Ad Placeholder Image

Gusi Berdarah Saat DBD: Waspada, Ini Tanda Bahaya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Gusi Berdarah Saat DBD: Tanda Bahaya Wajib Tahu

Gusi Berdarah Saat DBD: Waspada, Ini Tanda Bahaya!Gusi Berdarah Saat DBD: Waspada, Ini Tanda Bahaya!

Gusi Berdarah Saat DBD: Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Gusi berdarah saat demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa infeksi virus dengue telah memengaruhi sistem pembekuan darah dalam tubuh, sehingga memerlukan perhatian medis segera. Pemahaman mengenai penyebab dan gejala penyertanya sangat penting untuk penanganan yang tepat dan cepat.

Penyebab Utama Gusi Berdarah pada Demam Berdarah Dengue

Gusi berdarah pada pasien DBD terjadi karena infeksi virus dengue menyebabkan penurunan drastis jumlah trombosit, atau platelet, dalam darah. Trombosit adalah sel darah kecil yang berperan penting dalam proses pembekuan darah dan menghentikan pendarahan.

Ketika jumlah trombosit menurun signifikan, kemampuan darah untuk membeku menjadi terganggu. Akibatnya, pendarahan lebih mudah terjadi, bahkan tanpa adanya benturan atau luka yang jelas. Aktivitas sederhana seperti menyikat gigi pun dapat memicu pendarahan pada gusi.

Penurunan trombosit yang parah adalah indikasi kondisi demam berdarah yang semakin berat. Kondisi ini memerlukan pemantauan ketat dan intervensi medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Tanda dan Gejala Lain yang Menyertai Gusi Berdarah Saat DBD

Gusi berdarah sering kali menjadi bagian dari rangkaian gejala demam berdarah dengue yang lebih luas. Selain gusi berdarah, pasien DBD mungkin mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta ruam kulit.

Jika gusi berdarah disertai dengan tanda-tanda berikut, ini adalah indikasi demam berdarah berat yang membutuhkan penanganan medis darurat:

  • Mimisan (pendarahan dari hidung)
  • Muntah darah atau muntah terus-menerus
  • Buang air besar berwarna hitam (melena), menunjukkan pendarahan di saluran pencernaan
  • Bintik-bintik merah kecil di kulit (petekie) atau memar yang tidak jelas penyebabnya
  • Nyeri perut hebat atau nyeri tekan di area perut
  • Kelelahan ekstrem atau gelisah

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Jika seseorang yang sedang mengalami demam dengue menunjukkan gejala gusi berdarah, kunjungan ke fasilitas kesehatan adalah suatu keharusan. Penanganan yang cepat dapat mencegah kondisi berkembang menjadi demam berdarah syok (DSS) yang berpotensi fatal.

Segera cari pertolongan medis jika terdapat salah satu dari tanda bahaya berikut:

  • Gusi berdarah atau pendarahan lainnya (mimisan, muntah darah, BAB hitam).
  • Nyeri perut parah dan berkelanjutan.
  • Muntah terus-menerus.
  • Kelemahan atau lesu yang tidak biasa.
  • Kaki dan tangan terasa dingin dan lembap.

Penanganan Gusi Berdarah pada Pasien DBD

Penanganan gusi berdarah pada pasien DBD berfokus pada pengelolaan infeksi dengue dan gejala yang menyertainya. Tidak ada obat antivirus spesifik untuk DBD, sehingga pengobatan bersifat suportif.

Pasien akan diberikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Pemantauan ketat terhadap jumlah trombosit dan tanda vital lainnya sangat penting. Dalam kasus pendarahan yang signifikan atau penurunan trombosit yang sangat rendah, transfusi trombosit mungkin diperlukan, meskipun ini jarang terjadi.

Dokter akan memberikan panduan mengenai kebersihan mulut yang lembut untuk menghindari iritasi lebih lanjut pada gusi yang rentan berdarah.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Mencegah DBD adalah langkah terbaik untuk menghindari komplikasi seperti gusi berdarah. Pencegahan berfokus pada pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor virus dengue.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menguras dan menyikat tempat penampungan air seperti bak mandi dan vas bunga secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
  • Mendaur ulang atau membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
  • Menggunakan kelambu saat tidur, terutama di daerah endemik.
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah.
  • Menggunakan losion anti nyamuk saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk di kolam.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk.

Rekomendasi Medis Halodoc

Gusi berdarah saat DBD adalah kondisi serius yang membutuhkan evaluasi medis profesional. Jika mengalami gejala demam berdarah dan gusi berdarah, segera konsultasikan dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter secara online atau membuat janji temu di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.