Ad Placeholder Image

Guli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Guli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta Medis

Guli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta MedisGuli-Guli di Kelamin: Manfaat, Risiko, Fakta Medis

Penggunaan guli-guli atau biji tasbih yang ditanam di bawah kulit penis adalah praktik yang kontroversial. Meskipun beberapa orang percaya bahwa ini dapat meningkatkan kepuasan seksual, penting untuk memahami risiko medis yang terkait. Artikel ini akan membahas manfaat yang diklaim, risiko kesehatan yang mungkin terjadi, dan alternatif yang lebih aman untuk meningkatkan kehidupan seksual.

Apa Itu Guli-Guli di Kelamin?

Guli-guli, juga dikenal sebagai biji tasbih, adalah benda kecil yang dimasukkan di bawah kulit penis. Praktik ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan sensasi selama hubungan seksual. Secara tradisional, beberapa budaya percaya bahwa guli-guli dapat memberikan pengalaman seksual yang lebih memuaskan bagi kedua pasangan.

Manfaat Guli-Guli yang Diklaim

Beberapa orang yang menggunakan guli-guli melaporkan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan sensasi pada vagina pasangan saat penetrasi.
  • Menambah variasi dan pengalaman baru dalam kehidupan seksual.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dalam berhubungan intim.

Meskipun ada klaim manfaat, penting untuk diingat bahwa tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim ini.

Risiko Medis Penggunaan Guli-Guli

Penggunaan guli-guli dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius:

  • Infeksi dan Iritasi: Pemasangan benda asing di bawah kulit meningkatkan risiko infeksi bakteri, peradangan, dan nyeri.
  • Jaringan Parut: Pembentukan jaringan parut (fibrosis) di sekitar penis atau saluran kemih dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan masalah kesehatan lainnya.
  • Disfungsi Ereksi: Dalam jangka panjang, penggunaan guli-guli dapat memicu kesulitan ereksi dan ejakulasi.
  • Luka pada Pasangan: Guli-guli dapat menyebabkan luka atau lecet pada vagina pasangan selama hubungan seksual.
  • Kemandulan: Komplikasi serius seperti infeksi yang tidak diobati dapat menyebabkan kemandulan.

Karena risiko-risiko ini, pemasangan guli-guli secara medis tidak disarankan.

Tanda dan Gejala Infeksi Setelah Pemasangan Guli-Guli

Jika Anda atau pasangan Anda telah memasang guli-guli, perhatikan tanda-tanda infeksi berikut:

  • Kemerahan dan bengkak di sekitar area pemasangan.
  • Nyeri yang meningkat.
  • Keluarnya nanah atau cairan dari luka.
  • Demam.

Jika mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter.

Alternatif yang Lebih Aman untuk Meningkatkan Kepuasan Seksual

Ada banyak cara yang lebih aman dan sehat untuk meningkatkan kepuasan seksual tanpa harus mengambil risiko dengan pemasangan guli-guli:

  • Variasi teknik berhubungan seksual.
  • Senam Kegel untuk meningkatkan kekuatan otot panggul.
  • Komunikasi terbuka dengan pasangan tentang preferensi seksual.
  • Gaya hidup sehat dengan olahraga teratur dan diet seimbang.
  • Konsultasi dengan terapis seks untuk mengatasi masalah seksual.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Jika Anda sudah terlanjur memasang guli-guli dan mengalami nyeri, infeksi, atau komplikasi lainnya, segera temui dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter dapat memberikan penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Jika Anda mempertimbangkan untuk memasang guli-guli, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memahami risiko dan manfaatnya, serta mempertimbangkan alternatif yang lebih aman.

Kesimpulan

Meskipun guli-guli mungkin tampak menarik bagi sebagian orang sebagai cara untuk meningkatkan kepuasan seksual, risiko medis yang terkait jauh lebih besar daripada manfaat yang diklaim. Infeksi, jaringan parut, disfungsi ereksi, dan luka pada pasangan adalah beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan. Ada banyak alternatif yang lebih aman dan efektif untuk meningkatkan kehidupan seksual. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan seksual Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc.