
Histrionic Personality Disorder: Gejala, Penyebab dan Solusi
Histrionic Personality Disorder: Gejala, Penyebab, & Terapi

DAFTAR ISI
- Apa Itu Histrionic Personality Disorder (HPD)?
- Gejala dan Kriteria Diagnosis HPD
- Penyebab dan Faktor Risiko
- Penanganan dan Psikoterapi untuk HPD
- Studi Terkait Gangguan Kepribadian
- FAQ Mengenai HPD
Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian, bicaranya sangat dramatis, namun emosinya tampak berubah-ubah dengan cepat? Dalam dunia psikologi, kondisi ini bisa jadi merujuk pada Histrionic Personality Disorder atau HPD. HPD adalah salah satu jenis gangguan kepribadian yang masuk dalam kategori “Klaster B”, yaitu kelompok gangguan yang ditandai dengan perilaku yang tampak dramatis, emosional, atau tidak menentu.
Seseorang dengan HPD seringkali merasa tidak nyaman jika mereka bukan menjadi pusat perhatian dalam suatu lingkungan sosial. Mereka mungkin menggunakan penampilan fisik atau perilaku provokatif untuk menarik mata orang lain. Meskipun terlihat percaya diri, sebenarnya individu dengan HPD seringkali memiliki harga diri yang sangat bergantung pada persetujuan dan perhatian dari orang lain. Jika perhatian tersebut hilang, mereka bisa merasa sangat tertekan atau hancur.
Memahami HPD sangat penting karena gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hubungan interpersonal, karier, hingga kesehatan mental pengidapnya secara keseluruhan. Seringkali, pengidap HPD tidak menyadari bahwa perilaku mereka adalah bagian dari gangguan mental, melainkan menganggapnya sebagai bagian dari kepribadian mereka yang “ekstrovert” atau “bersemangat”. Oleh karena itu, edukasi mengenai gejala dan kapan harus mencari bantuan profesional menjadi langkah awal yang krusial.
Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu HPD, gejala yang muncul, hingga bagaimana cara menanganinya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Histrionic Personality Disorder (HPD)?
Histrionic Personality Disorder (HPD) adalah kondisi kesehatan mental kronis yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Kata “histrionic” sendiri berasal dari bahasa Latin histrio yang berarti “aktor”. Hal ini sangat menggambarkan profil pengidapnya yang cenderung bersikap teatrikal dan penuh drama dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan panduan diagnostik DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition), HPD ditandai dengan pola emosionalitas yang berlebihan dan pencarian perhatian yang dimulai pada masa dewasa awal. Pengidap HPD seringkali dianggap sebagai sosok yang “berjiwa pesta”, namun di balik itu, mereka memiliki kebutuhan yang mendalam untuk divalidasi. Jika kamu merasa mengalami gejala yang mengganggu fungsi sosial, ada baiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal yang tepat.
Gejala dan Kriteria Diagnosis HPD
Gejala HPD tidak hanya sekadar ingin diperhatikan, tetapi melibatkan pola perilaku yang menetap. Seseorang didiagnosis menderita HPD jika memenuhi setidaknya lima dari kriteria berikut:
1. Merasa Tidak Nyaman Jika Bukan Pusat Perhatian
Pengidap HPD akan merasa depresi, tidak dihargai, atau cemas ketika perhatian orang lain teralih dari mereka. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk kembali menjadi sorotan utama.
2. Perilaku Seduktif atau Provokatif yang Tidak Tepat
Mereka sering berinteraksi dengan orang lain menggunakan perilaku seksual yang menggoda atau provokatif secara tidak pantas, bahkan dalam konteks profesional atau sosial yang tidak mendukung perilaku tersebut.
3. Emosi yang Berubah Cepat dan Dangkal
Ekspresi emosi pengidap HPD seringkali terlihat berlebihan namun sebenarnya dangkal. Mereka bisa menangis tersedu-sedu dalam satu menit dan tertawa terbahak-bahak di menit berikutnya.
4. Menggunakan Penampilan Fisik untuk Menarik Perhatian
Mereka menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan biaya untuk penampilan fisik agar terlihat mencolok dan mendapatkan pujian dari lingkungan sekitar.
5. Gaya Bicara yang Impresionistik
Cara bicara mereka seringkali sangat subjektif namun kurang detail. Misalnya, mereka mungkin mengatakan seseorang adalah “malaikat” tanpa bisa memberikan contoh spesifik mengapa mereka berpendapat demikian.
Perbedaan HPD dengan Gangguan Kepribadian Lainnya
- HPD vs Narsistik: Narsistik mencari kekaguman karena merasa superior, sedangkan HPD mencari perhatian meskipun itu perhatian negatif.
- HPD vs Borderline: Borderline ditandai dengan ketakutan akan ditinggalkan yang ekstrem dan perilaku menyakiti diri, sementara HPD lebih fokus pada dramatisasi emosi.
- HPD vs Dependen: Dependen mencari perlindungan, sedangkan HPD mencari panggung.
Penyebab dan Faktor Risiko
Hingga saat ini, penyebab pasti dari HPD belum diketahui secara tunggal. Namun, para ahli meyakini adanya kombinasi antara faktor genetik, lingkungan, dan psikologis.
1. Faktor Genetik
Ada kecenderungan bahwa gangguan kepribadian dapat diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua memiliki gangguan kepribadian tertentu, anak memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi serupa.
2. Pola Asuh (Lingkungan)
Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang tidak konsisten, seperti hanya mendapatkan perhatian saat mereka melakukan hal yang dramatis atau berlebihan, cenderung mempelajari bahwa cara tersebut adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kasih sayang. Kurangnya batasan yang jelas pada masa kecil juga berkontribusi pada pembentukan karakter histrionik.
3. Trauma Masa Kecil
Pengalaman traumatis, seperti pelecehan atau kehilangan orang tua secara tiba-tiba, dapat memicu mekanisme pertahanan diri yang manifestasinya adalah perilaku mencari perhatian sebagai bentuk kompensasi atas rasa tidak aman di masa lalu.
Penanganan dan Psikoterapi untuk HPD
Mengobati HPD bisa menjadi tantangan karena pengidapnya seringkali merasa tidak memiliki masalah. Namun, psikoterapi adalah standar emas dalam penanganannya. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan:
1. Terapi Kognitif Perilaku (CBT)
CBT membantu pengidap mengidentifikasi pola pikir impulsif dan belajar bagaimana bereaksi secara lebih rasional terhadap situasi sosial. Fokusnya adalah mengurangi kebutuhan akan validasi eksternal yang ekstrem.
2. Terapi Psikodinamik
Terapi ini menggali konflik bawah sadar dan trauma masa lalu yang mungkin menjadi akar dari perilaku histrionik. Pasien diajak untuk memahami mengapa mereka merasa perlu bertindak dramatis untuk merasa aman.
3. Pelatihan Keterampilan Sosial
Individu dengan HPD diajarkan bagaimana membangun hubungan yang lebih sehat dan tulus tanpa harus menggunakan manipulasi atau perilaku seduktif.
Meskipun tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan HPD, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengatasi gejala penyerta seperti depresi atau kecemasan. Untuk menjaga kebugaran tubuh selama masa terapi, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc seperti vitamin dan suplemen yang mendukung kesehatan saraf.
Studi Mengenai Gangguan Kepribadian
StatPearls (NCBI) menerbitkan studi di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa gangguan kepribadian histrionik lebih sering didiagnosis pada wanita dibandingkan pria di lingkungan klinis, meskipun beberapa penelitian terbaru menunjukkan prevalensi yang hampir sama jika dilakukan secara anonim. Hal ini menunjukkan adanya bias gender dalam diagnosis medis yang perlu diperhatikan oleh para praktisi kesehatan mental.
Studi tersebut juga menekankan pentingnya intervensi dini karena pengidap HPD memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan somatisasi (keluhan fisik akibat stres psikis) dan penyalahgunaan zat jika kondisi mereka tidak ditangani dengan baik.
Tips Menghadapi Seseorang dengan HPD
Jika kamu memiliki anggota keluarga atau pasangan dengan HPD, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Tetapkan batasan yang jelas dan tegas tentang perilaku apa yang bisa diterima.
- Berikan perhatian pada perilaku mereka yang positif dan tenang, bukan saat mereka sedang “beraksi” atau dramatis.
- Ajak mereka untuk berkonsultasi dengan profesional secara suportif tanpa menghakimi.
- Jangan terbawa dalam drama emosional yang mereka ciptakan.
Jika kamu merasa kewalahan menghadapi orang terdekat dengan gangguan kepribadian, jangan ragu untuk mencari dukungan profesional. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog atau dokter spesialis kedokteran jiwa melalui layanan Halodoc.
FAQ
1. Apakah HPD bisa sembuh total?
Gangguan kepribadian adalah kondisi jangka panjang, namun dengan psikoterapi yang konsisten, pengidapnya dapat belajar mengelola gejala, membangun hubungan yang lebih stabil, dan berfungsi dengan baik di masyarakat.
2. Apa perbedaan utama HPD dengan gangguan narsistik?
Pengidap HPD ingin diperhatikan baik secara positif maupun negatif, sedangkan pengidap narsistik biasanya hanya menginginkan kekaguman dan merasa lebih tinggi statusnya dari orang lain.
3. Mengapa pengidap HPD sering berperilaku seduktif?
Bagi mereka, perilaku seduktif adalah alat untuk menjamin perhatian dan memanipulasi lingkungan agar mereka tetap menjadi pusat perhatian, seringkali tanpa maksud seksual yang sebenarnya.
4. Apakah faktor genetik berpengaruh pada HPD?
Ya, penelitian menunjukkan adanya komponen genetik dalam gangguan kepribadian, meski faktor pola asuh dan trauma lingkungan juga memegang peranan yang sangat besar.
Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2024. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5-TR).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Histrionic Personality Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Personality Disorders.
National Library of Medicine (NCBI). Diakses pada 2024. Histrionic Personality Disorder: A Review.
Psychology Today. Diakses pada 2024. Histrionic Personality Disorder.
Keluhan Kesehatan Mental Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau pertanyaan seputar gangguan kepribadian, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


