Ad Placeholder Image

Hernia Abdominalis: Yuk Pahami Seluk Beluk Turun Berok

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Waspada Hernia Abdominalis: Kenali Benjolan Turun Berok

Hernia Abdominalis: Yuk Pahami Seluk Beluk Turun BerokHernia Abdominalis: Yuk Pahami Seluk Beluk Turun Berok

Hernia Abdominalis Adalah: Penyebab, Gejala, dan Penanganan Tepat

Hernia abdominalis adalah kondisi medis yang terjadi ketika organ atau jaringan dalam rongga perut menonjol keluar melalui celah atau titik lemah pada dinding perut. Benjolan yang terbentuk akibat kondisi ini bisa terlihat dan terkadang menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan. Masyarakat awam sering menyebut kondisi ini sebagai “turun berok”.

Kondisi ini umumnya terjadi di area pusar (umbilikalis) atau selangkangan (inguinalis), namun dapat pula muncul di lokasi lain pada dinding perut. Pemahaman yang komprehensif mengenai hernia abdominalis adalah kunci untuk diagnosis dini dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Hernia Abdominalis?

Secara lebih rinci, hernia abdominalis adalah suatu keadaan di mana sebagian organ internal, seperti usus atau lemak, terdesak keluar dari posisi normalnya. Dorongan ini terjadi melalui dinding perut yang melemah, menciptakan tonjolan yang dapat diraba atau terlihat di bawah kulit.

Titik lemah pada dinding perut ini bisa bersifat bawaan sejak lahir (kongenital) atau muncul kemudian dalam kehidupan (acquired) akibat berbagai faktor pemicu. Penanganan yang umum untuk hernia abdominalis seringkali melibatkan prosedur operasi.

Jenis-Jenis Hernia Abdominalis

Hernia abdominalis dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasinya. Beberapa jenis yang paling umum meliputi:

  • Hernia Inguinalis: Merupakan jenis hernia abdominalis yang paling sering terjadi, terutama pada pria. Benjolan muncul di selangkangan.
  • Hernia Umbilikalis: Terjadi di sekitar pusar. Umumnya ditemukan pada bayi baru lahir, tetapi juga bisa dialami orang dewasa, terutama wanita setelah kehamilan.
  • Hernia Femoralis: Tonjolan muncul di bagian atas paha, tepat di bawah selangkangan. Lebih sering dialami wanita.
  • Hernia Insisional: Terjadi pada bekas luka operasi sebelumnya di perut, di mana dinding perut melemah di area tersebut.
  • Hernia Epigastrik: Muncul di area antara pusar dan tulang dada bagian bawah.

Gejala Hernia Abdominalis

Gejala utama hernia abdominalis adalah munculnya benjolan yang dapat terlihat atau teraba di area perut atau selangkangan. Benjolan ini mungkin terasa lebih jelas saat batuk, mengejan, mengangkat beban berat, atau berdiri tegak.

Selain benjolan, beberapa gejala lain yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di area benjolan, terutama saat melakukan aktivitas fisik.
  • Rasa berat atau tertekan di perut atau selangkangan.
  • Sensasi terbakar atau nyeri tumpul.
  • Pada kasus yang parah, benjolan bisa menjadi keras, tidak bisa didorong kembali, disertai nyeri hebat, mual, muntah, atau demam. Ini bisa menjadi tanda komplikasi seperti inkarserata atau strangulasi yang memerlukan penanganan medis darurat.

Penyebab Hernia Abdominalis

Penyebab hernia abdominalis bervariasi, meliputi faktor bawaan dan faktor yang didapat sepanjang hidup. Beberapa kondisi yang meningkatkan tekanan di rongga perut dapat memicu atau memperburuk hernia.

Faktor penyebab yang umum meliputi:

  • Kelemahan Dinding Perut Bawaan (Kongenital): Beberapa individu terlahir dengan area dinding perut yang lebih lemah.
  • Kehamilan: Peningkatan tekanan intra-abdomen dan peregangan otot perut selama kehamilan.
  • Trauma atau Cedera: Luka atau benturan pada dinding perut.
  • Riwayat Operasi Perut: Bekas sayatan operasi dapat menjadi titik lemah (hernia insisional).
  • Batuk Kronis: Kondisi seperti PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) yang menyebabkan batuk berkepanjangan meningkatkan tekanan.
  • Sembelit Kronis: Mengejan berlebihan saat buang air besar.
  • Mengangkat Beban Berat: Aktivitas fisik yang intens dan salah teknik.
  • Obesitas: Berat badan berlebih memberikan tekanan tambahan pada dinding perut.
  • Pembesaran Prostat: Menyebabkan mengejan saat buang air kecil.

Diagnosis dan Pengobatan Hernia Abdominalis

Diagnosis hernia abdominalis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba benjolan dan meminta pasien untuk batuk atau mengejan untuk melihat perubahan pada benjolan tersebut. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan pencitraan seperti USG, CT scan, atau MRI mungkin diperlukan untuk konfirmasi.

Penanganan definitif untuk hernia abdominalis adalah operasi. Tujuan operasi adalah mengembalikan organ yang menonjol ke posisi semula di dalam rongga perut dan memperkuat dinding perut yang melemah. Terdapat dua jenis utama operasi:

  • Herniorrhaphy: Dokter akan menutup lubang atau celah di dinding perut dengan jahitan.
  • Hernioplasty: Selain menjahit, dokter akan menggunakan jaring sintetis (mesh) untuk memperkuat area yang lemah dan mencegah kekambuhan.

Operasi dapat dilakukan secara terbuka (laparotomi) atau minimal invasif (laparoskopi), tergantung pada jenis hernia, ukuran, lokasi, dan kondisi kesehatan pasien.

Pencegahan Hernia Abdominalis

Meskipun beberapa jenis hernia bersifat kongenital, langkah-langkah tertentu dapat membantu mengurangi risiko terjadinya hernia abdominalis atau mencegah kekambuhan:

  • Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada perut.
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit dan mengejan berlebihan.
  • Menghindari mengangkat beban berat secara tidak tepat. Gunakan teknik mengangkat yang benar dan minta bantuan jika diperlukan.
  • Berhenti merokok untuk mengurangi risiko batuk kronis.
  • Segera mencari penanganan medis untuk batuk kronis atau pembesaran prostat.

Kapan Harus ke Dokter untuk Hernia Abdominalis?

Jika mengalami gejala hernia abdominalis adalah benjolan atau rasa tidak nyaman di area perut atau selangkangan, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Terutama, jika benjolan terasa sangat nyeri, tidak bisa didorong kembali, atau disertai mual, muntah, dan demam, segera cari pertolongan medis darurat karena ini mungkin merupakan tanda hernia inkarserata atau strangulasi yang mengancam jiwa.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Hernia abdominalis adalah kondisi umum yang memerlukan perhatian medis. Mengabaikan benjolan atau rasa nyeri dapat berujung pada komplikasi serius. Jika ada kekhawatiran mengenai gejala hernia abdominalis, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman. Melalui Halodoc, pemeriksaan dan diagnosis awal dapat dilakukan untuk menentukan langkah penanganan terbaik, termasuk rekomendasi operasi jika diperlukan. Dapatkan informasi akurat dan penanganan tepat untuk kesehatan yang optimal.