
Hiperurisemia: Gejala, Risiko, dan Cara Mengatasinya
Hiperurisemia adalah kondisi kadar asam urat tinggi dalam darah yang bisa memicu gout dan batu ginjal jika tidak ditangani.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Suplemen dan Obat untuk Hiperurisemia
- Perubahan Gaya Hidup untuk Penderita Hiperurisemia
- Studi Mengenai Hiperurisemia dan Penanganannya
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Sering kali kita mendengar orang mengeluh tentang nyeri sendi dan langsung menyimpulkannya sebagai penyakit asam urat. Namun, tahukah kamu bahwa dalam dunia medis, kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal disebut dengan hiperurisemia? Singkatnya, hyperuricemia adalah suatu keadaan di mana tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara efektif melalui urine.
Asam urat sendiri merupakan produk limbah alami dari pemecahan purin, yaitu zat yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan juga banyak ditemukan pada makanan tertentu. Pada kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah, melewati ginjal, dan dibuang dari tubuh. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, asam urat dapat menumpuk dan membentuk kristal tajam di persendian. Hal inilah yang pada akhirnya mengakibatkan penyakit asam urat (gout arthritis) yang disertai dengan rasa nyeri luar biasa, pembengkakan, dan kemerahan pada sendi.
Penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang yang mengalami hiperurisemia akan langsung mengembangkan gejala penyakit asam urat atau batu ginjal. Sebagian besar orang dengan hiperurisemia justru tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya (hiperurisemia asimtomatik). Namun, membiarkan kondisi ini berlarut-larut tanpa penanganan sama saja dengan menabung bom waktu. Penumpukan kristal urat dalam jangka panjang dapat merusak struktur sendi secara permanen, menyebabkan benjolan di bawah kulit (tofi), serta memicu peradangan pada organ ginjal.
Untuk mencegah komplikasi tersebut, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memperbaiki pola makan dan mengelola gaya hidup. Selain itu, sebagai langkah pendukung dan pencegahan gejala ringan, kamu bisa mengonsumsi suplemen dan vitamin pendukung, atau menggunakan obat topikal untuk meredakan nyeri yang tersedia di apotek. Nah, mau tahu apa saja pilihan produk yang aman dan direkomendasikan untuk membantu mengatasi hiperurisemia? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Suplemen dan Obat untuk Hiperurisemia
Berikut adalah beberapa pilihan produk yang dapat membantu mengontrol kadar asam urat serta meredakan gejala nyeri sendi ringan akibat hiperurisemia. Produk-produk ini dapat dibeli secara bebas maupun bebas terbatas.
1. Blackmores Celery 7000 30 Kapsul
Blackmores Celery 7000 merupakan suplemen kesehatan yang mengandung ekstrak biji seledri (Apium graveolens) yang setara dengan 7000 mg biji seledri kering. Biji seledri telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional karena sifat diuretiknya yang ringan. Kandungan aktif dalam seledri membantu merangsang ginjal untuk membuang sisa metabolisme tubuh, termasuk kelebihan asam urat, melalui urine.
Manfaat utama dari suplemen ini adalah membantu meredakan keluhan nyeri sendi ringan yang berkaitan dengan tingginya kadar asam urat. Selain itu, sifat anti-inflamasi alami dari biji seledri juga dapat membantu mengurangi pembengkakan dan kekakuan pada persendian yang sering dialami oleh penderita hiperurisemia.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1-2 kapsul setiap hari setelah makan, atau sesuai dengan petunjuk dokter.
- Anak-anak di bawah 12 tahun: Hanya boleh dikonsumsi dengan rekomendasi dokter.
Produk ini merupakan suplemen herbal. Pastikan kamu minum air putih yang banyak selama mengonsumsi produk ini untuk membantu proses pembuangan asam urat oleh ginjal.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Blackmores Celery 7000 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
2. Nutrimax Uricor 30 Kapsul
Nutrimax Uricor adalah suplemen herbal yang diformulasikan khusus untuk membantu mengontrol kadar asam urat dalam darah. Produk ini mengombinasikan ekstrak herbal terstandarisasi, di antaranya ekstrak daun Sidaguri (Sida rhombifolia), ekstrak biji seledri, dan Willow bark extract. Daun sidaguri mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang berfungsi menghambat enzim xanthine oxidase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan asam urat.
Kombinasi herbal ini sangat bermanfaat untuk mencegah pembentukan kristal urat di persendian sekaligus mengurangi rasa sakit dan peradangan karena kandungan Willow bark bekerja secara alami mirip dengan aspirin sebagai pereda nyeri. Suplemen ini sangat cocok dikonsumsi sebagai langkah pemeliharaan agar kadar asam urat tidak melonjak secara drastis.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1-2 kapsul per hari, diminum setelah makan.
Sebagai suplemen makanan, hasil yang maksimal bisa didapatkan dengan menggabungkan konsumsi obat ini bersama diet rendah purin secara konsisten.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Nutrimax Uricor 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Hiperurisemia yang Wajib Diwaspadai
- Pola Makan Tinggi Purin: Terlalu banyak mengonsumsi jeroan (hati, usus, ampela), hidangan laut (kerang, udang, sarden), dan daging merah.
- Konsumsi Alkohol & Fruktosa: Bir, minuman keras, dan minuman manis kemasan dapat menghambat kemampuan ginjal membuang asam urat.
- Obesitas: Berat badan berlebih menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak asam urat dan membuat ginjal kesulitan membuangnya.
- Obat-obatan Tertentu: Obat diuretik (pil air) yang sering digunakan untuk hipertensi dapat memicu retensi asam urat.
3. Voltaren Emulgel 10 g
Ketika hiperurisemia mulai memicu terbentuknya kristal dan menyebabkan peradangan akut pada sendi (biasanya pada jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki), rasa nyeri yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu. Voltaren Emulgel adalah sediaan topikal yang mengandung Diclofenac diethylamine 1%. Obat ini termasuk dalam golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) yang bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa kimia dalam tubuh yang memicu peradangan, rasa sakit, dan pembengkakan.
Manfaat utama menggunakan Voltaren Emulgel adalah meredakan nyeri dan inflamasi secara lokal di area persendian tanpa harus masuk ke saluran pencernaan, sehingga lebih aman bagi mereka yang memiliki masalah lambung akibat obat oral.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: Oleskan gel secukupnya (seukuran buah ceri atau kenari, tergantung luas area yang sakit) pada kulit yang menutupi area sendi yang nyeri. Pijat perlahan. Gunakan 3-4 kali sehari.
- Cuci tangan dengan bersih setelah mengoleskan obat, kecuali jika tangan adalah area yang sedang diobati.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hanya untuk penggunaan luar pada kulit yang utuh, jangan dioleskan pada luka terbuka atau area mata.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc
4. Sido Muncul Tolak Linu Herbal 5 Sachet
Bagi kamu yang lebih menyukai pengobatan tradisional atau jamu, Sido Muncul Tolak Linu Herbal bisa menjadi alternatif pendamping. Produk ini mengandung ekstrak rimpang lengkuas (Languatis rhizoma), lempuyang (Zingiberis aromaticae), temulawak, dan madu. Kandungan rimpang-rimpangan ini kaya akan antioksidan dan minyak atsiri yang memiliki efek menghangatkan, melancarkan peredaran darah, serta melemaskan otot-otot yang tegang.
Meski tidak secara langsung menurunkan kadar asam urat sekuat obat medis, Tolak Linu sangat efektif meredakan pegal linu, kekakuan sendi, dan rasa lelah di badan yang sering menjadi keluhan penyerta saat asam urat mulai menumpuk. Teksturnya yang cair (sirup) dalam kemasan sachet membuatnya praktis dikonsumsi kapan saja.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1-2 sachet per hari. Dapat diminum langsung dari kemasannya atau dicampur dengan 50 ml air hangat.
- Sebaiknya dikonsumsi setelah makan atau sebelum tidur malam agar badan terasa lebih ringan saat bangun pagi.
Produk ini merupakan jamu tradisional yang aman untuk dikonsumsi sesuai anjuran. Tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui tanpa konsultasi dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sido Muncul Tolak Linu Herbal 5 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc
Perubahan Gaya Hidup untuk Penderita Hiperurisemia
1. Terapkan Diet Rendah Purin
Hal terpenting dalam mengelola hiperurisemia adalah mengatur asupan makanan. Hindari makanan yang dapat memicu lonjakan asam urat seperti jeroan, daging merah, sarden, kerang, dan makanan yang digoreng. Sebaliknya, perbanyak konsumsi sayuran hijau (meski beberapa sayuran seperti bayam mengandung purin nabati, studi membuktikan purin nabati tidak terlalu berdampak pada serangan gout), buah ceri, dan karbohidrat kompleks.
2. Cukupi Kebutuhan Cairan Harian
Dehidrasi dapat menyebabkan kepekatan asam urat di dalam darah meningkat. Pastikan kamu minum air putih setidaknya 8-10 gelas per hari. Air putih akan membantu kinerja ginjal dalam membilas dan membuang kelebihan kristal urat melalui urine secara alami.
Studi Mengenai Hiperurisemia dan Penanganannya
Arthritis & Rheumatology Journal menerbitkan studi di tahun 2011 yang menjelaskan bahwa asupan vitamin C secara signifikan dapat membantu menurunkan kadar asam urat serum pada pasien dengan hiperurisemia. Vitamin C diketahui memiliki efek urikosurik, yaitu membantu ginjal untuk membuang asam urat lebih banyak ke dalam urine.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa ekstrak ceri asam (tart cherry) dan ekstrak seledri efektif dalam menurunkan risiko kekambuhan gout arthritis dengan cara memblokir peradangan di dalam tubuh. Ini mendukung klaim bahwa modifikasi pola makan dan suplementasi herbal dapat menjadi terapi preventif jangka panjang yang efektif bagi mereka yang memiliki riwayat hiperurisemia asimtomatik.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
FAQ
1. Apakah hyperuricemia adalah penyakit yang sama dengan asam urat (gout)?
Hiperurisemia tidak sama persis dengan penyakit asam urat (gout), meskipun keduanya berhubungan erat. Hiperurisemia adalah kondisi di mana kadar asam urat darah di atas normal. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gout, yaitu penyakit peradangan sendi yang terjadi akibat kristal asam urat yang menumpuk. Banyak orang menderita hiperurisemia bertahun-tahun tanpa pernah mengalami serangan gout.
2. Berapa nilai normal kadar asam urat di dalam tubuh?
Kadar asam urat normal bervariasi tergantung pada jenis kelamin. Secara umum, batas normal untuk pria adalah 3,4 – 7,0 mg/dL, sedangkan untuk wanita adalah 2,4 – 6,0 mg/dL. Jika kadar asam urat melebihi angka 7,0 mg/dL, seseorang sudah bisa didiagnosis mengalami hiperurisemia.
3. Apakah penderita hiperurisemia tidak boleh sama sekali makan daging ayam atau tempe?
Penderita hiperurisemia masih boleh mengonsumsi daging ayam dan produk kedelai seperti tempe atau tahu, namun dalam porsi yang dibatasi dan tidak berlebihan. Ayam mengandung purin sedang, sehingga jauh lebih aman dibandingkan jeroan ayam. Pengolahan makanan juga penting, usahakan mengonsumsi ayam yang direbus atau dipanggang daripada digoreng kering.
4. Kapan sebaiknya saya harus berkonsultasi ke dokter terkait masalah asam urat ini?
Segera konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami gejala serangan akut yang ditandai dengan nyeri sendi hebat (biasanya di pangkal ibu jari kaki) yang muncul tiba-tiba di malam hari, sendi terasa panas, kemerahan, dan bengkak yang tidak kunjung mereda. Dokter mungkin perlu meresepkan obat penurun asam urat golongan keras seperti Allopurinol atau Febuxostat yang dosisnya disesuaikan dengan kondisi ginjalmu.


