Ad Placeholder Image

Herpes Tenggorokan Bikin Nyeri? Ini Gejala dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Herpes Tenggorokan: Pahami Gejala dan Cara Mengatasinya

Herpes Tenggorokan Bikin Nyeri? Ini Gejala dan SolusinyaHerpes Tenggorokan Bikin Nyeri? Ini Gejala dan Solusinya

Mengenal Herpes Tenggorokan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Efektif

Herpes tenggorokan, atau yang dikenal dengan istilah medis esofagitis herpes, adalah kondisi peradangan dan luka pada kerongkongan. Infeksi ini disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), paling sering HSV-1, namun juga bisa oleh HSV-2. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit parah di tenggorokan dan mengganggu aktivitas menelan.

Meskipun bisa menyerang siapa saja, herpes tenggorokan lebih umum terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pemahaman tentang gejala, penyebab, dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan.

Apa Itu Herpes Tenggorokan?

Herpes tenggorokan adalah infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada esofagus, yaitu saluran yang menghubungkan mulut ke lambung. Virus herpes simpleks (HSV-1 atau HSV-2) menyerang lapisan dalam kerongkongan, membentuk luka atau lepuh yang terasa nyeri.

Pada umumnya, HSV-1 dikenal sebagai penyebab sariawan atau lepuh demam di sekitar mulut. Namun, virus ini juga dapat menyebar ke kerongkongan dan menyebabkan kondisi esofagitis herpes.

Gejala Herpes Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai

Gejala herpes tenggorokan bervariasi tergantung tingkat keparahan infeksi. Gejala seringkali muncul secara tiba-tiba dan dapat memburuk jika tidak segera ditangani. Beberapa tanda umum yang dapat dikenali meliputi:

  • Sakit tenggorokan yang parah dan terus-menerus.
  • Nyeri saat menelan makanan atau minuman, atau disebut disfagia.
  • Nyeri dada, terutama di bagian belakang tulang dada.
  • Mual dan kadang disertai muntah.
  • Penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan.
  • Demam.
  • Terkadang, lepuh atau luka terbuka juga dapat muncul di dalam mulut atau sekitar bibir.

Sakit tenggorokan parah dan kesulitan menelan menjadi gejala paling dominan yang sering dilaporkan. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi jika penderita kesulitan makan dan minum.

Penyebab dan Faktor Risiko Herpes Tenggorokan

Penyebab utama herpes tenggorokan adalah infeksi virus herpes simpleks (HSV), baik HSV-1 maupun HSV-2. Infeksi ini umumnya menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi aktif dari orang yang terinfeksi.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami herpes tenggorokan, antara lain:

  • Sistem Kekebalan Tubuh Lemah: Ini adalah faktor risiko terbesar. Individu dengan kondisi seperti HIV/AIDS, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, atau orang yang mengonsumsi obat imunosupresan setelah transplantasi organ sangat rentan.
  • Penyakit Autoimun: Kondisi ini juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih mudah terinfeksi.
  • Usia: Meskipun dapat menyerang semua usia, anak-anak dan dewasa muda kadang lebih rentan, terutama jika terpapar virus untuk pertama kalinya.
  • Stres dan Kelelahan: Dapat memicu reaktivasi virus herpes yang sudah ada di dalam tubuh.

Virus herpes setelah menginfeksi tubuh akan tetap berada dalam keadaan dorman atau tidak aktif di sel saraf. Virus dapat aktif kembali saat sistem kekebalan tubuh melemah.

Diagnosis dan Pengobatan Herpes Tenggorokan

Diagnosis herpes tenggorokan biasanya melibatkan pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala. Dokter mungkin akan melakukan endoskopi, yaitu memasukkan selang tipis berkamera ke kerongkongan untuk melihat langsung luka atau lepuh. Sampel jaringan (biopsi) dari area yang terinfeksi juga dapat diambil untuk analisis laboratorium guna mengidentifikasi virus secara pasti.

Pengobatan herpes tenggorokan bertujuan untuk menghentikan replikasi virus dan meredakan gejala. Terapi utama meliputi:

  • Obat Antivirus: Obat seperti asiklovir, valasiklovir, atau famsiklovir diresepkan untuk melawan virus. Obat ini bekerja paling efektif jika diberikan segera setelah gejala muncul.
  • Perawatan Suportif: Termasuk pereda nyeri yang dijual bebas atau diresepkan, obat mual, dan menjaga hidrasi yang cukup.
  • Modifikasi Diet: Mengonsumsi makanan lunak, dingin, atau cair dapat membantu mengurangi nyeri saat menelan. Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang dapat mengiritasi kerongkongan.

Penting untuk mengikuti seluruh anjuran dokter dan menyelesaikan dosis obat antivirus yang diberikan. Hal ini untuk memastikan virus terkontrol dan mencegah kekambuhan.

Pencegahan Herpes Tenggorokan

Mencegah herpes tenggorokan terutama berfokus pada menghindari paparan virus herpes simpleks dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Hindari berbagi peralatan makan, minum, atau barang pribadi lain dengan orang yang memiliki luka herpes aktif di mulut atau bibir.
  • Jaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Hindari kontak fisik langsung, seperti berciuman, dengan orang yang memiliki luka herpes aktif.
  • Jaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur.
  • Kelola stres dengan baik, karena stres dapat memicu reaktivasi virus.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala herpes tenggorokan yang parah atau persisten, terutama jika sulit menelan, demam tinggi, atau sistem kekebalan tubuh lemah. Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius.

Diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai dapat membantu meredakan gejala dan mempercepat pemulihan.

Untuk mendapatkan informasi medis lebih lanjut atau melakukan konsultasi, silakan gunakan aplikasi Halodoc. Dokter ahli kami siap memberikan panduan dan rekomendasi yang akurat.