Hati-Hati Getah Lidah Buaya! Ini Cara Aman Pakainya

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Produk Perawatan dan Pengobatan
- Dampak Buruk Getah Lidah Buaya Jika Tidak Dibuang
- Studi Mengenai Toksisitas Aloin
- FAQ
Lidah buaya atau Aloe vera sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal sejuta umat. Dari merawat kesehatan rambut, melembapkan kulit wajah, hingga meredakan luka bakar ringan, tanaman ini memang memiliki manfaat yang luar biasa. Banyak orang di Indonesia sering kali memetik langsung lidah buaya dari pekarangan rumah untuk digunakan sebagai perawatan alami. Namun, ada satu hal krusial yang sering kali terlewatkan oleh banyak orang: getah kuning lidah buaya wajib dibuang sebelum dagingnya digunakan.
Getah kuning tersebut dikenal dengan sebutan aloin atau lateks lidah buaya. Berbeda dengan gel bening yang kaya akan air dan nutrisi menenangkan, getah kuning ini justru mengandung senyawa kimia yang bersifat sangat iritatif. Jika mengenai kulit wajah yang sensitif, getah ini bisa memicu gatal-gatal, kemerahan, sensasi terbakar, hingga dermatitis kontak. Lebih parah lagi, jika tertelan dalam jumlah tertentu, aloin bertindak sebagai obat pencahar keras yang bisa menyebabkan kram perut hebat dan diare. Oleh karena itu, jika kamu mengalami keluhan kulit kemerahan, gatal, atau iritasi berkepanjangan setelah menggunakan lidah buaya mentah, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri.
Membersihkan getah lidah buaya sebenarnya tidak sulit. Kamu hanya perlu memotong bagian pangkal daun, lalu mendirikannya selama 15 hingga 30 menit agar cairan kuningnya menetes habis. Setelah itu, cuci bersih dengan air mengalir sebelum memisahkan kulit hijau dan mengambil gel beningnya. Meski begitu, proses ini terkadang merepotkan dan masih menyisakan risiko jika tidak dilakukan dengan benar. Untuk menghindari risiko iritasi, banyak ahli kesehatan yang menyarankan agar kamu membeli produk perawatan kulit dan obat yang terjamin aman yang sudah diekstrak dan dibersihkan dari senyawa aloin.
Nah, mau tahu apa saja pilihan produk yang aman sebagai pengganti lidah buaya mentah, serta obat untuk mengatasi iritasi jika kamu terlanjur terkena getah kuningnya? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Produk Perawatan dan Pengobatan
Jika kamu mencari alternatif lidah buaya yang 100% bebas dari getah kuning beracun, atau sedang mencari solusi untuk mengatasi efek samping akibat getah lidah buaya yang tidak dibuang dengan bersih, berikut adalah beberapa produk rekomendasi yang tersedia secara umum dan aman digunakan.
1. Nature Republic Aloe Vera 92% Soothing Gel 300 ml
Daripada repot memotong dan memastikan getah kuning lidah buaya sudah terbuang sempurna, menggunakan gel lidah buaya kemasan adalah pilihan yang jauh lebih aman dan praktis. Produk ini mengandung 92% ekstrak lidah buaya murni (Aloe barbadensis leaf extract) yang telah diproses secara klinis untuk memisahkan senyawa aloin yang memicu iritasi. Kandungan aktif lainnya meliputi ekstrak calendula dan hyaluronic acid yang bekerja sama untuk mengunci kelembapan kulit.
Cara kerja produk ini adalah dengan memberikan efek pendinginan instan (soothing) pada kulit, sekaligus membentuk lapisan pelindung yang mencegah penguapan air dari epidermis. Manfaat utamanya adalah meredakan kulit kemerahan akibat paparan sinar matahari, melembapkan kulit kering, serta memberikan sensasi segar tanpa rasa lengket.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan secukupnya pada wajah atau bagian tubuh lain yang membutuhkan kelembapan.
- Dapat digunakan setiap hari, pagi dan malam, atau kapan pun kulit terasa kering dan perih.
Produk ini termasuk kosmetik/perawatan kulit bebas yang aman digunakan sehari-hari untuk semua usia.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Nature Republic Aloe Vera 92% Soothing Gel 300 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Caladine Lotion 60 ml
Jika kamu sudah terlanjur mengoleskan lidah buaya mentah tanpa membuang getahnya dan kini mengalami gatal-gatal, ruam kemerahan, atau dermatitis kontak, Caladine Lotion adalah solusi pertolongan pertama yang sangat efektif. Obat luar ini memiliki kandungan aktif Calamine 5%, Zinc Oxide 10%, dan Diphenhydramine HCl 2%.
Kombinasi Calamine dan Zinc Oxide bekerja sebagai astringent ringan dan agen penenang kulit yang mengurangi rasa perih serta peradangan. Sementara itu, Diphenhydramine bekerja sebagai antihistamin lokal yang secara langsung memblokir histamin di area kulit yang iritasi, sehingga sensasi gatal akibat alergi getah lidah buaya bisa segera mereda.
Dosis dan aturan pakai:
- Bersihkan area kulit yang gatal dengan air bersih, lalu keringkan.
- Oleskan Caladine Lotion pada area yang terdampak 2 hingga 4 kali sehari.
- Gunakan secukupnya hanya pada area kulit yang bermasalah.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hindari penggunaan pada luka yang terbuka atau bernanah.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Caladine Lotion 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Langkah Tepat Membuang Getah Lidah Buaya
- Potong pangkal daun lidah buaya yang baru dipetik.
- Posisikan daun secara vertikal (berdiri) di dalam gelas atau wadah selama 15-30 menit hingga cairan kuning (aloin) menetes sepenuhnya.
- Cuci sisa getah kuning di ujung potongan dengan air mengalir.
- Kupas kulit hijau lidah buaya, lalu bilas kembali daging gel beningnya hingga tidak terasa licin berlebihan atau berbau tajam.
3. Norit 40 Tablet
Terkadang, lidah buaya juga diolah menjadi minuman kesehatan alami. Bahayanya, jika getah kuning ini tidak dibuang bersih dan ikut tertelan, efeknya bisa menyerang saluran pencernaan. Aloin adalah laksatif (pencahar) stimulan yang sangat kuat. Jika tertelan, ia dapat menyebabkan kram perut yang sangat menyakitkan dan diare cair. Untuk mengatasi hal ini, Norit bisa menjadi pertolongan pertama.
Norit mengandung Activated Charcoal (karbon aktif) atau arang aktif. Cara kerjanya sangat unik, yaitu melalui proses adsorpsi (penyerapan). Di dalam saluran cerna, arang aktif akan mengikat racun, gas, dan zat-zat yang mengiritasi (termasuk residu aloin), kemudian membuangnya bersama dengan feses.
Manfaat spesifik dari Norit adalah menghentikan diare, mengurangi kembung, dan menetralkan racun ringan di dalam lambung dan usus akibat keracunan makanan atau zat tanaman tertentu.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 3-4 tablet, diminum 3 kali sehari.
- Maksimal penggunaan adalah 12 tablet per hari, atau sesuai dengan petunjuk pada kemasan.
- Minum dengan segelas air putih yang cukup.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Aman digunakan sebagai pertolongan pertama. Jika diare berlanjut lebih dari 2 hari, segera konsultasikan ke dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Norit 40 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Dampak Buruk Getah Lidah Buaya Jika Tidak Dibuang
1. Iritasi dan Dermatitis Kontak
Kulit manusia memiliki pelindung alami (skin barrier). Saat getah kuning (aloin) menempel pada kulit, senyawa antrakuinon di dalamnya akan merusak protein pada permukaan kulit. Hal ini memicu sistem imun melepaskan histamin, yang berujung pada ruam kemerahan, rasa panas seperti terbakar, dan gatal yang menyiksa. Kondisi ini sering disebut sebagai dermatitis kontak iritan.
2. Gangguan Pencernaan dan Diare Hebat
Pada masa lalu, getah lidah buaya memang digunakan sebagai obat pencahar medis. Namun, penggunaannya kini sangat dibatasi karena efek sampingnya yang berbahaya. Mengonsumsi aloin tanpa takaran yang jelas dapat menyebabkan kontraksi usus yang tidak terkendali, kram perut, hingga hilangnya elektrolit penting dari dalam tubuh akibat diare yang terus-menerus.
Studi Mengenai Toksisitas Aloin
National Toxicology Program (NTP) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa paparan ekstrak utuh lidah buaya yang tidak dihilangkan warna kuningnya (mengandung aloin) dapat memicu aktivitas karsinogenik dan iritasi saluran cerna pada hewan uji.
Studi ini mempertegas pentingnya proses pemurnian lidah buaya. Para peneliti menemukan bahwa senyawa antrakuinon, khususnya aloin A dan aloin B, merupakan agen iritatif utama. Oleh karena itu, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat bahkan telah melarang penggunaan lateks lidah buaya dalam obat pencahar komersial yang dijual bebas karena potensi berbahayanya jika tidak diproses dengan standar pabrik yang ketat.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Jika iritasi kulit atau masalah pencernaan akibat lidah buaya tidak kunjung membaik setelah 2-3 hari, jangan ragu untuk memeriksakan diri. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami kapan saja dan di mana saja melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Aloe.
National Institute of Environmental Health Sciences. Diakses pada 2024. Aloe Vera.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Can You Eat Aloe Vera?
PubMed Central. Diakses pada 2024. Evaluation of the Nutritional and Metabolic Effects of Aloe vera.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Diakses pada 2024. Pedoman Keamanan Kosmetik Berbahan Alam.
FAQ
1. Mengapa getah lidah buaya wajib dibuang sebelum digunakan?
Getah lidah buaya yang berwarna kuning mengandung senyawa aloin (lateks). Senyawa ini bersifat sangat iritatif dan beracun, yang bisa menyebabkan gatal, kemerahan pada kulit, hingga diare parah jika tanpa sengaja tertelan.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meniriskan getah lidah buaya?
Untuk memastikan getahnya keluar semua, berdirikan potongan daun lidah buaya secara vertikal ke dalam wadah selama kurang lebih 15 hingga 30 menit. Setelah itu, pastikan untuk mencucinya dengan air mengalir.
3. Apakah aman menggunakan lidah buaya yang ditanam sendiri untuk wajah?
Aman, asalkan kamu benar-benar disiplin dalam membuang getah kuningnya dan mencuci daging gelnya hingga bersih. Namun, jika kamu memiliki kulit yang sangat sensitif, menggunakan produk gel lidah buaya kemasan yang sudah diekstraksi jauh lebih disarankan dan minim risiko iritasi.
4. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur terkena getah kuning lidah buaya dan kulit menjadi gatal?
Segera bilas area kulit tersebut dengan air mengalir dan sabun yang lembut. Keringkan, lalu oleskan losion penenang kulit atau obat anti-gatal yang mengandung Calamine. Jika gatal dan bengkak tidak mereda, segera konsultasikan dengan dokter kulit.



