• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Turunkan Percaya Diri Anak

Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Turunkan Percaya Diri Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Banyak yang beranggapan kalau orang-orang yang percaya diri biasanya sukses dalam kehidupannya. Percaya diri adalah sesuatu yang positif dan orangtua bisa membentuk sifat ini sedini mungkin. Anak-anak yang percaya diri cenderung berani untuk mencoba hal-hal baru. Meskipun berisiko gagal, anak yang percaya diri mau mencoba lagi dengan cara yang terbaik. Kepercayaan diri membantu anak-anak untuk berbuat lebih baik di sekolah, di rumah, dan di lingkungan bermainnya.

Sedangkan, anak-anak yang kepercayaan dirinya rendah umumnya mereka merasa tidak yakin pada diri sendiri. Mereka mudah menyerah atau takut mencoba hal-hal baru. Anak-anak yang kepercayaan dirinya rendah kesulitan untuk mengatasi kesalahan atau saat mereka kalah dan gagal. Sadar atau tidak, pola asuh yang salah dari orangtua dapat menurunkan kepercayaan diri sang anak. Berikut ini hal yang ternyata dapat menurunkan rasa percaya diri anak.

Baca juga: Sulung, Tengah, atau Bungsu? Begini Kepribadian Anak Berdasarkan Urutan Lahir

Hal-Hal yang Dapat Menurunkan Percaya Diri Anak

Melansir dari Raising Children, berikut sejumlah hal yang ternyata dapat menurunkan kepercayaan diri anak, yaitu:

  1. Melontarkan Pesan Negatif

Terkadang, memang tidak mudah untuk menangani perilaku anak-anak. Sebagian orangtua yang tidak sabar menghadapi anak-anak mereka bisa saja tidak sengaja melontarkan kata-kata negatif. Ternyata pesan-pesan negatif, seperti “nakal”, “lamban”, “cengeng” dan lain-lain bisa menurunkan rasa percaya dirinya. Saat anak-anak melakukan sesuatu yang tidak ibu sukai, lebih baik memberi tahu mereka apa yang bisa dilakukan dan sampaikanlah dengan kata-kata yang baik dan nada yang lembut. 

  1. Menyalahkan Anak

Pesan yang menyiratkan bahwa hidup akan lebih baik tanpa anak-anak ternyata juga dapat merusak percaya dirinya mereka. Misalnya, “jika itu bukan untuk anak-anak, ayah dan ibu sudah dapat membeli mobil baru”. Sebaiknya hindari melontarkan kata-kata ini di depan anak-anak untuk menjaga perasaannya. 

  1. Mengabaikan Anak

Mengabaikan anak-anak, memperlakukannya seperti pengganggu dan tidak menaruh minat pada mereka dapat membentuk dirinya menjadi seseorang yang tidak percaya diri. Contohnya, "kamu nakal, ibu lelah mengurusi kamu". Mengernyit atau mendesah sepanjang waktu ketika anak-anak ingin berbicara dengan ibu juga dapat menimbulkan efek yang sama.

  1. Membandingkan Anak

Membandingkan anak dengan teman atau saudaranya dapat merusak kepercayaan diri sang anak. Ibu perlu pahami bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Oleh sebab itu, anak tidak bisa diperlakukan sama dengan anak-anak lainnya. Meskipun terkadang membuat ibu lelah dan frustasi, tetapi ibu harus memahami dirinya dan mengenali minatnya. 

Baca juga: 4 Cara Mengembalikan Kepercayaan Diri pada Anak

Tips Mmebangun Kepercayaan Diri Anak

Dikutip dari Kids Health, berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri anak-anak, yaitu:

  • Bantu anak belajar melakukan sesuatu. Seiring bertambahnya usia, ada hal-hal baru untuk dipelajari anak-anak. Hal-hal sederhana seperti belajar berpakaian, membaca, atau naik sepeda adalah peluang untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. 

  • Pujilah anak secara bijak. Memuji anak adalah cara untuk menunjukkan bahwa ayah dan ibu bangga terhadap hal yang telah ia lakukan. Tapi, orangtua perlu bijak saat memujinya karena anak yang terlalu dipuji juga bisa menjadi bumerang untuk dirinya.

  • Contohkan sikap yang baik. Contohkan sikap-sikap yang baik kepada anak, seperti saat ibu melakukan pekerjaan rumah dengan ceria tanpa mengeluh. Ajarkan perilaku-perilaku baik, seperti berterima kasih setelah menerima sesuatu atau mengucap salam saat bertemu orang baru.

  • Jangan lontarkan pesan negatif. Anak-anak yang mendengar pesan negatif tentang diri mereka menurunkan kepercayaan dirinya. Koreksi perilaku Si Kecil dengan kesabaran. Fokus pada apa yang ingin mereka lakukan di waktu berikutnya. Saat dibutuhkan, tunjukkan caranya.

  • Fokus pada minat. Ibu perlu memperhatikan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan Si Kecil dengan baik. Pastikan anak punya peluang untuk mengembangkan minat ini. 

  • Biarkan anak-anak membantu dan memberi. Percaya diri tumbuh ketika anak-anak melihat bahwa apa yang mereka lakukan penting bagi orang lain. Anak-anak dapat membantu di rumah atau membantu pekerjaan saudara atau temannya. Tindakan ini dapat membangun percaya diri dan perasaan baik lainnya.

Baca juga: 3 Tips Ajarkan Anak untuk Melawan Rasa Takut

Apabila ibu merasa kesulitan saat menghadapi Si Kecil, ibu dapat bicara dengan dokter maupun psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk mencari tahu tips-tipsnya. Lewat aplikasi Halodoc, ibu dapat menghubungi mereka kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
Raising Children. Diakses pada 2020. About self-esteem: children 1-8 years.
Kids Health. Diakses pada 2020. Your Child's Self-Esteem.