Ad Placeholder Image

Granuloma Umbilikalis: Gejala, Penyebab, & Cara Mengobati

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Granuloma Umbilikalis: Penyebab, Gejala & Cara Mengobati

Granuloma Umbilikalis: Gejala, Penyebab, & Cara MengobatiGranuloma Umbilikalis: Gejala, Penyebab, & Cara Mengobati

Granuloma Umbilikalis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Granuloma umbilikalis adalah salah satu kondisi yang sering terjadi pada bayi baru lahir, ditandai dengan pertumbuhan jaringan lunak berwarna merah muda atau merah terang di area pusar. Kondisi ini biasanya muncul setelah tali pusar bayi puput atau lepas, namun proses penyembuhan tidak berjalan sempurna. Meskipun tampak mengkhawatirkan bagi orang tua, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada bayi karena jaringan tersebut tidak memiliki serabut saraf.

Kondisi ini tergolong kelainan ringan pada pusar, namun tetap memerlukan perhatian medis agar tidak berkembang menjadi infeksi. Jaringan yang tumbuh ini sering kali tampak lembap dan mengeluarkan cairan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kelembapan yang berlebih di area pusar dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Penanganan yang tepat dan deteksi dini sangat penting untuk memastikan proses penyembuhan pusar bayi berjalan lancar. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai gejala, penyebab, serta metode pengobatan medis dan perawatan di rumah yang aman untuk mengatasi granuloma umbilikalis.

Tanda dan Gejala Granuloma Umbilikalis

Mengenali tanda fisik adalah langkah awal dalam penanganan kondisi ini. Granuloma umbilikalis memiliki karakteristik visual yang cukup spesifik dan berbeda dengan infeksi pusar biasa atau hernia umbilikalis. Berikut adalah tanda dan gejala yang dapat diamati pada pusar bayi:

  • Terdapat benjolan kecil berwarna merah muda atau merah terang di tengah pusar.
  • Tekstur benjolan terasa lunak dan tampak lembap atau basah.
  • Keluar cairan bening atau kekuningan yang memiliki konsistensi lengket.
  • Terjadi iritasi ringan pada kulit di sekitar area pusar akibat kelembapan terus-menerus.
  • Biasanya tidak menyebabkan demam atau bayi rewel, kecuali jika terjadi infeksi sekunder.

Penyebab Terjadinya Granuloma Umbilikalis

Penyebab utama dari kondisi ini adalah pertumbuhan jaringan granulasi yang berlebihan. Jaringan granulasi adalah jaringan baru yang terbentuk dari pembuluh darah kecil dan sel fibroblas selama proses penyembuhan luka. Dalam kondisi normal, jaringan ini membantu menutup luka bekas tali pusar, namun pada kasus granuloma, jaringan tersebut terus tumbuh menonjol keluar.

Beberapa faktor risiko dapat memicu terjadinya kondisi ini. Salah satunya adalah proses pemisahan tali pusar yang tertunda, yang menyebabkan peradangan ringan yang berlangsung lebih lama. Selain itu, kebersihan area pusar yang kurang terjaga atau gesekan berulang dari popok juga dapat memicu iritasi yang merangsang pertumbuhan jaringan berlebih tersebut.

Pengobatan Medis dan Perawatan di Rumah

Meskipun granuloma umbilikalis dapat mengecil dengan sendirinya dalam beberapa minggu, intervensi medis sering kali diperlukan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi. Dokter biasanya akan menyarankan beberapa metode penanganan berikut:

1. Kauterisasi Kimia

Metode ini adalah yang paling umum dilakukan oleh tenaga medis. Dokter akan mengoleskan bahan kimia khusus, biasanya perak nitrat (silver nitrate), pada benjolan. Zat ini berfungsi untuk membakar jaringan secara kimiawi, mengeringkan, dan mengecilkan granuloma hingga lepas sepenuhnya. Prosedur ini tidak menyakitkan bagi bayi karena jaringan granuloma tidak memiliki ujung saraf.

2. Ligasi (Pengikatan)

Jika benjolan memiliki dasar yang kecil atau bertangkai, dokter mungkin akan melakukan ligasi. Prosedur ini melibatkan pengikatan benang bedah pada pangkal granuloma. Tujuannya adalah untuk menghentikan aliran darah ke jaringan tersebut, sehingga jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dalam beberapa hari.

3. Terapi Garam (Salt Bath)

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan perawatan di rumah menggunakan garam dapur. Garam memiliki sifat higroskopis yang dapat menyerap cairan dan mengecilkan jaringan granuloma. Garam ditaburkan sedikit di atas lesi, ditutup dengan kasa selama beberapa waktu, lalu dibersihkan. Metode ini harus dilakukan murni di bawah instruksi dan pengawasan dokter untuk menghindari iritasi kulit sekitarnya.

4. Obat Topikal dan Pembedahan

Pemberian salep yang mengandung steroid atau antibiotik tertentu, seperti doxycycline, mungkin diresepkan untuk mengurangi peradangan atau menangani infeksi penyerta. Pembedahan atau eksisi bedah sangat jarang dilakukan dan hanya menjadi opsi terakhir jika metode lain tidak berhasil menghilangkan granuloma.

Pencegahan dan Perawatan Harian

Perawatan tali pusar yang tepat pada bayi baru lahir dapat meminimalkan risiko terjadinya gangguan penyembuhan. Pastikan area pusar selalu dalam keadaan bersih dan kering. Saat memandikan bayi, area pusar boleh dibersihkan namun harus segera dikeringkan dengan lembut menggunakan kain bersih atau kasa steril.

Hindari menutup area pusar dengan popok secara ketat. Lipat bagian depan popok ke bawah agar pusar terpapar udara, yang membantu proses pengeringan luka secara alami. Hindari penggunaan bedak atau ramuan tradisional yang tidak steril pada pusar yang belum sembuh sempurna karena dapat memicu infeksi.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun granuloma umbilikalis umumnya ringan, orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda komplikasi atau infeksi yang lebih serius, seperti omphalitis. Segera lakukan konsultasi medis jika ditemukan kondisi berikut:

  • Benjolan tampak semakin membesar, bengkak, dan berwarna merah gelap.
  • Pusar mengeluarkan nanah yang banyak atau cairan berbau tidak sedap.
  • Bayi menangis saat area sekitar pusar disentuh, menandakan adanya rasa nyeri.
  • Muncul demam pada bayi.
  • Kulit di sekitar pusar menjadi sangat merah dan hangat saat diraba.

Jika gejala tersebut muncul, pemeriksaan oleh dokter anak sangat diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Penanganan dini akan mencegah infeksi menyebar ke jaringan yang lebih dalam dan memastikan kesehatan bayi tetap terjaga secara optimal. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan anak melalui platform kesehatan terpercaya seperti Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang valid.