Cara Menghilangkan Cegukan pada Newborn, Gampang Banget!

Cara Menghilangkan Cegukan pada Newborn: Panduan Lengkap untuk Orang Tua
Cegukan adalah kondisi umum yang sering dialami bayi baru lahir atau newborn. Meskipun umumnya tidak berbahaya dan akan reda dengan sendirinya, cegukan dapat membuat orang tua khawatir atau tidak nyaman. Memahami cara menghilangkan cegukan pada newborn dengan tepat dapat membantu meredakan ketidaknyamanan si kecil.
Untuk menghilangkan cegukan pada bayi baru lahir, bisa mencoba memberi jeda saat menyusui, menggendong bayi dalam posisi tegak sambil menepuk punggungnya perlahan, atau memberikan empeng untuk diisap agar diafragma rileks. Penting juga untuk memastikan posisi menyusui benar, dengan kepala lebih tinggi dari perut, dan menghindari masuknya udara berlebih saat menyusui dengan botol susu agar cegukan tidak sering terjadi dan cepat reda.
Apa Itu Cegukan pada Newborn?
Cegukan terjadi ketika diafragma, otot yang memisahkan rongga dada dan perut, mengalami kontraksi secara tidak sengaja atau kejang. Kontraksi ini menyebabkan pita suara menutup tiba-tiba, menghasilkan suara “hik” yang khas.
Pada newborn, cegukan adalah respons fisiologis yang normal. Kejadian ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, terutama yang berkaitan dengan proses menyusu dan pencernaan.
Penyebab Umum Cegukan pada Newborn
Beberapa kondisi dapat memicu cegukan pada bayi baru lahir. Memahami penyebabnya membantu orang tua mengelola atau mencegah terjadinya cegukan.
- Menelan Udara Berlebih: Bayi cenderung menelan udara saat menyusu terlalu cepat, menangis, atau saat posisi menyusu tidak tepat. Udara yang tertelan dapat meregangkan perut dan menekan diafragma.
- Menyusu Terlalu Cepat atau Berlebihan: Asupan ASI atau susu formula yang terlalu banyak dalam waktu singkat dapat membuat lambung bayi membesar dan memicu kejang diafragma.
- Perubahan Suhu Mendadak: Perubahan suhu lingkungan yang tiba-tiba, seperti dari hangat ke dingin, terkadang dapat memicu cegukan pada beberapa bayi.
- Refluks Asam: Meskipun jarang, pada beberapa kasus, cegukan bisa menjadi gejala refluks asam lambung ringan, di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Cara Efektif Menghilangkan Cegukan pada Newborn
Saat cegukan terjadi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu meredakannya:
- Berikan Jeda dan Ubah Posisi: Hentikan sementara menyusui atau makan. Kemudian, gendong bayi dalam posisi tegak sekitar 20 menit. Sambil menggendong, tepuk punggung bayi secara lembut untuk membantu mengeluarkan udara atau bersendawa.
- Gunakan Empeng: Memberikan empeng untuk diisap dapat membantu merilekskan diafragma bayi. Gerakan mengisap dapat menenangkan bayi dan menghentikan kejang diafragma.
- Tawarkan Sedikit Air Putih (untuk bayi di atas 6 bulan): Jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan dan sudah mulai MPASI, sedikit air putih dapat membantu. Namun, hindari memberikan air putih pada bayi di bawah 6 bulan kecuali atas anjuran dokter.
- Pijat Ringan: Pijat lembut bagian punggung atau perut bayi secara melingkar. Gerakan ini dapat membantu mengeluarkan gas yang terperangkap dan meredakan cegukan.
Pencegahan Cegukan pada Newborn
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah pencegahan dapat mengurangi frekuensi cegukan pada bayi baru lahir:
- Pastikan Posisi Menyusui yang Benar: Saat menyusui, pastikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Posisi ini membantu mencegah udara masuk ke lambung dan memudahkan pencernaan. Untuk bayi yang menyusu botol, pastikan botol dimiringkan agar dot terisi penuh susu dan tidak ada udara.
- Berikan Makan dalam Porsi Kecil dan Sering: Hindari memberikan makan dalam porsi besar sekaligus. Bagi waktu menyusui menjadi porsi lebih kecil namun lebih sering untuk mengurangi beban pada perut bayi.
- Sendawakan Bayi Secara Teratur: Selalu sendawakan bayi di tengah dan setelah selesai menyusu. Menggendong bayi tegak dan menepuk punggungnya perlahan adalah cara efektif untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
- Hindari Pemberian Makan saat Bayi Terlalu Lapar: Bayi yang sangat lapar cenderung menyusu dengan terburu-buru dan menelan lebih banyak udara. Coba berikan makan sebelum bayi menjadi terlalu lapar.
- Gunakan Dot Botol yang Tepat: Pastikan ukuran lubang dot botol susu sesuai dengan usia bayi. Lubang yang terlalu besar dapat menyebabkan aliran susu terlalu cepat, sementara lubang terlalu kecil membuat bayi menelan lebih banyak udara saat mengisap.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
Meskipun cegukan pada newborn umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis:
- Cegukan berlangsung sangat lama dan sering terjadi, mengganggu tidur atau pola makan bayi.
- Cegukan disertai dengan gejala lain seperti muntah berulang, kesulitan bernapas, rewel berlebihan, atau penurunan berat badan.
- Bayi tampak tidak nyaman atau kesakitan saat cegukan.
Jika orang tua khawatir tentang frekuensi atau intensitas cegukan pada bayi, konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan.
Kesimpulan
Cegukan pada newborn adalah fenomena yang wajar. Orang tua dapat mencoba beberapa metode sederhana seperti memberi jeda saat menyusui, menggendong bayi tegak, atau menggunakan empeng untuk meredakannya. Langkah pencegahan seperti posisi menyusui yang benar dan sering menyendawakan bayi juga sangat membantu. Jika cegukan bayi disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, kunjungi situs Halodoc untuk berbicara dengan dokter secara langsung.



