Ad Placeholder Image

Henti Jantung: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Henti Jantung: Penyebab, Gejala & Cara Selamatkan Nyawa

Henti Jantung: Gejala, Penyebab, & Cara MengatasiHenti Jantung: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Apa Itu Henti Jantung?

Henti jantung (cardiac arrest) adalah kondisi medis darurat yang mengancam nyawa, terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan aktivitas listrik jantung, yang mengakibatkan terhentinya aliran darah ke otak dan organ-organ vital lainnya.

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, henti jantung dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian dalam hitungan menit.

Gejala Henti Jantung

Henti jantung terjadi secara tiba-tiba dan ditandai dengan beberapa gejala utama, antara lain:

  • Kehilangan kesadaran mendadak
  • Tidak bernapas atau bernapas tidak normal (tersengal-sengal)
  • Tidak teraba denyut nadi

Penyebab Henti Jantung

Henti jantung umumnya disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Aritmia: Gangguan irama jantung, seperti fibrilasi ventrikel atau takikardia ventrikel.
  • Penyakit Jantung Koroner: Penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke jantung.
  • Kardiomiopati: Kelainan pada otot jantung.
  • Kelainan Jantung Struktural: Cacat jantung bawaan atau masalah pada katup jantung.
  • Faktor Lain: Ketidakseimbangan elektrolit, overdosis obat, atau trauma fisik.

Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

Penting untuk membedakan antara henti jantung dan serangan jantung, meskipun keduanya merupakan kondisi medis serius yang berhubungan dengan jantung.

  • Henti Jantung: Masalah kelistrikan jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.
  • Serangan Jantung: Masalah sirkulasi darah yang terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat, biasanya karena adanya gumpalan darah.

Serangan jantung dapat meningkatkan risiko terjadinya henti jantung.

Tindakan Darurat pada Henti Jantung

Henti jantung adalah kondisi darurat yang membutuhkan tindakan cepat. Berikut langkah-langkah yang perlu diambil:

  1. Segera hubungi layanan darurat medis.
  2. Lakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) dengan memberikan tekanan kuat dan cepat di tengah dada.
  3. Jika tersedia, gunakan automated external defibrillator (AED) untuk memberikan kejutan listrik ke jantung dan mengembalikan irama jantung normal.

Pentingnya Penanganan Cepat

Setiap detik sangat berharga dalam kasus henti jantung. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup dan mengurangi risiko kerusakan otak permanen.

Jika seseorang mengalami henti jantung, segera lakukan RJP dan gunakan AED jika ada. Pelatihan RJP dan penggunaan AED sangat penting untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat ini.

Pencegahan Henti Jantung

Meskipun tidak semua kasus henti jantung dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:

  • Menjaga kesehatan jantung dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidak merokok.
  • Mengelola kondisi medis yang mendasari, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
  • Melakukan pemeriksaan jantung secara teratur, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
  • Menghindari penggunaan narkoba dan penyalahgunaan alkohol.
  • Mempelajari teknik RJP dan penggunaan AED.

Rekomendasi Halodoc

Henti jantung adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala henti jantung, segera hubungi layanan darurat medis dan lakukan RJP sambil menunggu bantuan datang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesehatan jantung dan pencegahan henti jantung, konsultasikan dengan dokter jantung melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, Anda dapat dengan mudah berbicara dengan dokter, membuat janji temu, dan membeli obat dari apotek terpercaya.