Ad Placeholder Image

Hitung IMT: Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   05 Mei 2026

IMT menjadi alat skrining yang mudah dan cepat untuk mengidentifikasi potensi masalah berat badan pada orang dewasa.

Hitung IMT: Cara Menghitung Indeks Massa TubuhHitung IMT: Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh

DAFTAR ISI


Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah angka yang digunakan untuk menilai apakah berat badan seseorang ideal untuk tinggi badannya.

IMT menjadi alat skrining yang mudah dan cepat untuk mengidentifikasi potensi masalah berat badan pada orang dewasa.

Meskipun tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, IMT berkorelasi dengan pengukuran lemak tubuh.

Mengapa IMT Penting?

IMT penting karena memberikan gambaran tentang risiko kesehatan yang terkait dengan berat badan. IMT yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat mengindikasikan masalah kesehatan.

Mengetahui IMT membantu individu dan profesional kesehatan dalam merencanakan intervensi yang tepat untuk mencapai berat badan yang lebih sehat.

Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Rumus dan Cara Menghitung IMT

Cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah dengan membagi berat badan dalam kilogram (kg) dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (m²).

Rumus IMT:

IMT = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m))

Langkah-Langkah Menghitung IMT dengan Benar

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti untuk menghitung IMT dengan benar:

  1. Ukur berat badan dengan timbangan yang akurat.
  2. Ukur tinggi badan dengan alat pengukur yang tepat. Pastikan posisi tubuh tegak saat pengukuran.
  3. Hitung IMT menggunakan rumus di atas.

Contoh Perhitungan:

Jika berat badan 65 kg dan tinggi badan 160 cm (1,60 m):

1. Kuadratkan tinggi badan: 1,60 x 1,60 = 2,56
2. Bagi berat badan dengan hasil kuadrat: 65 / 2,56 = 25,4
3. Hasil IMT: 25,4 kg/m²

Interpretasi Hasil IMT: Kategori dan Artinya

Setelah mendapatkan hasil perhitungan IMT, hasilnya perlu diinterpretasikan untuk mengetahui kategori berat badan. Berikut adalah kategori IMT berdasarkan standar umum dan standar Asia:

Standar Umum:

  • IMT Kurang dari 18.5: Berat badan kurang
  • IMT 18.5 – 24.9: Berat badan normal
  • IMT 25.0 – 29.9: Berat badan berlebih
  • IMT 30.0 atau lebih: Obesitas

Standar Asia:

  • IMT Kurang dari 18.5: Berat badan kurang
  • IMT 18.5 – 22.9: Berat badan normal
  • IMT 23.0 – 24.9: Berat badan berlebih
  • IMT 25.0 atau lebih: Obesitas

Kategori ini membantu mengidentifikasi risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat berat badan yang tidak ideal.

Batasan dan Pertimbangan dalam Penggunaan IMT

Meskipun IMT adalah alat yang berguna, ada beberapa batasan yang perlu diperhatikan:

  • IMT tidak membedakan antara massa otot dan massa lemak. Orang dengan massa otot tinggi mungkin memiliki IMT yang tinggi meskipun kadar lemak tubuhnya rendah.
  • IMT tidak memperhitungkan distribusi lemak tubuh. Lemak visceral (lemak di sekitar organ dalam) lebih berbahaya daripada lemak subkutan (lemak di bawah kulit).
  • IMT mungkin tidak akurat untuk kelompok tertentu, seperti atlet, wanita hamil, dan orang tua.

Karena batasan ini, penting untuk mempertimbangkan faktor lain selain IMT dalam menilai risiko kesehatan.

IMT pada Kelompok Usia dan Kondisi Khusus

Pada anak-anak dan remaja, interpretasi IMT menggunakan grafik pertumbuhan khusus usia dan jenis kelamin. Pada wanita hamil, IMT sebelum kehamilan digunakan sebagai dasar untuk menentukan penambahan berat badan yang sehat selama kehamilan.

Pada orang tua, IMT yang sedikit lebih tinggi dari normal mungkin dapat diterima karena dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit tertentu.

Tips Menjaga Berat Badan Ideal Berdasarkan IMT

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga berat badan ideal berdasarkan IMT:

  • Terapkan pola makan sehat dan seimbang. Konsumsi makanan bergizi dan hindari makanan olahan serta minuman manis.
  • Lakukan aktivitas fisik secara teratur. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.
  • Tidur yang cukup. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme.
  • Kelola stres dengan baik. Stres kronis dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!

Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika IMT berada di luar rentang normal atau jika memiliki kondisi kesehatan lain yang memengaruhi berat badan.

Dokter dapat memberikan evaluasi yang lebih komprehensif dan merekomendasikan rencana perawatan yang sesuai. Jangan ragu untuk mencari saran medis jika merasa khawatir tentang berat badan.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter gizi di Halodoc untuk mendapatkan saran yang lebih personal lebih mudah dan tepercaya dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Bagaimana Cara Mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) / Berat Badan Normal?
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. All About Adult BMI.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Body Mass Index (BMI).
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2026. Calculate Your Body Mass Index.