Ad Placeholder Image

Gondongan: Gejala, Sebab, Cara Mengobati dan Mencegah

10 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   16 April 2025

Gondongan adalah penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

Gondongan: Gejala, Sebab, Cara Mengobati dan MencegahGondongan: Gejala, Sebab, Cara Mengobati dan Mencegah

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Gondongan?
  2. Gondongan Karena Kurang Apa?
  3. Gejala Gondongan yang Sering Muncul
  4. Penyebab Utama Gondongan
  5. Metode Diagnosis Gondongan
  6. Pengobatan Gondongan
  7. Cara Mengobati Gondongan di Rumah
  8. Komplikasi Gondongan
  9. Pencegahan Gondongan
  10. Vaksinasi MMR (M-M-R II) Bisa di Rumah Pakai Halodoc
  11. Kapan Harus ke Dokter?
  12. Hubungi Dokter Ini Jika Mengidap Gondongan
  13. FAQ

Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar penghasil air liur yang terletak di sekitar rahang bawah dan dekat telinga. Penyakit ini sering ditandai dengan pembengkakan di area pipi atau rahang, disertai rasa nyeri saat mengunyah atau menelan.

Meskipun gondongan lebih umum terjadi pada anak-anak, orang dewasa pun tetap berisiko tertular, terutama jika belum mendapatkan vaksinasi. Penularannya pun cukup mudah, yakni melalui percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara. Maka dari itu, penting untuk mengenali gejalanya dan memahami langkah pencegahan yang tepat.

Apa Itu Gondongan?

Gondongan (Mumps) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Penyakit ini terutama menyerang kelenjar air liur (parotis), menyebabkan pembengkakan yang terlihat di pipi.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak yang belum divaksinasi.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, imunisasi adalah langkah efektif untuk mencegah penularan gondongan.

Gondongan Karena Kurang Apa?

Pertanyaan mengenai gondongan karena kurang apa sering muncul akibat kekeliruan antara penyakit gondongan dengan gondok (goiter). Gondongan tidak disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau mineral tertentu, melainkan murni akibat serangan Paramyxovirus. Penyakit ini berkaitan dengan sistem imun yang belum terbentuk terhadap virus tersebut, bukan karena masalah gizi.

Berbeda dengan gondongan, penyakit gondok terjadi akibat kekurangan yodium yang menyebabkan kelenjar tiroid membengkak di area leher depan. Gondongan menyerang kelenjar ludah di sisi wajah, sedangkan gondok menyerang kelenjar tiroid di pangkal leher. Penting untuk membedakan kedua kondisi ini agar langkah penanganan yang diambil sesuai dengan penyebab medisnya.

Faktor risiko utama gondongan meliputi:

  • Belum mendapatkan vaksinasi MMR lengkap.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Berada di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi atau sekolah saat terjadi wabah.
  • Bepergian ke daerah dengan tingkat penularan virus mumps yang tinggi.

Gejala Gondongan yang Sering Muncul

Gejala gondongan biasanya tidak langsung muncul setelah terpapar virus, melainkan memerlukan waktu inkubasi sekitar 14 hingga 25 hari. Ciri yang paling khas adalah pembengkakan kelenjar parotis yang membuat pipi penderita tampak menonjol atau bengkak. Pembengkakan ini biasanya disertai dengan rasa nyeri, terutama saat mengunyah atau menelan makanan.

Selain pembengkakan wajah, penderita umumnya akan mengalami gejala sistemik yang menyerupai flu (flu-like symptoms). Intensitas gejala dapat bervariasi mulai dari sangat ringan hingga cukup berat yang memerlukan istirahat total. Pada beberapa kasus, penderita bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali namun tetap bisa menularkan virus.

Beberapa gejala umum yang harus diwaspadai meliputi:

  • Nyeri di area rahang saat mengonsumsi makanan asam atau keras.
  • Demam tinggi yang mencapai lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Sakit kepala dan nyeri otot (mialgia).
  • Kelelahan ekstrem dan merasa tidak enak badan (malaise).
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mulut terasa kering.

Penyebab Utama Gondongan

Penyebab utama gondongan adalah infeksi Paramyxovirus yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Virus ini berpindah dari satu individu ke individu lain melalui droplet atau percikan cairan saat penderita bersin, batuk, atau berbicara. Setelah masuk ke tubuh, virus bermigrasi menuju kelenjar parotis dan mulai berkembang biak di sana.

Virus ini sangat mudah menular, terutama dalam periode beberapa hari sebelum pembengkakan muncul hingga lima hari setelah pembengkakan terjadi. Penularan juga dapat terjadi secara tidak langsung melalui benda-benda yang terkena percikan air liur penderita, seperti peralatan makan atau handuk. Kebersihan tangan yang buruk menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran virus ini di lingkungan sosial.

“Virus mumps ditularkan melalui kontak langsung, tetesan saluran pernapasan, atau benda yang terkontaminasi (fomites).” — CDC, 2024

Metode Diagnosis Gondongan

Diagnosis gondongan diawali dengan pemeriksaan fisik oleh dokter untuk mengamati lokasi pembengkakan dan memeriksa suhu tubuh. Dokter akan menanyakan riwayat kontak dengan orang yang mengalami gejala serupa serta status vaksinasi pasien. Dalam banyak kasus, pengamatan visual terhadap pembengkakan kelenjar parotis sudah cukup untuk menegakkan diagnosis awal.

Untuk memastikan penyebabnya bukan karena infeksi bakteri atau batu kelenjar ludah, dokter mungkin akan menyarankan tes penunjang. Tes laboratorium dilakukan dengan mengambil sampel usap (swab) dari bagian dalam pipi atau tenggorokan. Selain itu, tes darah dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus mumps di dalam sistem kekebalan tubuh.

Pemeriksaan urin terkadang juga diperlukan untuk mendeteksi keberadaan virus jika terdapat kecurigaan komplikasi. Identifikasi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan keluarga maupun sekolah. Pastikan untuk memberikan informasi yang jujur mengenai kapan gejala pertama kali muncul selama sesi konsultasi.

Pengobatan Gondongan

Tidak ada pengobatan khusus untuk gondongan. Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala sampai tubuh kamu sembuh dengan sendirinya. Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk meredakan gejala gondongan meliputi:

  • Istirahat yang cukup
  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Kompres hangat atau dingin pada kelenjar yang bengkak
  • Mengkonsumsi makanan lunak yang mudah ditelan
  • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, jika diperlukan. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat-obatan.

Cara Mengobati Gondongan di Rumah

Cara mengobati gondongan difokuskan pada meredakan gejala karena tidak ada obat antivirus spesifik untuk mumps. Infeksi ini disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak efektif untuk menyembuhkannya. Sistem kekebalan tubuh penderita akan bekerja sendiri untuk melawan virus dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.

Perawatan mandiri di rumah bertujuan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman dan mencegah dehidrasi selama masa pemulihan. Istirahat total sangat dianjurkan untuk membantu tubuh memulihkan energi lebih cepat. Penderita juga disarankan untuk membatasi kontak dengan orang lain guna memutus rantai penularan di area tempat tinggal.

Beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri dan penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Mengompres area yang bengkak dengan air hangat atau air dingin untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Memperbanyak asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi akibat demam.
  • Mengonsumsi makanan bertekstur lunak (bubur atau sup) yang mudah dikunyah.
  • Menghindari makanan asam seperti jeruk atau cuka yang dapat merangsang produksi air liur dan memperparah nyeri.

Komplikasi Gondongan

Gondongan biasanya merupakan penyakit ringan, tetapi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang dewasa. Komplikasi gondongan meliputi:

  • Orkitis: Peradangan pada testis (pada pria setelah pubertas)
  • Ovaritis: Peradangan pada ovarium (pada wanita setelah pubertas)
  • Meningitis: Peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang
  • Ensefalitis: Peradangan otak
  • Pankreatitis: Peradangan pada pankreas
  • Ketulian: Kehilangan pendengaran (jarang terjadi)
  • Keguguran: Jika terjadi pada wanita hamil

Langkah Pencegahan Gondongan

Langkah pencegahan gondongan yang paling efektif adalah melalui imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini memberikan perlindungan jangka panjang terhadap tiga jenis penyakit sekaligus. Anak-anak biasanya mendapatkan dosis pertama pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun sebagai penguat (booster).

Selain vaksinasi, penerapan gaya hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat krusial untuk mencegah penularan virus. Karena virus mumps menyebar melalui droplet, menjaga kebersihan saluran pernapasan menjadi kunci utama. Orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum divaksinasi juga disarankan untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan vaksinasi tambahan.

Tindakan preventif harian yang dapat dilakukan meliputi:

  • Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh dengan disinfektan.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin.
  • Tidak berbagi peralatan makan, minum, atau barang pribadi dengan orang lain.
  • Melakukan isolasi mandiri setidaknya selama lima hari setelah pembengkakan kelenjar muncul.

Vaksinasi MMR (M-M-R II) Bisa di Rumah Pakai Halodoc

Kamu juga bisa mencegah gondongan dengan mendapatkan vaksin MMR.

Jika kamu berencana untuk melakukan Vaksin M-M-R II dengan keluarga, kini kamu bisa memanfaatkan layanan Homecare by Halodoc (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar)

Tak perlu repot pergi ke klinik atau rumah sakit, kamu bisa mendapatkan Vaksin M-M-R II dengan aman dan nyaman di rumah.

Nah, berikut beberapa keunggulan melakukan vaksinasi lewat layanan Homecare & Vaksinasi di Halodoc:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Homecare by Halodoc.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Setelah vaksin diberikan, tenaga medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Harga vaksin mulai dari Rp 690.000,-, kamu pun bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
  • Hemat waktu dan biaya.
  • Tanpa biaya tambahan.
  • Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.

Selain itu, kamu juga bisa dapatkan potongan 15% (maksimal Rp 250 ribu) untuk Vaksinasi MMR (M-M-R II) dengan kode promo VAKSINHALODOC1 di Homecare by Halodoc.

Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!

Booking Vaksinasi MMR Lebih Mudah di Rumah Pakai Halodoc. 

Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.

Yuk, segera pesan layanan Homecare by Halodoc!

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu atau anak kamu mengalami gejala gondongan, terutama jika disertai dengan:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Kaku leher
  • Kejang
  • Nyeri perut
  • Pembengkakan testis (pada pria)

Hubungi Dokter Ini Jika Mengidap Gondongan

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala gondongan, bicara dengan dokter guna mendapat saran penanganan yang tepat.

Nah, berikut ini terdapat beberapa dokter yang bisa membantu memberikan tips menangani gondongan.

Dokter-dokter ini sudah memiliki pengalaman lebih dari 6 tahun dan memiliki rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya ditangani:

1. dr. Nuriati Harahap

Selanjutnya, ada dr. Nuriati Harahap yang bisa kamu hubungi. Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara pada 2010.

Dokter Nuriati Harahap kini berpraktik di Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Memiliki pengalaman sebagai dokter umum selama 14 tahun, dr. Eka Wijaya Warmandana bisa  memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait perawatan gondongan.

Chat dr. Nuriati Harahap dari Rp 25.000,- di Halodoc.

2. dr. Lim Jen Siong

Kamu bisa menghubungi dr. Lim Jen Siong seputar penanganan gondongan. Ia merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada 2005.

Dokter Lim Jen Siong saat ini berpraktik di Jakarta Utara dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Berpengalaman sebagai dokter umum selama 18 tahun, dr. Lim Jen Siong mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc seputar gondongan.

Chat dr. Lim Jen Siong dari Rp 45.000,- di Halodoc.

3. dr. Eka Wijaya Warmandana

Pilihan dokter lain yang bisa kamu hubungi, yaitu dr. Eka Wijaya Warmandana. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman pada 2016.

Saat ini dr. Eka Wijaya Warmandana berpraktik di Banyumas dan Purwokerto, Jawa Tengah. Ia tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Berbekal pengalaman sebagai dokter umum selama 6 tahun, dr. dr. Eka Wijaya Warmandana bisa  memberikan layanan konsultasi di Halodoc seputar pengobatan gondongan.

Chat dr. Eka Wijaya Warmandana dari Rp 25.000,- di Halodoc.

Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline

Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.

Pakai Halodoc sekarang juga!

Itulah penjelasan seputar gondongan yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis anak di Halodoc atau dokter spesialis penyakit dalam jika terjadi pada orang dewasa saja!

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat gondongan yang mungkin bisa diandalkan sesuai rekomendasi dokter.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2025. Mumps.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2025. Measles, mumps, rubella (MMR) vaccine.

CDC. Diakses pada 2025. Mumps.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Mumps.
NHS. Diakses pada 2025. Mumps.Healthline. Diakses pada 2024. Mumps: Prevention, Symptoms, and Treatment.

FAQ

1. Bagaimana agar gondongan cepat kempes?

Untuk membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri akibat gondongan, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengompres dingin area yang bengkak untuk mengurangi pembengkakan.
  • Mengonsumsi makanan yang lembut dan mudah ditelan, seperti bubur, yoghurt, atau sup.
  • Minum banyak cairan untuk membantu tubuh melawan infeksi.
  • Istirahat yang cukup untuk mempercepat pemulihan.
  • Menggunakan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, untuk mengurangi rasa sakit dan demam.

2. Penyebab gondongan karena apa?

Gondongan disebabkan oleh virus gondongan. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan droplet pernapasan atau melalui kontak langsung dengan barang-barang yang telah terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi.

3. Berapa lama sakit gondongan sembuh?

Gondongan biasanya sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Gejala mungkin mulai mereda beberapa hari setelah muncul, tetapi pembengkakan bisa bertahan selama beberapa minggu.

4. Gondongan apa bisa sembuh sendiri?

Ya, gondongan seringkali bisa sembuh sendiri tanpa perawatan medis khusus. Namun, penting untuk memantau gejala dan mencari perawatan medis jika terjadi komplikasi atau jika gejala bertambah parah, seperti kesulitan bernapas atau menelan, nyeri testis yang tiba-tiba, atau kekakuan leher.