Ad Placeholder Image

Gumoh Lewat Hidung Bayi: Kenapa dan Kapan Waspada?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 April 2026

Gumoh Lewat Hidung Bayi: Normal? Ini Penyebab dan Atasinya

Gumoh Lewat Hidung Bayi: Kenapa dan Kapan Waspada?Gumoh Lewat Hidung Bayi: Kenapa dan Kapan Waspada?

Apa Itu Gumoh Lewat Hidung pada Bayi?

Gumoh atau regurgitasi adalah kondisi umum pada bayi ketika makanan atau susu yang sudah ditelan kembali keluar dari mulut. Pada beberapa kasus, cairan gumoh ini dapat keluar melalui hidung. Fenomena ini seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, namun penting untuk diketahui bahwa gumoh lewat hidung pada bayi umumnya merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya.

Kondisi ini terjadi karena sistem pencernaan bayi, khususnya otot kerongkongan bagian bawah dan katup yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung, belum sepenuhnya matang. Saluran napas dan saluran pencernaan bayi juga memiliki koneksi yang dekat, sehingga ketika gumoh terjadi dengan volume cukup banyak atau tekanan tertentu, cairan bisa terdorong ke saluran hidung.

Penyebab Umum Gumoh Lewat Hidung pada Bayi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi mengalami gumoh lewat hidung. Sebagian besar berkaitan dengan ketidaksempurnaan sistem pencernaan dan cara pemberian makan. Memahami penyebabnya dapat membantu orang tua mengurangi frekuensi terjadinya gumoh.

  • Sistem Pencernaan Belum Matang: Otot kerongkongan dan katup perut bayi belum sempurna. Hal ini menyebabkan katup tidak bisa menutup rapat sehingga susu mudah naik kembali.
  • Cara Menyusu yang Kurang Tepat:
    • Menelan terlalu banyak udara saat menyusu.
    • Menyusu terlalu cepat atau dalam porsi terlalu banyak dari kapasitas perut bayi.
    • Penggunaan dot dengan aliran yang terlalu deras, membuat bayi menelan lebih banyak susu dan udara.
  • Aktivitas Setelah Menyusu: Beberapa aktivitas dapat memicu gumoh. Ini termasuk batuk, cegukan, atau bersin yang terjadi saat atau setelah menyusu. Tekanan di perut akibat aktivitas ini dapat mendorong isi lambung ke atas.
  • Posisi Menyusu dan Setelahnya: Berbaring datar saat atau segera setelah menyusu dapat memudahkan cairan susu naik kembali ke kerongkongan dan keluar, termasuk lewat hidung.

Cara Mengatasi dan Mencegah Gumoh Lewat Hidung pada Bayi

Meskipun umumnya normal, ada beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan untuk mengurangi frekuensi dan keparahan gumoh lewat hidung. Pendekatan ini berfokus pada teknik menyusui dan posisi bayi.

  • Jaga Posisi Bayi: Saat menyusu, pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Setelah menyusu, gendong bayi dalam posisi tegak selama 20-30 menit. Posisi tegak ini membantu gravitasi menjaga susu tetap di dalam lambung.
  • Sesuaikan Frekuensi dan Porsi Menyusui: Susui bayi lebih sering tetapi dalam porsi yang lebih sedikit. Hindari menunggu bayi sangat lapar dan menangis karena hal ini bisa membuat bayi menyusu terburu-buru dan menelan lebih banyak udara.
  • Sendawakan Bayi: Selalu sendawakan bayi setiap selesai menyusu. Sendawa membantu mengeluarkan udara yang tertelan selama proses menyusu, sehingga mengurangi tekanan di perut bayi dan risiko gumoh.
  • Perhatikan Aliran Susu dari Dot: Jika bayi menggunakan botol, pilih dot dengan aliran yang tidak terlalu deras. Aliran deras dapat membuat bayi minum terlalu cepat. Alternatifnya, gunakan sendok atau cup feeder untuk mengontrol asupan susu.
  • Hindari Pakaian Ketat: Pastikan pakaian bayi tidak terlalu ketat di bagian perut. Pakaian yang ketat dapat memberikan tekanan pada perut bayi dan memicu gumoh.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Anak?

Meskipun seringkali normal, gumoh lewat hidung juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Orang tua perlu waspada dan segera mencari bantuan medis jika gumoh disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Gumoh Terlalu Sering atau Banyak: Jika bayi gumoh sangat sering, dalam jumlah banyak, atau terus-menerus setelah setiap kali menyusu.
  • Perubahan Perilaku Bayi: Bayi tampak rewel, lemas, kurang aktif, atau menunjukkan penurunan nafsu menyusu atau makan.
  • Berat Badan Tidak Naik: Jika berat badan bayi tidak bertambah sesuai usia, atau justru mengalami penurunan berat badan. Ini bisa menjadi indikasi bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
  • Tanda-tanda Sesak Napas: Amati jika ada tanda sesak napas seperti napas cepat, cuping hidung bergerak-gerak saat bernapas, terdengar bunyi napas yang tidak biasa, atau kulit di sekitar bibir dan jari terlihat kebiruan.
  • Muntah Berwarna Tidak Normal: Muntah yang berwarna hijau atau kuning, atau disertai bercak darah, merupakan kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera.

Gejala-gejala di atas dapat mengindikasikan kondisi medis lain seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) yang lebih parah, alergi makanan, atau masalah pencernaan lainnya yang membutuhkan diagnosis dan penanganan dari dokter spesialis anak.

Kesimpulan

Gumoh lewat hidung pada bayi umumnya adalah bagian normal dari perkembangan sistem pencernaan yang belum matang. Dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah-langkah penanganan yang tepat, orang tua dapat membantu mengurangi kejadian ini. Namun, kewaspadaan terhadap gejala-gejala yang menyertai sangatlah penting.

Jika kekhawatiran muncul atau bayi menunjukkan tanda-tanda yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan dokter spesialis anak. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter anak terpercaya untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang sesuai demi kesehatan dan tumbuh kembang optimal si kecil.