• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Gastroparesis

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Gastroparesis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Gastroparesis

Halodoc, Jakarta - Gastroparesis adalah kondisi yang memengaruhi gerakan normal otot (motilitas) di perut secara spontan. Normalnya, kontraksi otot yang kuat mendorong makanan melalui saluran pencernaan. Namun, ketika kamu mengalami gastroparesis, motilitas perut melambat atau tidak berfungsi sama sekali, sehingga perut tidak dapat dikosongkan dengan baik. 

Saat kamu mengalami gastroparesis, hal yang terjadi tubuh yaitu terganggunya pencernaan, menyebabkan mual dan muntah. Kondisi ini juga menyebabkan masalah pada kadar gula darah dan nutrisi. Gastroparesis dapat terjadi akibat komplikasi diabetes, dan beberapa orang bisa mengalami gastroparesis setelah operasi. 

Baca juga: 5 Pemeriksaan untuk Deteksi Adanya Gastroparesis

Ketahui Gejala Gastroparesis

Gejala gastroparesis dapat berkisar dari ringan hingga berat, yaitu:

  • Sakit perut bagian atas;
  • Mual;
  • Muntah;
  • Kehilangan selera makan;
  • Kembung;
  • Merasa kenyang setelah hanya makan sedikit;
  • Malnutrisi;
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan.

Penyebab pasti dari gastroparesis belum diketahui. Namun dalam banyak kasus, gastroparesis diyakini disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengontrol otot perut (saraf vagus). 

Saraf vagus membantu mengelola proses kompleks di saluran pencernaan tubuh, termasuk memberi isyarat kepada otot perut untuk berkontraksi dan mendorong makanan ke dalam usus kecil. Saraf vagus yang rusak tidak dapat mengirimkan sinyal secara normal ke otot perut. Hal ini menyebabkan makanan tetap berada di perut lebih lama, dibandingkan berpindah secara normal ke dalam usus kecil untuk dicerna. 

Baca juga: Pola Makan yang Tepat untuk Pengidap Gastroparesis

Saraf vagus dapat rusak karena penyakit, seperti diabetes, atau karena pembedahan pada perut atau usus kecil. Faktor risiko yang meningkatkan risiko gastroparesis, yaitu:

  • Diabetes;
  • Operasi perut atau esofagus;
  • Infeksi, biasanya virus;
  • Obat-obatan tertentu yang memperlambat laju pengosongan perut, seperti obat nyeri;
  • Narkotik;
  • Skleroderma (penyakit jaringan ikat);
  • Penyakit sistem saraf, seperti penyakit Parkinson atau multiple sclerosis;
  • Hipotiroidisme (tiroid rendah).

Perawatan untuk Pengidap Gastroparesis

Tergantung apa penyebabnya, gastroparesis dapat menjadi kronis, yang artinya dapat berlangsung lama. Kamu perlu mengambil langkah untuk mengelola dan mengontrolnya dengan cara berikut:

  • Mengubah Pola Makan

Mengubah kebiasaan makan adalah cara terbaik untuk mengontrol gejala gastroparesis. Kamu bisa mencoba makan enam porsi kecil setiap hari dibanding tiga porsi besar. Melalui cara ini, kamu memiliki lebih sedikit makanan di perut dan tidak merasa kenyang. 

Makan lebih banyak cairan dan makanan dengan residu rendah, seperti saus apel dibanding apel utut. Minumlah banyak air dan cairan seperti kaldu rendah lemak, sup, jus, dan minuman olahraga. Hindari makanan berlemak tinggi yang memperlambat pencernaan dan makanan berserat tinggi yang lebih sulit dicerna. 

  • Pengobatan 

Jika kamu melakukan pengobatan, maka dokter mungkin akan memberikan obat-obatan termasuk:

  1. Metoclopramide (Reglan), untuk membantu mengatasi sakit perut dan muntah.
  2. Eritromisin, antibiotik ini juga menyebabkan kontraksi perut dan membantu mengeluarkan makanan. 
  3. Antiemetik, obat ini membantu mengendalikan mual. 

Baca juga: Diabetes Meningkatkan Risiko Alami Gastroparesis

Perawatan Lain untuk Gastroparesis

Jika kamu mengalami diabetes, mengontrol kadar gula darah akan menghindarkan kamu dari masalah serius. Sampaikan masalah yang kamu alami terkait gastroparesis pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter mungkin perlu memberi kamu selang makanan atau selang jejunostomy. 

Selang makan dimasukkan melalui perut dan ke dalam usus kecil. Untuk memberi makan diri kamu sendiri, kamu akan memasukkan nutrisi ke dalam tabung dan nutrisi tersebut akan langsung masuk ke usus kecil. Dengan cara ini, nutrisi akan melewatkan perut dan masuk ke aliran darah lebih cepat. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Gastroparesis
Healthline. Diakses pada 2020. Gastroparesis
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gastroparesis