Ad Placeholder Image

Hernia Laki Laki: Kenali Turun Berok dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Waspada Hernia Laki Laki: Turun Berok, Kenali, Atasi!

Hernia Laki Laki: Kenali Turun Berok dan Cara MengatasinyaHernia Laki Laki: Kenali Turun Berok dan Cara Mengatasinya

Hernia pada laki-laki, yang sering dikenal dengan istilah umum “turun berok”, adalah kondisi medis saat jaringan perut, seperti usus atau lemak, menonjol melalui celah atau titik lemah pada dinding otot. Kondisi ini paling sering terjadi di area selangkangan (inguinal) karena adanya jalur alami yang dilewati testis saat perkembangan. Ciri utama hernia pada laki-laki adalah munculnya benjolan yang dapat terlihat atau terasa, terutama saat melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan di dalam perut.

Apa Itu Hernia pada Laki-laki?

Hernia pada laki-laki terjadi ketika sebagian organ dalam, umumnya usus atau jaringan lemak perut, mendorong keluar melalui bagian dinding otot yang melemah. Area selangkangan atau inguinal merupakan lokasi paling umum karena adanya saluran inguinal yang secara alami sedikit lebih lemah pada laki-laki akibat jalur turunnya testis dari rongga perut ke skrotum saat perkembangan janin. Benjolan ini bisa terlihat saat batuk, berdiri, atau mengangkat beban berat, dan seringkali menghilang saat berbaring. Walaupun tidak selalu nyeri, hernia dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani.

Gejala Umum Hernia pada Laki-laki yang Perlu Diwaspadai

Gejala hernia pada laki-laki bisa bervariasi, tergantung pada ukuran dan jenis hernia. Namun, ada beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan:

  • Benjolan di Selangkangan atau Skrotum: Ini adalah gejala paling khas. Benjolan mungkin terlihat jelas di salah satu sisi selangkangan atau bahkan turun ke skrotum (kantong buah zakar). Benjolan seringkali muncul saat berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat benda berat, dan dapat mengecil atau menghilang ketika berbaring.
  • Nyeri atau Ketidaknyamanan: Penderita mungkin merasakan nyeri tumpul, berat, atau sensasi seperti terbakar di area benjolan. Rasa tidak nyaman ini cenderung memburuk saat beraktivitas fisik yang menekan perut dan bisa mereda saat istirahat.
  • Rasa Berat di Area Selangkangan atau Testis: Sensasi seperti ada beban atau tekanan di pangkal paha atau buah zakar, terutama setelah berdiri dalam waktu lama.
  • Pembengkakan Testis: Pada kasus hernia skrotalis (ketika usus masuk ke skrotum), salah satu buah zakar mungkin terlihat lebih besar atau membengkak.

Penyebab Hernia pada Laki-laki: Faktor Risiko yang Memicu

Hernia pada laki-laki umumnya disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama: kelemahan pada dinding otot perut dan tekanan berlebih di dalam rongga perut. Kelemahan dinding otot bisa bersifat bawaan sejak lahir atau berkembang seiring bertambahnya usia.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan tekanan di dalam perut meliputi:

  • Mengangkat Beban Berat: Sering mengangkat benda berat dengan teknik yang salah dapat memberi tekanan ekstrem pada dinding perut.
  • Batuk Kronis: Batuk yang berkepanjangan akibat merokok atau kondisi medis lain meningkatkan tekanan intra-abdomen.
  • Mengejan Saat Buang Air Besar (Sembelit): Konstipasi atau sembelit kronis yang menyebabkan seseorang harus mengejan kuat saat BAB dapat melemahkan dinding perut.
  • Obesitas atau Kelebihan Berat Badan: Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan konstan pada otot-otot perut.
  • Kehamilan: Meskipun lebih sering pada wanita, tekanan dari kehamilan dapat memperburuk kelemahan otot pada pria.
  • Peningkatan Ukuran Prostat: Mengejan saat buang air kecil karena pembesaran prostat juga bisa menjadi faktor risiko.

Bagaimana Diagnosis Hernia pada Laki-laki Dilakukan?

Diagnosis hernia pada laki-laki biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan riwayat gejala dan kemudian meraba area selangkangan atau skrotum untuk merasakan benjolan. Penderita mungkin diminta untuk berdiri, batuk, atau mengejan, karena tindakan ini dapat membuat benjolan hernia lebih jelas terlihat atau teraba. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan pencitraan seperti USG mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis atau menyingkirkan kondisi lain.

Pilihan Pengobatan untuk Hernia pada Laki-laki

Penanganan hernia pada laki-laki sangat tergantung pada ukuran hernia, gejala yang dialami, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Observasi: Jika hernia kecil, tidak menimbulkan gejala, dan tidak membesar, dokter mungkin merekomendasikan observasi atau pemantauan. Ini berarti pasien akan dipantau secara berkala untuk melihat apakah hernia berkembang atau menyebabkan masalah.
  • Penopang (Truss): Penopang adalah alat bantu eksternal berupa sabuk yang dirancang untuk menahan benjolan hernia agar tetap masuk ke dalam. Alat ini dapat membantu meredakan ketidaknyamanan, namun bukan merupakan solusi permanen dan harus digunakan di bawah pengawasan dokter.
  • Operasi (Herniorrhaphy atau Hernioplasty): Operasi adalah satu-satunya cara definitif untuk memperbaiki hernia. Prosedur ini melibatkan pengembalian organ yang menonjol ke posisi semula dan memperkuat dinding otot yang melemah, seringkali dengan menggunakan jaring sintetis. Ada dua jenis operasi utama:
    • Bedah Terbuka: Sayatan dibuat di area hernia, dan dokter secara langsung memperbaiki kelemahan otot.
    • Bedah Laparoskopi: Dilakukan melalui sayatan kecil menggunakan alat khusus dan kamera. Prosedur ini seringkali memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat.

Langkah Pencegahan Hernia pada Laki-laki

Meskipun tidak semua jenis hernia dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko terjadinya hernia pada laki-laki atau mencegah perburukannya:

  • Menjaga Berat Badan Ideal: Hindari obesitas dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.
  • Mencegah Sembelit: Konsumsi makanan kaya serat, minum cukup air, dan berolahraga untuk menjaga kelancaran buang air besar.
  • Mengangkat Beban dengan Benar: Tekuk lutut dan gunakan otot kaki, bukan punggung atau perut, saat mengangkat benda berat.
  • Berhenti Merokok: Merokok dapat menyebabkan batuk kronis yang meningkatkan tekanan pada dinding perut.
  • Mengobati Batuk Kronis: Segera cari penanganan medis untuk batuk yang tidak kunjung sembuh.

Kapan Harus Segera Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika benjolan hernia pada laki-laki menjadi nyeri hebat, berubah warna (merah atau keunguan), disertai mual, muntah, demam, atau tidak dapat didorong kembali ke dalam (tidak bisa direposisi), ini bisa menjadi tanda komplikasi serius seperti hernia inkarserata atau strangulata. Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat. Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Setiap benjolan yang muncul di area selangkangan atau skrotum sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc dapat membantu mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai.