Ad Placeholder Image

Guli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Guli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta Medis

Guli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta MedisGuli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta Medis

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah “pasang gotri” di kalangan pria? Dalam dunia medis, praktik ini dikenal sebagai salah satu bentuk modifikasi tubuh atau penile beads. Gotri adalah benda asing, biasanya berupa bijih besi kecil, manik-manik, atau bola logam, yang dimasukkan secara sengaja ke bawah lapisan kulit batang penis melalui sayatan kecil.

Praktik ini sering kali dianggap sebagai “rahasia umum” di beberapa kelompok masyarakat Indonesia dengan motivasi utama untuk meningkatkan kepuasan seksual pasangan saat berhubungan intim. Namun, di balik mitos yang beredar, prosedur ini menyimpan risiko kesehatan yang sangat serius dan bisa berdampak fatal pada fungsi organ reproduksi kamu.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa penanaman benda asing apa pun ke dalam tubuh tanpa prosedur medis yang steril dan terstandarisasi adalah tindakan yang sangat berbahaya. Infeksi, peradangan kronis, hingga kerusakan jaringan permanen adalah ancaman nyata yang mengintai pelaku praktik ini.

Nah, mau tahu apa saja fakta medis dan risiko di balik pemasangan gotri ini? Berikut ulasannya!

Apa Itu Gotri dan Mengapa Dilakukan?

Secara teknis, gotri adalah bola logam kecil yang biasanya ditemukan dalam komponen mesin atau sepeda. Namun, dalam konteks “kejantanan”, gotri atau manik-manik (guli-guli) ini ditanam di bawah dermis (lapisan kulit) penis. Praktik ini sering dilakukan di tempat-tempat non-medis, seperti jasa tato atau tindik ilegal, bahkan seringkali dilakukan sendiri dengan peralatan seadanya yang jauh dari kata steril.

Motivasi utama di balik praktik ini biasanya bersifat psikoseksual. Banyak pria percaya bahwa tonjolan yang dihasilkan oleh gotri tersebut akan memberikan stimulasi tambahan pada dinding vagina pasangan, sehingga meningkatkan kepuasan seksual. Padahal, secara medis, hal ini belum tentu benar dan justru seringkali menimbulkan rasa nyeri bagi pasangan wanita.

Risiko Medis Penanaman Gotri pada Penis

Sebagai seorang tenaga kesehatan, saya sangat menekankan bahwa penis adalah organ yang kaya akan pembuluh darah dan saraf sensitif. Memasukkan benda asing secara paksa ke dalamnya dapat memicu berbagai masalah serius:

  1. Infeksi Akut dan Sepsis: Karena prosedur biasanya dilakukan dengan alat tidak steril, bakteri dapat dengan mudah masuk ke dalam luka sayatan. Jika tidak segera ditangani, infeksi lokal bisa menyebar ke aliran darah (sepsis) yang mengancam nyawa.
  2. Granuloma dan Peradangan Kronis: Tubuh akan mengenali gotri sebagai benda asing dan berusaha “membentengi” benda tersebut dengan jaringan ikat. Hal ini menyebabkan munculnya granuloma atau benjolan keras yang nyeri dan merusak struktur penis.
  3. Nekrosis (Kematian Jaringan): Penekanan gotri terhadap pembuluh darah di penis dapat menghambat aliran oksigen, yang pada akhirnya menyebabkan jaringan kulit atau bagian di bawahnya mati (nekrosis).
  4. Disfungsi Ereksi: Kerusakan saraf atau jaringan parut yang terbentuk di sekitar gotri dapat mengganggu mekanisme aliran darah yang diperlukan untuk ereksi.
Tanda-Tanda Komplikasi Gotri
  1. Pembengkakan hebat pada batang penis disertai kemerahan.
  2. Keluarnya cairan nanah atau bau tidak sedap dari luka bekas sayatan.
  3. Rasa nyeri yang menusuk saat mengalami ereksi atau saat buang air kecil.

Komplikasi Jangka Panjang bagi Pria dan Pasangan

Bahaya gotri tidak hanya dirasakan oleh pria yang memasangnya, tetapi juga oleh pasangannya. Tonjolan gotri yang keras dapat menyebabkan luka lecet atau robekan pada dinding vagina saat berhubungan intim. Luka ini meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV, sifilis, atau hepatitis bagi kedua belah pihak.

Selain itu, secara psikologis, pemasangan gotri dapat menyebabkan trauma jika pasangan merasa kesakitan. Bukannya kepuasan yang didapat, hubungan seksual justru menjadi momen yang menakutkan atau menyakitkan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sudah terlanjur melakukan praktik ini dan merasakan gejala tidak nyaman, jangan menunda. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Dokter mungkin akan menyarankan prosedur pembedahan kecil untuk mengeluarkan benda asing tersebut sebelum kerusakan jaringan menjadi permanen.

Jika terdapat luka ringan atau nyeri pasca prosedur yang masih dalam tahap awal, kamu mungkin membutuhkan antiseptik atau pereda nyeri untuk sementara, namun langkah utama tetaplah pengangkatan gotri tersebut. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan perawatan luka luar yang direkomendasikan dokter.

Studi Mengenai Modifikasi Genital

International Journal of Impotence Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa komplikasi dari penile beads (gotri) seringkali melibatkan pembentukan jaringan parut fibrotik yang parah. Studi tersebut menekankan bahwa pengangkatan dini secara bedah adalah satu-satunya cara untuk mencegah kerusakan fungsi ereksi yang ireversibel.

Temuan ini menegaskan bahwa mitos kepuasan seksual sama sekali tidak sebanding dengan risiko kehilangan fungsi organ reproduksi secara total. Sebagian besar kasus yang dilaporkan menunjukkan bahwa pasien akhirnya menyesal setelah mengalami komplikasi nyeri kronis.

Kesimpulannya, gotri bukanlah solusi untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual. Komunikasi yang baik dengan pasangan dan konsultasi dengan ahli medis atau seksolog jauh lebih aman dan efektif. Jangan pertaruhkan kesehatan organ vital kamu demi mitos yang tidak terbukti kebenarannya.

Jika kamu mengalami keluhan setelah melakukan modifikasi tubuh tertentu, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri. Kamu dapat dengan mudah menggunakan layanan kesehatan digital untuk langkah awal diagnosis.

Referensi:
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Bahaya Penggunaan Benda Asing pada Alat Kelamin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Penile Health: Common Concerns and Prevention.
PubMed. Diakses pada 2026. Complications of Penile Artificial Nodules.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Sexual Health and Risks of Unsafe Body Modification.

FAQ

1. Apakah gotri bisa hilang sendiri di dalam kulit?

Tidak, gotri adalah benda mati yang tidak akan diserap oleh tubuh. Sebaliknya, tubuh akan membentuk jaringan parut di sekitarnya yang bisa membesar dan mengeras seiring waktu.

2. Apakah pemasangan gotri bisa menyebabkan kemandulan?

Secara langsung mungkin tidak memengaruhi produksi sperma, tetapi komplikasi infeksi berat atau kerusakan saraf dapat menyebabkan disfungsi ereksi total yang menghambat proses pembuahan alami.

3. Bagaimana cara medis yang aman mengeluarkan gotri?

Prosedur pengangkatan harus dilakukan oleh dokter bedah atau urologi melalui sayatan bedah minor yang steril guna meminimalkan risiko infeksi dan jaringan parut tambahan.

4. Apakah pasangan wanita pasti merasa puas dengan adanya gotri?

Tidak selalu. Banyak laporan medis menunjukkan bahwa pasangan justru merasa nyeri, tidak nyaman, bahkan mengalami luka pada vagina akibat gesekan benda keras tersebut.


## Punya Keluhan pada Area Kelamin atau Gejala Infeksi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan di area sensitif, atau mungkin merasa khawatir setelah melakukan tindakan tertentu, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.