat menyebabkan masalah ortodontik, impaksi gigi lain, atau masalah pengunyahan.

Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter Gigi?

Jika individu merasakan ada pertumbuhan gigi baru setelah gigi permanen tanggal, atau merasa ada gigi ekstra yang muncul, konsultasi dengan dokter gigi sangat disarankan. Hal ini penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Dokter gigi dapat mengidentifikasi apakah itu geraham bungsu yang sedang erupsi atau kondisi hyperdontia.

Beberapa tanda yang memerlukan perhatian medis antara lain:

  • Nyeri atau ketidaknyamanan pada area rahang.
  • Pembengkakan gusi di sekitar area pertumbuhan gigi.
  • Kesulitan saat mengunyah atau berbicara.
  • Terdapat gigi yang tumbuh dengan posisi aneh atau di luar lengkung gigi normal.

Diagnosis dan Penanganan Kondisi Gigi Berlebih

Diagnosis pasti untuk kondisi yang menyerupai pertumbuhan gigi ketiga memerlukan pemeriksaan klinis menyeluruh oleh dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan visual dan mungkin memerlukan pencitraan radiografi seperti rontgen panoramik atau CBCT.

Penanganan akan bervariasi tergantung pada penyebabnya:

  • Untuk Geraham Bungsu: Jika geraham bungsu tumbuh dengan baik dan tidak menimbulkan masalah, mungkin tidak memerlukan tindakan khusus. Namun, jika menyebabkan nyeri, infeksi, impaksi, atau merusak gigi di sebelahnya, tindakan pencabutan mungkin diperlukan.
  • Untuk Hyperdontia: Penanganan gigi supernumerary biasanya melibatkan pencabutan gigi tambahan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah komplikasi seperti maloklusi (susunan gigi yang tidak rata), kista, atau kerusakan pada gigi permanen di sekitarnya. Waktu pencabutan akan disesuaikan dengan kondisi dan usia pasien.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Secara biologis, gigi manusia hanya tumbuh dua kali: gigi susu dan gigi permanen. Klaim atau perasaan adanya “gigi tumbuh 3 kali” setelah gigi permanen tanggal hampir selalu merujuk pada erupsi geraham bungsu yang terlambat atau kondisi hyperdontia (gigi berlebih). Keduanya bukanlah siklus pertumbuhan gigi ketiga yang baru, melainkan variasi atau kelainan dari siklus normal. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sangat direkomendasikan untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Melalui aplikasi Halodoc, individu dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter gigi terpercaya, berkonsultasi secara online, dan mendapatkan rekomendasi medis yang sesuai dengan kondisi yang dialami.