Ad Placeholder Image

Hati-Hati, Rindu Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Jauh dari orang tersayang dapat membuat tubuh mengalami respon fisik yang setara dengan gejala penarikan obat. Penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan rasa cemas, kadar stres dan kortisol pada tubuh manusia yang sedang dilanda rindu. Tak hanya itu, rasa ketidaknyamanan fisik juga muncul selama para peserta penelitian berada jauh dari pasangannya.”

Hati-Hati, Rindu Bisa Berdampak pada Kesehatan MentalHati-Hati, Rindu Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental

DAFTAR ISI


Setiap orang pasti pernah merasakan rindu, baik kepada keluarga, teman, pasangan, atau bahkan tempat tertentu. Namun, tahukah kamu bahwa kangen adalah lebih dari sekadar emosi sesaat? Secara psikologis dan medis, rasa rindu yang mendalam dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang. Perasaan kehilangan interaksi dengan seseorang yang berharga bisa memicu berbagai reaksi biologis di dalam otak.

Penting untuk mengenali dan menangani rasa kangen ini, terutama jika sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada tingkat yang ekstrem, rasa rindu akibat perpisahan (seperti putus cinta, merantau, atau berduka) dapat memicu stres kronis, gangguan tidur, hingga depresi. Tubuh merespons ketidakhadiran seseorang yang disayangi mirip dengan gejala putus zat, karena otak kehilangan asupan hormon bahagia seperti oksitosin dan dopamin secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, memahami apa yang terjadi pada tubuh dan pikiran saat merasa rindu adalah langkah awal untuk mengelolanya dengan baik. Jika perasaan cemas, sedih, dan rindu ini memicu stres yang tidak tertahankan, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Kamu bisa mencari bantuan profesional dan konsultasi ke psikolog atau psikiater di Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Nah, mau tahu penjelasan medis lebih dalam mengenai apa itu kangen dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Kangen Adalah: Memahami Psikologi Rindu

Dalam kacamata psikologi, kangen adalah sebuah respons emosional kompleks yang muncul ketika seseorang merasa terpisah dari figur atau lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan kasih sayang. Rasa kangen tidak hanya sebatas keinginan untuk bertemu, tetapi juga merupakan manifestasi dari kebutuhan dasar manusia akan koneksi sosial (social connection).

Saat kamu berinteraksi dengan orang yang disayangi, otak melepaskan hormon-hormon bahagia seperti dopamin (hormon penghargaan), serotonin (pengatur suasana hati), dan oksitosin (hormon cinta/ikatan). Ketika orang tersebut tiba-tiba tidak ada, produksi hormon-hormon ini menurun drastis. Otak kemudian merespons penurunan ini sebagai sebuah “krisis”, yang memicu pelepasan hormon stres yaitu kortisol.

Inilah alasan mengapa kangen sering kali diiringi dengan perasaan gelisah, dada terasa sesak, atau suasana hati yang memburuk. Pada dasarnya, otak sedang mengalami fase “penarikan” (withdrawal) terhadap bahan kimiawi yang biasanya membuat kamu merasa bahagia dan aman.

Dampak Rasa Kangen pada Tubuh dan Mental

Kangen adalah kondisi emosional yang bisa bermanifestasi menjadi gejala fisik atau psikosomatis. Beberapa dampak rindu yang mendalam terhadap kesehatan tubuh dan mental meliputi:

1. Gangguan Pola Tidur (Insomnia)

Kadar kortisol (hormon stres) yang tinggi akibat rasa rindu yang tidak tersalurkan membuat otak terus dalam mode waspada (fight or flight). Hal ini menyulitkan seseorang untuk rileks, sehingga memicu insomnia, tidur yang tidak nyenyak, atau sering terbangun di malam hari karena memikirkan orang tersebut.

2. Penurunan Nafsu Makan

Stres emosional yang intens dapat memengaruhi sistem pencernaan. Seseorang yang sedang mengalami homesickness (rindu kampung halaman) atau patah hati sering kali melaporkan hilangnya nafsu makan. Asam lambung yang naik akibat stres juga dapat menyebabkan mual atau sensasi perut tidak nyaman.

3. Penurunan Sistem Imun Tubuh

Rasa sedih dan stres yang berkepanjangan akibat kangen sangat menguras energi tubuh. Stres kronis terbukti menekan fungsi sistem kekebalan tubuh (sistem imun), membuat kamu lebih rentan terkena penyakit ringan seperti flu, batuk, atau kelelahan ekstrem. Untuk membantu menjaga daya tahan tubuh di fase ini, jangan lupa untuk makan bergizi dan beli vitamin atau suplemen kesehatan secara online di Halodoc agar tubuh tetap fit.

4. Broken Heart Syndrome

Pada kasus yang sangat ekstrem, seperti rasa kangen akibat kehilangan sosok yang meninggal dunia secara mendadak, seseorang bisa mengalami Takotsubo Cardiomyopathy atau sindrom patah hati. Kondisi ini membuat penderitanya merasakan nyeri dada dan sesak napas yang menyerupai serangan jantung akibat lonjakan hormon stres yang melemahkan otot jantung secara sementara.

Gejala Fisik Psikosomatis Saat Kangen Berat:
  1. Dada terasa berdebar atau sesak (bukan karena penyakit jantung).
  2. Otot-otot tubuh, terutama di leher dan bahu, terasa tegang.
  3. Sakit kepala tipe tegang (tension headache) akibat stres berlebih.
  4. Sensasi lelah dan tidak bertenaga meskipun sudah istirahat (letargi).

Cara Sehat Mengatasi Rasa Kangen yang Mengganggu

Kangen adalah perasaan yang valid dan normal. Namun, kamu perlu tahu cara mengelolanya agar tidak merugikan kesehatan. Berikut beberapa langkah sehat yang bisa diterapkan:

1. Validasi dan Terima Perasaanmu

Jangan menekan atau menyangkal rasa kangen tersebut. Mengakui bahwa kamu sedang merindukan seseorang adalah langkah pertama yang paling penting. Menangis atau meluapkan perasaan lewat tulisan (journaling) dapat membantu melepaskan beban emosional dan menurunkan kadar stres di otak.

2. Jalin Komunikasi Melalui Teknologi

Jika memungkinkan, hubungi orang yang kamu rindukan. Lakukan panggilan telepon atau video call. Mendengar suara atau melihat wajahnya, meski melalui layar, dapat memicu kembali pelepasan oksitosin dan meredakan rasa gelisah di dada secara signifikan.

3. Alihkan Perhatian pada Aktivitas Positif

Jika orang tersebut tidak bisa dihubungi (misalnya karena putus cinta atau telah meninggal dunia), cobalah untuk mengalihkan pikiran dengan menyibukkan diri. Lakukan hobi, olahraga rutin, atau pelajari skill baru. Olahraga ringan secara rutin dapat merangsang produksi endorfin, hormon alami penghilang rasa sakit dan pereda stres.

4. Cari Dukungan Sosial (Support System)

Jangan mengurung diri saat merasa sangat kangen. Bercerita kepada sahabat, anggota keluarga lain, atau kelompok dukungan bisa membantumu merasa tidak sendirian. Interaksi sosial dengan orang lain juga dapat membantu mengisi kekosongan emosional yang kamu rasakan.

Studi Terkait Perasaan Rindu

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan berbagai literatur yang menjelaskan bahwa rasa kehilangan atau perpisahan dari ikatan sosial memicu aktivasi pada area otak yang sama dengan area yang memproses rasa sakit fisik, yakni korteks cingulate anterior. Hal ini menjelaskan mengapa rasa rindu yang mendalam bisa terasa benar-benar menyakitkan secara harfiah bagi tubuh.

Selain itu, studi psikologi mengenai homesickness (kangen rumah) menunjukkan bahwa individu yang kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru dan terus-menerus merindukan lingkungan lamanya memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi pada pagi hari, yang berkorelasi langsung dengan kecemasan klinis dan gejala depresi ringan.

Jika kamu merasa rasa kangen ini sudah sangat mengganggu produktivitas, membuatmu tidak bisa makan dan tidur berhari-hari, atau menimbulkan pikiran-pikiran negatif, itu adalah tanda bahwa kamu memerlukan bantuan.

Kangen adalah bagian dari kehidupan manusia, namun kesehatan mentalmu tetaplah yang utama. Kamu bisa mendapatkan layanan konseling, vitamin, dan berbagai produk perawatan kesehatan diri secara praktis di aplikasi Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Psychological Association. Diakses pada 2024. Grief: Coping with the loss of your loved one.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. The Neurobiology of Social Loss.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Broken heart syndrome – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. How Stress Affects Your Body and Mind.
Psychology Today. Diakses pada 2024. The Psychology of Missing Someone.

FAQ

1. Apakah kangen adalah sebuah penyakit?

Tidak, kangen bukanlah sebuah penyakit medis, melainkan emosi manusiawi yang normal. Namun, jika rasa kangen tersebut memicu stres kronis, depresi, atau mengganggu pola tidur dan makan secara ekstrem, maka dampak dari kangen tersebut bisa memicu gangguan kesehatan fisik maupun mental yang memerlukan intervensi medis.

2. Mengapa kangen adalah kondisi yang sering membuat dada terasa sesak atau sakit?

Ketika kamu sangat merindukan seseorang, otak mengalami stres emosional yang tinggi. Otak memproses rasa sakit emosional ini di area yang sama dengan rasa sakit fisik. Selain itu, lonjakan hormon kortisol dan adrenalin akibat stres dapat menyebabkan otot-otot di sekitar dada menegang dan detak jantung meningkat, sehingga menciptakan sensasi sesak atau nyeri.

3. Bagaimana cara menghilangkan kangen jika orangnya sudah tiada?

Kehilangan seseorang untuk selamanya memicu proses berduka (grief). Kangen dalam konteks ini mungkin tidak bisa sepenuhnya hilang, tetapi bisa dikelola. Caranya adalah dengan menerima perasaan sedih tersebut, merayakan memori baik tentangnya, fokus pada perawatan diri (self-care), dan jangan ragu mencari bantuan dari psikolog jika proses berduka terasa terlalu berat untuk dilalui sendirian.

4. Apakah wajar jika rasa kangen membuat saya tidak nafsu makan?

Sangat wajar. Kangen adalah kondisi yang bisa bertransformasi menjadi stres emosional. Stres mengaktifkan respons fight or flight pada sistem saraf simpatik tubuh yang secara otomatis menunda proses non-esensial, termasuk pencernaan. Akibatnya, kamu bisa kehilangan nafsu makan atau merasa mual. Cobalah untuk tetap makan dalam porsi kecil namun bergizi agar tubuh tidak lemas.