Harga Salep Sagestam: Update Terbaru & Lengkap!

Ringkasan Salep Sagestam
Salep Sagestam, yang mengandung Gentamicin, adalah antibiotik topikal yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit, mata, dan telinga. Harga salep ini bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran, dan penting untuk mendapatkan dan menggunakannya sesuai resep dokter.
Apa Itu Salep Sagestam?
Sagestam adalah salep yang mengandung Gentamicin, antibiotik golongan aminoglikosida. Obat ini efektif melawan berbagai jenis bakteri penyebab infeksi. Sagestam tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk krim, salep mata, dan tetes telinga/mata, yang masing-masing diformulasikan untuk mengatasi infeksi spesifik.
Gentamicin bekerja dengan cara menghambat sintesis protein pada bakteri, sehingga menghentikan pertumbuhan dan penyebarannya. Karena termasuk obat keras, penggunaan Sagestam harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter.
Harga Salep Sagestam
Harga salep Sagestam bervariasi tergantung pada bentuk sediaan dan ukuran kemasan. Berikut adalah estimasi harga per Februari 2026:
- Sagestam Cream 0.1% (10 gr): Rp 18.000 – Rp 23.000
- Sagestam Salep Mata 3.5 gr: Rp 47.000 – Rp 61.000
- Sagestam Tetes Mata/Telinga 5 ml: Rp 44.000
Perlu diingat bahwa harga di atas adalah estimasi dan dapat berbeda di setiap apotek, baik offline maupun online seperti K24Klik dan Medicastore.
Kegunaan Salep Sagestam
Sagestam digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, tergantung pada bentuk sediaan:
- Sagestam Cream: Mengobati infeksi kulit seperti impetigo, folikulitis, dan luka terinfeksi.
- Sagestam Salep Mata: Mengatasi infeksi mata seperti konjungtivitis (mata merah) dan blefaritis (radang kelopak mata).
- Sagestam Tetes Mata/Telinga: Mengobati infeksi telinga luar (otitis eksterna) dan infeksi mata.
Penggunaan Sagestam harus sesuai dengan petunjuk dokter untuk memastikan efektivitas pengobatan dan mencegah resistensi bakteri.
Cara Penggunaan Salep Sagestam
Cara penggunaan Sagestam berbeda-beda tergantung pada bentuk sediaan dan jenis infeksi:
- Sagestam Cream: Oleskan tipis-tipis pada area kulit yang terinfeksi, biasanya 2-3 kali sehari. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan krim.
- Sagestam Salep Mata: Oleskan sedikit salep ke dalam kantung mata bagian bawah. Hindari menyentuh ujung tube salep dengan mata atau tangan untuk mencegah kontaminasi.
- Sagestam Tetes Mata/Telinga: Teteskan sesuai dosis yang dianjurkan dokter ke dalam mata atau telinga yang terinfeksi. Pastikan ujung botol tidak menyentuh permukaan apapun.
Selalu ikuti petunjuk dokter atau apoteker mengenai dosis dan frekuensi penggunaan. Jangan gunakan Sagestam lebih sering atau lebih lama dari yang direkomendasikan.
Efek Samping Salep Sagestam
Meskipun jarang terjadi, Sagestam dapat menyebabkan efek samping, antara lain:
- Iritasi, gatal, atau kemerahan pada area aplikasi.
- Reaksi alergi, seperti ruam, biduran, atau kesulitan bernapas (sangat jarang).
Jika mengalami efek samping yang serius atau tidak membaik setelah beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter.
Peringatan dan Perhatian
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Sagestam:
- Informasikan kepada dokter jika memiliki alergi terhadap Gentamicin atau antibiotik aminoglikosida lainnya.
- Beritahu dokter jika memiliki masalah ginjal atau gangguan pendengaran.
- Hindari penggunaan Sagestam pada area kulit yang luas atau luka terbuka tanpa konsultasi dokter.
- Sagestam salep mata tidak boleh digunakan untuk jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Sagestam jika sedang hamil atau menyusui.
Interaksi Obat
Penggunaan Sagestam bersamaan dengan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan interaksi. Konsultasikan dengan dokter mengenai semua obat yang sedang digunakan, termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal.
Rekomendasi Halodoc
Sagestam adalah obat keras yang efektif mengatasi infeksi bakteri pada kulit, mata, dan telinga. Penting untuk menggunakan obat ini sesuai resep dokter dan mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat. Jika mengalami gejala infeksi, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu karena dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri.



