
Hernia Penyakit: Kenali Gejala, Jenis, dan Pengobatan!
Hernia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Ini

DAFTAR ISI
- Mengenal Apa Itu Hernia (Turun Berok)
- Jenis-Jenis Hernia yang Umum Terjadi
- Penyebab Terjadinya Hernia
- Gejala dan Komplikasi Hernia
- Bagaimana Dokter Mendiagnosis Hernia?
- Pilihan Pengobatan untuk Hernia
- Langkah-Langkah Pencegahan Hernia
- Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
- Hubungi Dokter Ini untuk Informasi Perawatan Hernia
Hernia atau yang dikenal dengan turun berok adalah kondisi medis yang terjadi ketika organ dalam tubuh menonjol melalui celah pada otot atau jaringan ikat yang seharusnya menahannya. Kondisi ini umumnya terjadi di area perut atau selangkangan.
Benjolan yang muncul akibat hernia dapat hilang timbul dan seringkali disertai rasa nyeri, terutama saat melakukan aktivitas seperti mengangkat beban berat, batuk, atau membungkuk. Penting untuk diketahui bahwa hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan memerlukan penanganan medis yang tepat.
Mengenal Apa Itu Hernia (Turun Berok)
Hernia adalah kondisi medis yang terjadi akibat adanya celah atau kelemahan pada dinding otot yang memungkinkan organ dalam, seperti usus, menonjol keluar. Fenomena ini secara awam sering disebut dengan istilah turun berok. Tekanan yang terus-menerus pada area tersebut membuat organ terdorong ke jaringan yang tidak seharusnya.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, hernia sering kali tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan memerlukan intervensi medis untuk mencegah perburukan. “Penanganan dini pada hernia sangat krusial untuk menghindari risiko terjepitnya usus yang dapat membahayakan nyawa,” demikian ditekankan dalam panduan kesehatan nasional.
Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia. Lokasi kemunculannya bervariasi, namun paling sering ditemukan di sekitar perut, pusar, dan lipat paha. Identifikasi awal melalui pemeriksaan fisik menjadi langkah pertama yang sangat penting bagi pasien.
Jenis-Jenis Hernia yang Umum Terjadi
Terdapat beberapa klasifikasi hernia berdasarkan lokasi dan penyebab kemunculannya. Mengenali jenis hernia membantu dalam menentukan langkah penanganan yang tepat oleh tim medis profesional.
- Hernia inguinalis: Jenis yang paling umum terjadi, di mana benjolan muncul di area selangkangan. Kondisi ini lebih sering dialami oleh pria karena saluran inguinal yang cenderung lebih lemah.
- Hernia femoralis: Benjolan muncul di bagian paha atas atau lipat paha dalam. Hernia jenis ini lebih jarang terjadi namun memiliki risiko lebih tinggi menyerang wanita, terutama yang sudah lanjut usia.
- Hernia umbilikalis: Terjadi di area pusar akibat otot perut yang tidak menutup sempurna. Kondisi ini sangat sering dijumpai pada bayi baru lahir, meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya akibat tekanan perut yang tinggi.
- Hernia insisional: Muncul pada area bekas luka operasi di perut. Hal ini terjadi ketika jaringan parut pasca-operasi melemah, sehingga organ di bawahnya menonjol keluar melalui celah tersebut.
- Hernia hiatus: Kondisi di mana bagian lambung menonjol ke atas menuju rongga dada melalui lubang di diafragma. Berbeda dengan jenis lain, hernia ini biasanya tidak terlihat dari luar namun memicu gejala seperti asam lambung (GERD).
Penyebab Terjadinya Hernia
Penyebab utama hernia adalah kombinasi antara kelemahan otot dinding perut dan peningkatan tekanan intra-abdomen secara kronis. Kelemahan otot ini bisa bersifat bawaan sejak lahir atau didapat seiring bertambahnya usia akibat penuaan dan aktivitas fisik yang berat.
Beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang seseorang terkena hernia antara lain:
- Batuk kronis yang berlangsung lama (sering terjadi pada perokok).
- Kebiasaan mengangkat beban berat dengan teknik yang salah.
- Konstipasi atau sembelit yang memaksa individu untuk sering mengejan.
- Kondisi kehamilan yang memberikan tekanan ekstra pada otot perut.
- Obesitas atau berat badan berlebih.
- Riwayat keluarga dengan kondisi medis serupa.
Gejala dan Komplikasi Hernia
Pada tahap awal, hernia mungkin tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, seiring waktu, benjolan hernia dapat membesar dan menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri. Beberapa gejala yang mungkin dialami penderita hernia antara lain:
- Muncul benjolan yang dapat dirasakan atau dilihat di area perut atau selangkangan.
- Rasa nyeri atau tidak nyaman di sekitar benjolan, terutama saat beraktivitas.
- Rasa berat atau tekanan di area selangkangan.
Jika hernia tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:
- Hernia Inkarserata: Kondisi ketika organ yang menonjol terjepit dan tidak dapat kembali ke posisi semula.
- Hernia Strangulata: Kondisi ketika aliran darah ke organ yang terjepit terputus. Kondisi ini sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Gejala yang mungkin muncul antara lain nyeri hebat, mual, muntah, benjolan berwarna merah atau ungu, dan demam.
Seperti apa gejala kondisi ini pada anak? Baca di sini: Kenali Ciri-Ciri Hernia Inguinalis pada Anak
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Hernia?
Diagnosis hernia umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa area yang dicurigai adanya hernia dan meminta pasien untuk batuk atau mengejan untuk melihat apakah ada benjolan yang muncul.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti USG atau CT scan untuk memastikan diagnosis dan menentukan ukuran serta lokasi hernia.
Pilihan Pengobatan untuk Hernia
Hernia memerlukan tindakan medis untuk penanganannya. Pada kasus hernia ringan, dokter mungkin dapat melakukan reduksi, yaitu mengembalikan posisi organ yang menonjol secara manual. Namun, sebagian besar kasus hernia memerlukan tindakan operasi untuk memperbaiki dinding otot yang lemah.
Saat ini, operasi hernia sering dilakukan dengan teknik minimal invasif atau laparoskopi. Teknik ini menggunakan sayatan kecil dan kamera untuk memperbaiki hernia, sehingga pemulihan pasien menjadi lebih cepat.
Apa saja obat untuk mengatasi sembelit? Baca di sini: Ini Rekomendasi Obat Sembelit Dewasa yang Ada di Apotik
Langkah-Langkah Pencegahan Hernia
Meskipun tidak semua jenis hernia dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya hernia, antara lain:
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengkonsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit.
- Menggunakan teknik yang benar saat mengangkat beban berat.
- Menghindari kebiasaan merokok yang dapat menyebabkan batuk kronis.
Hubungi Dokter Ini untuk Informasi Perawatan Hernia
Hernia adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan yang tepat. Jika mengalami gejala hernia, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
- dr. H. Sopyan Hadi Sp.B, FINACS: Ia adalah dokter spesialis bedah umum dengan pengalaman 19 tahun, lulusan Universitas Sriwijaya (2005, 2018). Saat ini praktik di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, anggota PABI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Devid Ruru Sp.B: Ia adalah dokter spesialis bedah umum dengan pengalaman 14 tahun, lulusan Universitas Brawijaya (2010, 2018). Saat ini praktik di Nunukan, Kalimantan Utara, anggota PABI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc..
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala hernia berikut:
- Benjolan terasa sangat nyeri dan sensitif saat disentuh.
- Benjolan berubah warna menjadi merah, ungu, atau gelap.
- Mual dan muntah yang disertai dengan ketidakmampuan untuk buang air besar atau kentut.
- Demam tinggi secara tiba-tiba.
Jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.



