Ad Placeholder Image

Hal yang Perlu dan Jangan Dilakukan saat Mengalami Takikardia

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   09 Maret 2026

Takikardia berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti pingsan, stroke, gagal jantung bahkan kematian mendadak.

Hal yang Perlu dan Jangan Dilakukan saat Mengalami TakikardiaHal yang Perlu dan Jangan Dilakukan saat Mengalami Takikardia

DAFTAR ISI


Normalnya, jantung berdetak 60 sampai 100 kali setiap menitnya. Lebih dari itu, kamu perlu waspada karena bisa jadi itu tanda aritmia. Ada banyak gangguan irama jantung (aritmia) yang dapat menyebabkan takikardia. Detak jantung yang cepat mungkin sering kamu alami saat berolahraga atau gugup. Namun, beda halnya dengan takikardia. Kondisi ini bisa terjadi bahkan saat seseorang sedang beristirahat.

Saat mengalami takikardia, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari supaya kondisi ini tidak semakin memburuk. Pasalnya, takikardia yang tidak terkendali bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti gagal jantung, stroke, pingsan bahkan kematian mendadak. 

Baca juga: Begini Cara Penanganan Penyakit Takikardi atau Palpitasi di Rumah

Jangan Lakukan Ini Saat Alami Takikardia

Takikardia tidak boleh disepelekan karena risiko komplikasinya. Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat alami takikardia:

1. Hindari Kafein

Kebanyakan kopi dan teh mengandung zat kafein. Zat yang satu ini dapat meningkatkan tekanan darah dengan memicu reseptor adenosin yang kemudian mengaktifkan sistem saraf simpatik. Selain kopi dan teh, minuman berenergi juga banyak mengandung kafein bahkan dengan kandungan yang lebih tinggi. 

2. Jangan Minum Alkohol

Mirip dengan kafein, alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah yang dapat memperburuk takikardia. Bukan cuma memengaruhi tekanan darah saja, alkohol terbukti dapat memengaruhi kesehatan lambung. Artinya, akan timbul masalah kesehatan baru lagi saat kamu mengonsumsinya. 

Baca juga: Ini 9 Orang yang Berpotensi Terkena Penyakit Jantung

3. Jangan Begadang

Durasi tidur yang tepat dapat mencegah aritmia yang berhubungan dengan takikardia. Tidur juga mampu menurunkan tingkat stres dan mengembalikan tingkat energi setelah beraktivitas seharian. Sementara itu kelelahan seringkali memicu aritmia yang dapat berkembang menjadi takikardia. Untuk itu, hindari begadang dan tidur minimal 7-9 jam setiap malamnya. 

4. Berhenti Merokok

Merokok adalah sumber segala penyakit. Banyak jenis penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok, termasuk takikardia. Menurut data yang dipublikasikan oleh British Heart Foundation, bahan kimia yang terkandung dalam rokok dapat melekat pada dinding arteri. Kondisi ini membuat sistem kerja arteri yang membawa darah ke jantung tersumbat dan dapat menyebabkan serangan jantung.

5. Jangan Tunda ke Dokter

Takikardia berisiko menyebabkan berbagai komplikasi serius bahkan kematian. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan tunda memeriksakan diri ke dokter agar segera ditangani. Selain itu, pemeriksaan juga bisa mencegah potensi gejala lain yang bisa membahayakan nyawa.

Masih asing dengan bradipnea yang membuat laju pernapasan menjadi melambat? Baca selengkapnya di artikel ini: “Mengenal Bradipnea: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya“.

Gejala Takikardia yang Perlu Diwaspadai

Gejala takikardia dapat bervariasi pada setiap individu, tergantung pada jenis dan penyebabnya. Beberapa indikasi umum yang sering dirasakan meliputi:

  • Palpitasi: Perasaan jantung berdebar kencang, tidak beraturan, atau terasa melonjak di dada.
  • Sesak Napas (Dispnea): Kesulitan bernapas karena jantung tidak memompa darah secara efisien.
  • Pusing atau Lightheadedness: Penurunan aliran darah ke otak dapat menyebabkan sensasi melayang atau pening.
  • Nyeri Dada (Angina): Rasa tertekan atau nyeri pada area dada.
  • Sinkop: Kehilangan kesadaran atau pingsan secara tiba-tiba.

Setiap keluhan jantung yang disertai nyeri dada hebat harus segera mendapatkan evaluasi medis darurat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Penyebab dan Faktor Pemicu Takikardia

Takikardia dapat dipicu oleh faktor fisiologis normal maupun kondisi patologis. Faktor normal meliputi aktivitas fisik atau olahraga berat, tingkat stres yang tinggi, serta reaksi tubuh terhadap demam. Namun, terdapat faktor medis yang lebih kompleks, seperti:

  • Gangguan Sistem Kelistrikan Jantung: Kelainan jalur sinyal listrik di jantung.
  • Anemia: Kurangnya sel darah merah yang membawa oksigen memaksa jantung bekerja lebih keras.
  • Hipertiroidisme: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif dapat memicu peningkatan metabolisme dan detak jantung.
  • Konsumsi Zat Stimulan: Penggunaan kafein, alkohol, atau nikotin secara berlebihan.
  • Ketidakseimbangan Elektrolit: Gangguan kadar kalium, kalsium, atau magnesium dalam darah.

Jenis-Jenis Takikardia: SVT vs VT

Memahami jenis takikardia sangat krusial untuk menentukan langkah penanganan. Secara garis besar, takikardia dibagi berdasarkan asal gangguan listriknya:

  • Takikardia Supraventrikular (SVT): Gangguan ini berasal dari bilik atas jantung (atrium). Meskipun menimbulkan rasa tidak nyaman, SVT umumnya tidak mengancam jiwa pada individu dengan jantung sehat, namun tetap memerlukan pemantauan.
  • Takikardia Ventrikular (VT): Gangguan ini berasal dari bilik bawah jantung (ventrikel). VT sering kali dianggap lebih serius karena dapat mengganggu kemampuan ventrikel untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan berisiko berkembang menjadi fibrilasi ventrikel yang mematikan.

Hal yang Perlu Dilakukan Saat Takikardia

Saat merasakan detak jantung yang mendadak cepat, langkah-langkah berikut sangat disarankan:

  • Beristirahat Segera: Hentikan semua aktivitas fisik dan duduk atau berbaring dalam posisi rileks.
  • Teknik Pernapasan: Melakukan teknik pernapasan dalam (deep breathing) untuk membantu menenangkan sistem saraf otonom.
  • Manuver Vagal: Atas saran dokter, manuver seperti mengejan (seperti saat buang air besar) atau membasuh wajah dengan air dingin dapat membantu memperlambat detak jantung.
  • Mencatat Gejala: Perhatikan berapa lama durasi serangan dan gejala penyerta lainnya untuk dilaporkan kepada tenaga medis.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, segera hubungi layanan kesehatan atau dokter spesialis jantung melalui platform seperti Halodoc guna mendapatkan konsultasi dini.

Baca juga: Ini 6 Makanan Sehat untuk Kesehatan Jantung

Apa pun jenis takikardia yang kamu alami, kondisi ini umumnya menimbulkan gejala berupa pusing, sesak napas, nyeri dada dan palpitasi jantung.

Dalam kasus ekstrem, takikardia membuat pengidapnya tidak sadar atau mengalami serangan jantung. Masih punya pertanyaan lain seputar kondisi ini?

Jangan ragu hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya siap menjawab segala pertanyaan kamu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tachycardia.
WebMD. Diakses pada 2026. Tachycardia: Causes, Types, and Symptoms.
Penn Medicine. Diakses pada 2026. Six Do’s and Don’ts When You Have a Heart Rhythm Problem.