Ad Placeholder Image

Hal yang Perlu Dipahami seputar Terapi Ikan bagi Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Juni 2026

“Terdapat beberapa isu kesehatan mengenai terapi ikan. Oleh sebab itu, pertimbangkan dahulu sebelum melakukan terapi ini.”

Hal yang Perlu Dipahami seputar Terapi Ikan bagi KesehatanHal yang Perlu Dipahami seputar Terapi Ikan bagi Kesehatan

DAFTAR ISI


Terapi ikan, atau yang sering dikenal dengan sebutan fish spa, telah menjadi tren kesehatan dan kecantikan yang populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Praktik ini melibatkan perendaman kaki atau bagian tubuh lainnya ke dalam kolam yang berisi ratusan ikan kecil yang akan mengerumuni dan “menggigiti” kulit mati. Sensasi geli yang ditimbulkan sering kali dianggap sebagai bentuk relaksasi yang unik bagi banyak orang.

Meskipun terlihat sederhana dan menyenangkan, terapi ikan memiliki latar belakang medis yang cukup panjang, terutama dalam pengobatan kondisi kulit tertentu. Ikan yang digunakan bukan sembarang ikan, melainkan spesies khusus yang memiliki karakteristik tidak memiliki gigi namun mampu mengangkat sel kulit mati secara efektif. Di balik popularitasnya di pusat perbelanjaan dan tempat wisata, penting bagi kita untuk memahami apa sebenarnya manfaat dan risiko yang menyertai prosedur ini.

Memahami kondisi kesehatan kulit sebelum mencoba terapi ini sangatlah krusial. Pasalnya, kondisi kulit setiap orang berbeda-beda, dan apa yang bermanfaat bagi satu orang belum tentu aman bagi orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai prosedur ini agar kamu bisa mendapatkan manfaat maksimal tanpa membahayakan kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

Nah, mau tahu apa saja manfaat, risiko, hingga hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mencoba terapi ikan? Berikut ulasannya!

Apa itu Terapi Ikan?

Terapi ikan menggunakan spesies ikan bernama Garra rufa, yang berasal dari daerah Timur Tengah, khususnya Turki, Irak, Iran, dan Suriah. Ikan ini sering dijuluki sebagai “doctor fish” karena kemampuannya untuk mengonsumsi sel-sel kulit mati tanpa melukai jaringan kulit yang sehat di bawahnya. Fenomena ini pertama kali ditemukan di kolam air panas alami di Turki, di mana penduduk setempat menyadari bahwa ikan-ikan ini membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Berbeda dengan metode eksfoliasi kimiawi atau mekanis yang menggunakan scrub, Garra rufa bekerja secara selektif. Mereka tertarik pada area kulit yang kasar, menebal, atau bersisik. Karena tidak memiliki gigi, mereka menggunakan gerakan menghisap untuk melepaskan keratin atau kulit mati. Selain Garra rufa, terkadang ada tempat yang menggunakan ikan Chin Chin, namun spesies ini lebih berisiko karena mereka memiliki gigi yang bisa tumbuh dan berpotensi menyebabkan luka kecil atau infeksi.

Dalam skala profesional, terapi ini dilakukan di kolam atau akuarium khusus yang dilengkapi dengan sistem filtrasi air yang canggih. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan air dari sisa-sisa kulit mati dan kotoran lainnya. Durasi terapi biasanya berlangsung selama 15 hingga 30 menit, tergantung pada kebutuhan dan kenyamanan pengguna.

Manfaat Terapi Ikan bagi Kesehatan

Banyak orang melakukan terapi ikan dengan tujuan utama relaksasi dan estetika. Namun, secara medis, ada beberapa manfaat yang diklaim berkaitan dengan kesehatan kulit dan sirkulasi darah:

1. Eksfoliasi Sel Kulit Mati Secara Alami

Manfaat paling nyata dari terapi ikan adalah pengangkatan sel kulit mati. Kaki sering kali memiliki tumpukan keratin yang menebal, terutama di bagian tumit dan telapak kaki. Ikan Garra rufa akan mengonsumsi bagian yang kasar ini, sehingga setelah terapi, kulit biasanya terasa lebih halus dan lembut. Ini adalah cara alami untuk membersihkan pori-pori kulit dari sisa-sisa kotoran yang menyumbat.

2. Membantu Menangani Gejala Psoriasis

Di negara asalnya, Turki, terapi ini sudah lama digunakan sebagai pengobatan pendamping untuk penderita psoriasis. Ikan-ikan ini membantu mengangkat sisik kering yang tebal akibat psoriasis, sehingga obat oles yang diresepkan dokter dapat meresap lebih baik ke dalam kulit. Selain itu, ada teori yang menyatakan bahwa air liur ikan Garra rufa mengandung enzim yang disebut dithranol (anthralin), yang diketahui dapat membantu regenerasi kulit meskipun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

3. Menstimulasi Sirkulasi Darah

Gerakan menghisap dan getaran kecil yang dihasilkan oleh ratusan ikan saat mengerumuni kaki berfungsi seperti pijatan mikro. Stimulasi ini dapat membantu melancarkan aliran darah di area ekstremitas bawah. Sirkulasi darah yang baik sangat penting untuk penyaluran nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh, serta membantu dalam proses pembuangan sisa metabolisme.

4. Efek Relaksasi dan Pengurang Stres

Sensasi geli yang ditimbulkan saat ikan bekerja sering kali memicu tawa atau senyum, yang secara alami melepaskan endorfin dalam tubuh. Berada dalam lingkungan spa yang tenang ditambah sensasi unik ini dapat membantu menurunkan kadar hormon stres (kortisol). Banyak pengguna melaporkan perasaan lebih tenang dan segar setelah melakukan sesi fish spa.

5. Menghilangkan Bau Kaki

Bau kaki sering kali disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak pada keringat dan sel kulit mati. Dengan hilangnya tumpukan kulit mati melalui terapi ikan, tempat berkembang biaknya bakteri berkurang secara signifikan, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap pada kaki.

Tips Sebelum Melakukan Terapi Ikan
  1. Pastikan kaki dalam keadaan bersih dan tidak ada luka terbuka.
  2. Cek kebersihan air dan fasilitas tempat terapi (pastikan ada sistem filtrasi).
  3. Hindari mencukur bulu kaki atau menggunakan lotion tepat sebelum terapi.

Risiko dan Efek Samping Terapi Ikan

Meskipun memiliki beragam manfaat, otoritas kesehatan di beberapa negara (seperti beberapa negara bagian di Amerika Serikat dan Inggris) telah mengeluarkan peringatan atau bahkan larangan terhadap praktik ini karena beberapa alasan keamanan:

1. Risiko Infeksi Menular Melalui Air

Masalah utama adalah kebersihan air. Tidak seperti peralatan manikur yang bisa disterilisasi dengan panas (autoklaf), ikan adalah makhluk hidup yang tidak bisa disterilisasi. Air dalam kolam ikan tidak mungkin mengandung klorin dalam kadar tinggi karena akan membunuh ikan tersebut. Akibatnya, bakteri dari satu pelanggan dapat dengan mudah berpindah ke pelanggan lainnya melalui air atau ikan itu sendiri.

2. Penyebaran Bakteri Zoonosis

Beberapa jenis bakteri seperti Streptococcus agalactiae atau Mycobacterium marinum dapat hidup pada ikan dan menular ke manusia. Jika seseorang memiliki daya tahan tubuh lemah atau luka kecil yang tidak terlihat, bakteri ini bisa menyebabkan infeksi kulit yang serius.

3. Penyakit Menular Lewat Darah

Secara teoretis, jika seseorang yang mengidap penyakit menular lewat darah (seperti Hepatitis B, C, atau HIV) mengalami perdarahan saat terapi, dan orang berikutnya juga memiliki luka terbuka, ada risiko kecil penularan. Meskipun risikonya dianggap sangat rendah oleh para ahli, risiko tersebut tetap ada jika standar kebersihan tidak terjaga ketat.

Jika kamu mengalami keluhan kulit yang tidak kunjung sembuh, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat sebelum mencoba pengobatan alternatif seperti terapi ikan.

Tips Aman Melakukan Terapi Ikan

Jika kamu tetap ingin mencoba sensasi terapi ikan, berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang perlu diperhatikan:

  • Periksa Kondisi Tubuh: Jangan pernah melakukan terapi jika kamu memiliki luka, koreng, gigitan nyamuk yang baru digaruk, atau kulit yang sedang meradang.
  • Observasi Tempat Spa: Pastikan tempat tersebut memiliki izin usaha yang jelas. Perhatikan apakah airnya terlihat jernih atau keruh. Tanyakan seberapa sering air diganti dan bagaimana sistem filtrasi bekerja.
  • Cuci Kaki Terlebih Dahulu: Tempat spa yang baik akan mewajibkan setiap pelanggan mencuci kaki dengan sabun antiseptik sebelum masuk ke kolam ikan.
  • Hindari bagi Penderita Diabetes: Penderita diabetes sangat disarankan untuk menghindari terapi ikan karena mereka sering kali mengalami penurunan sensivitas saraf (neuropati) dan proses penyembuhan luka yang lambat, sehingga luka kecil akibat ikan bisa berakibat fatal.

Untuk menjaga kesehatan kulit dari rumah secara rutin, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan pelembap atau sabun antiseptik yang direkomendasikan dokter.

Studi Mengenai Terapi Ikan bagi Penderita Psoriasis

Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kombinasi antara terapi ikan Garra rufa dan paparan sinar UV (helioterapi) memberikan hasil yang signifikan dalam mengurangi plak psoriasis. Studi ini dilakukan di fasilitas medis di Turki dan Austria.

Temuan utama menunjukkan bahwa pasien yang menjalani terapi ini selama 3 minggu mengalami perbaikan kondisi kulit yang lebih cepat dibandingkan terapi konvensional saja. Namun, studi ini menekankan bahwa prosedur dilakukan dalam lingkungan medis yang terkontrol secara higienis, bukan di salon kecantikan umum. Hal ini mempertegas pentingnya faktor kebersihan dalam pelaksanaan terapi.

Jika gejala gangguan kulit yang kamu alami tidak membaik setelah mencoba berbagai cara, segera hubungi tenaga medis profesional. Jangan menunda penanganan medis jika muncul tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau nanah setelah melakukan terapi ikan.

Kamu bisa mendapatkan produk perawatan kulit di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. Fish Spa: Benefits, Risks, and Safety.
Medical News Today. Diakses pada 2024. What are the benefits of a fish pedicure?.
Journal of Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. Diakses pada 2024. Ichthyotherapy as an Alternative Treatment for Psoriasis.
WebMD. Diakses pada 2024. The Safety of Fish Pedicures.

FAQ

1. Apakah terapi ikan sakit?

Tidak, terapi ikan tidak terasa sakit karena ikan Garra rufa tidak memiliki gigi. Sensasi yang dirasakan umumnya adalah geli yang intens seperti terkena aliran listrik statis ringan atau pijatan kecil.

2. Berapa lama durasi terapi ikan yang disarankan?

Durasi yang disarankan biasanya antara 15 hingga 30 menit. Terlalu lama merendam kaki bisa membuat kulit menjadi terlalu lunak dan rentan terhadap iritasi atau luka kecil.

3. Siapa saja yang tidak boleh melakukan terapi ikan?

Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah (seperti penderita kanker atau HIV), penderita diabetes, penderita dermatitis aktif, atau siapa pun yang memiliki luka terbuka dan infeksi jamur pada kaki sebaiknya menghindari terapi ini.

4. Apakah ikan yang digunakan benar-benar memakan kulit mati?

Ya, secara alami ikan Garra rufa memakan kulit mati (keratin) sebagai bagian dari diet mereka, terutama jika ketersediaan makanan lain di lingkungan tersebut terbatas.


Punya Masalah Kulit atau Ingin Mencoba Terapi Ikan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan kulit atau bingung apakah terapi ikan aman untuk kondisimu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.