Ad Placeholder Image

Hal yang Perlu Dipahami seputar Terapi Ikan bagi Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Juni 2026

“Terdapat beberapa isu kesehatan mengenai terapi ikan. Oleh sebab itu, pertimbangkan dahulu sebelum melakukan terapi ini.”

Hal yang Perlu Dipahami seputar Terapi Ikan bagi KesehatanHal yang Perlu Dipahami seputar Terapi Ikan bagi Kesehatan

Ringkasan: Ikan terapi atau fish spa adalah prosedur kosmetik dan medis alternatif menggunakan ikan Garra rufa untuk mengangkat sel kulit mati (eksfoliasi). Metode ini digunakan untuk menghaluskan kulit serta membantu meredakan gejala psoriasis, namun memerlukan standar sanitasi ketat guna mencegah risiko infeksi bakteri atau penularan penyakit kulit.

Apa Itu Ikan Terapi?

Ikan terapi adalah praktik perendaman bagian tubuh, biasanya kaki, ke dalam bak berisi ikan kecil jenis Garra rufa (doctor fish). Ikan ini akan memakan jaringan kulit mati (debris) tanpa melukai lapisan kulit sehat di bawahnya karena spesies ini tidak memiliki gigi. Proses ini menciptakan sensasi getaran halus yang sering dianggap memberikan efek relaksasi bagi pengguna.

Praktik ini awalnya berasal dari Turki dan digunakan sebagai terapi komplementer untuk penderita kondisi kulit tertentu. Selain untuk tujuan estetika seperti menghaluskan kulit kaki, metode ini juga dikenal luas dalam pengobatan alternatif untuk mengurangi penebalan kulit pada pengidap psoriasis (peradangan kulit kronis). Garra rufa diketahui melepaskan enzim dithranol yang diyakini mendukung regenerasi sel kulit.

“Terapi menggunakan Garra rufa dapat menjadi pilihan pendamping dalam manajemen psoriasis untuk mengangkat sisik kulit, namun harus dilakukan di fasilitas yang mengutamakan higienitas air.” — Kemenkes RI, 2023

Gejala Infeksi Akibat Ikan Terapi

Gejala infeksi akibat ikan terapi biasanya muncul pada area kulit yang terendam atau pada bekas luka kecil yang terbuka. Reaksi yang paling umum meliputi kemerahan (eritema), rasa gatal yang hebat (pruritus), dan munculnya bintil-bintil kecil di permukaan kulit. Jika terjadi kontaminasi bakteri, area tersebut dapat mengalami pembengkakan dan terasa hangat saat disentuh.

Pada kasus yang lebih serius, gejala dapat berkembang menjadi munculnya nanah (pustula) atau keropeng yang sulit sembuh. Beberapa pasien juga melaporkan adanya bercak bersisik atau perubahan warna kulit setelah melakukan prosedur ini. Gejala sistemik seperti demam atau malaise (lemas) jarang terjadi, kecuali jika infeksi telah menyebar ke jaringan yang lebih dalam atau aliran darah.

Tanda-Tanda Infeksi Bakteri Marinum

Infeksi Mycobacterium marinum sering dikaitkan dengan penggunaan fasilitas air yang tidak steril. Gejala spesifiknya meliputi benjolan keras (nodul) yang tumbuh secara perlahan di area kaki atau tangan. Nodul ini sering kali tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya, namun dapat berkembang menjadi luka terbuka (ulserasi) yang memerlukan perawatan medis jangka panjang.

Penyebab Risiko Kesehatan pada Terapi Ikan

Penyebab risiko kesehatan pada ikan terapi terutama berasal dari kualitas air yang tidak terjaga dan penggunaan bak secara bergantian oleh banyak orang. Bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus atau Streptococcus dapat berkembang biak dengan cepat dalam air hangat. Selain itu, ikan itu sendiri dapat menjadi vektor (pembawa) bakteri jika mereka dipindahkan dari kolam yang terkontaminasi.

Risiko penularan penyakit meningkat drastis jika pengguna memiliki luka terbuka, lecet, atau baru saja melakukan pencukuran bulu kaki (waxing/shaving). Luka mikroskopis menjadi jalur masuk utama bagi mikroorganisme berbahaya. Meskipun risiko penularan virus melalui darah seperti Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV dianggap sangat rendah oleh otoritas kesehatan, risiko tersebut tetap ada jika terdapat pertukaran darah dalam air.

“Risiko penularan patogen melalui darah (blood-borne viruses) di fasilitas umum sangat rendah, namun kontaminasi bakteri lingkungan dalam air tetap menjadi ancaman utama bagi pengguna dengan sistem imun lemah.” — CDC, 2024

Diagnosis Masalah Kulit Terkait Ikan Terapi

Diagnosis masalah kulit akibat ikan terapi dimulai dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai riwayat kunjungan ke fasilitas fish spa. Dokter akan memeriksa karakteristik ruam, lokasi benjolan, dan adanya tanda-tanda peradangan akut. Pemeriksaan fisik difokuskan pada integritas kulit di area yang terpapar air terapi untuk menentukan luasnya infeksi.

Jika dicurigai adanya infeksi bakteri atau jamur, dokter mungkin melakukan prosedur biopsi kulit atau pengambilan sampel cairan (swab) dari luka. Sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pembiakan (kultur) guna mengidentifikasi jenis mikroorganisme yang terlibat. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa terapi antibiotik atau antijamur yang diberikan bersifat tepat sasaran.

Cara Penanganan Efek Samping Ikan Terapi

Cara penanganan efek samping ikan terapi bergantung pada tingkat keparahan gejala yang muncul. Untuk iritasi ringan, penggunaan kompres dingin dan krim hidrokortison (salep pereda peradangan) biasanya cukup untuk meredakan gatal dan kemerahan. Area yang terinfeksi harus dijaga tetap kering dan bersih guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Apabila diagnosis menunjukkan adanya infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik topikal (salep) atau oral (obat minum). Pengobatan untuk infeksi mikobakterium mungkin memerlukan kombinasi beberapa jenis obat dalam jangka waktu beberapa bulan. Pasien dilarang melakukan manipulasi pada luka, seperti memencet benjolan, karena dapat memicu penyebaran infeksi ke area kulit yang sehat.

Pencegahan Penularan Penyakit saat Terapi Ikan

Pencegahan penularan penyakit saat ikan terapi dimulai dengan memilih fasilitas yang memiliki sertifikasi sanitasi resmi. Pastikan pengelola mengganti air secara berkala dan menggunakan sistem filtrasi sinar ultraviolet (UV) untuk membunuh kuman. Staf fasilitas seharusnya melakukan pemeriksaan awal pada kaki setiap pelanggan untuk memastikan tidak ada luka terbuka atau tanda-tanda infeksi jamur sebelum diizinkan masuk ke bak.

Hindari melakukan pencukuran bulu kaki setidaknya 24 jam sebelum melakukan prosedur ikan terapi guna mencegah adanya luka mikro. Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes melitus (gangguan gula darah) atau sistem imun rendah (immunocompromised), sangat disarankan untuk menghindari praktik ini. Pengidap penyakit menular kulit juga tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas umum demi melindungi pengguna lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan konsultasi medis jika muncul gejala seperti demam, garis kemerahan yang menjalar dari area terapi (lymphangitis), atau luka yang tidak kunjung kering. Perubahan kondisi kulit yang mendadak setelah prosedur ikan terapi harus segera dievaluasi untuk mencegah kerusakan jaringan permanen atau infeksi sistemik yang membahayakan nyawa.

Jika terjadi keluhan yang mencurigakan, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan dini. Diagnosis yang cepat dapat mencegah infeksi kulit ringan berkembang menjadi kondisi kronis yang memerlukan prosedur pembedahan atau perawatan intensif di rumah sakit.

Kesimpulan

Ikan terapi menawarkan manfaat eksfoliasi alami dan bantuan bagi penderita psoriasis melalui aksi ikan Garra rufa. Namun, risiko infeksi bakteri dan penularan penyakit kulit tetap mengintai jika standar kebersihan air dan prosedur skrining pengguna diabaikan. Pastikan untuk selalu memeriksa kondisi fisik sebelum memulai terapi dan pilihlah fasilitas yang menjamin sterilisasi peralatan secara menyeluruh. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.