HPV Pria: Kutil Kelamin, Risiko Kanker, Pencegahan

DAFTAR ISI
- Mengenal HPV pada Pria dan Risikonya
- Gejala HPV yang Sering Muncul pada Pria
- Bagaimana Virus HPV Menular?
- Diagnosis HPV pada Pria
- Langkah Pencegahan: Vaksinasi dan Gaya Hidup
- Studi Terkait
- FAQ
Human Papillomavirus atau HPV sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya berdampak pada wanita, terutama karena kaitannya yang erat dengan kanker serviks. Namun, faktanya virus ini juga sangat umum menyerang pria. Infeksi HPV pada pria dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari kutil kelamin hingga jenis kanker tertentu yang cukup berbahaya jika tidak ditangani sejak dini.
Penting bagi pria untuk memahami bahwa mereka tidak hanya berperan sebagai pembawa (carrier) virus bagi pasangannya, tetapi juga subjek yang rentan terhadap dampak kesehatan langsung dari virus ini. Sayangnya, kesadaran mengenai bahaya HPV pada pria masih tergolong rendah di Indonesia, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat kondisi sudah mencapai tahap lanjut.
Memahami gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan adalah kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi dan kualitas hidup secara keseluruhan. Jika kamu merasakan adanya keluhan atau perubahan yang tidak biasa pada area genital, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai apa itu HPV pada pria dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya!
Mengenal HPV pada Pria dan Risikonya
HPV adalah kumpulan lebih dari 200 jenis virus yang berkaitan. Sekitar 40 di antaranya menular melalui kontak seksual langsung. Pada pria, infeksi ini bisa bersifat sementara dan hilang dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh. Namun, pada beberapa kasus, virus menetap dan menyebabkan perubahan sel yang mengarah pada penyakit serius.
Ada dua kategori utama HPV:
- HPV Risiko Rendah: Jenis ini biasanya menyebabkan kutil kelamin (genital warts) tetapi jarang menyebabkan kanker. Tipe 6 dan 11 adalah penyebab paling umum dari kutil kelamin pada pria.
- HPV Risiko Tinggi: Jenis ini dapat menyebabkan perubahan sel yang berujung pada kanker. Tipe 16 dan 18 adalah yang paling sering dikaitkan dengan kanker anal, kanker penis, dan kanker orofaringeal (kanker di bagian belakang tenggorokan).
Gejala HPV yang Sering Muncul pada Pria
Sebagian besar pria yang terinfeksi HPV tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, ketika gejala muncul, bentuknya bisa bervariasi tergantung jenis virusnya:
1. Kutil Kelamin (Genital Warts)
Muncul sebagai benjolan kecil, berkelompok, atau datar di area penis, skrotum, anus, atau paha bagian atas. Kutil ini bisa berbentuk menyerupai kembang kol. Meskipun tidak sakit, kutil ini bisa menyebabkan gatal atau rasa tidak nyaman.
2. Kanker Anal
Gejalanya meliputi perdarahan dubur, nyeri, gatal, atau adanya benjolan di area anus. Terkadang disertai dengan perubahan pola buang air besar.
3. Kanker Penis
Tanda awalnya bisa berupa perubahan warna kulit penis, penebalan kulit, atau adanya luka yang tidak kunjung sembuh. Pada tahap lanjut, mungkin muncul benjolan yang nyeri.
4. Kanker Orofaringeal
Karena HPV juga bisa menular melalui seks oral, kanker dapat berkembang di tenggorokan, pangkal lidah, atau amandel. Gejalanya termasuk sakit tenggorokan kronis, kesulitan menelan, hingga perubahan suara.
Bagaimana Virus HPV Menular?
HPV menular melalui kontak kulit-ke-kulit secara langsung selama aktivitas seksual. Ini termasuk seks vaginal, anal, dan oral. Virus ini dapat menular meskipun seseorang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala yang terlihat.
Penggunaan kondom dapat menurunkan risiko penularan, namun tidak dapat mencegahnya 100% karena virus dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup oleh kondom. Inilah mengapa setia pada satu pasangan dan melakukan vaksinasi menjadi sangat krusial.
Faktor Risiko HPV pada Pria
- Berganti-ganti pasangan seksual tanpa pengaman.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya penderita HIV/AIDS).
- Melakukan hubungan seksual anal (meningkatkan risiko kanker anal).
- Kurangnya kebersihan di area genital.
Diagnosis HPV pada Pria
Berbeda dengan wanita yang bisa melakukan Pap smear untuk mendeteksi dini perubahan sel serviks, saat ini belum ada tes skrining rutin yang disetujui secara luas untuk mendeteksi HPV pada pria secara umum. Diagnosis biasanya dilakukan berdasarkan pengamatan visual terhadap kutil kelamin oleh tenaga medis.
Untuk pria yang melakukan hubungan seks anal, dokter mungkin menyarankan prosedur anal Pap smear guna mengecek adanya sel abnormal di anus. Jika kamu mencurigai adanya infeksi, segera cari bantuan medis. Kamu juga bisa beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan suplemen peningkat imun guna membantu tubuh melawan infeksi virus, tentunya setelah berkonsultasi dengan ahlinya.
Langkah Pencegahan: Vaksinasi dan Gaya Hidup
Pencegahan adalah cara terbaik untuk menangani HPV. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diambil:
1. Vaksinasi HPV
Vaksin HPV sangat efektif jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Namun, pria dewasa hingga usia 26 tahun (dan bahkan hingga 45 tahun pada kasus tertentu) masih disarankan untuk mendapatkan vaksin ini guna melindungi diri dari jenis HPV yang belum pernah mereka temui.
2. Penggunaan Kondom
Meskipun tidak memberikan perlindungan total, kondom secara signifikan mengurangi peluang penularan kutil kelamin dan kanker yang terkait dengan HPV.
3. Menjaga Setia pada Satu Pasangan
Membatasi jumlah pasangan seksual akan menurunkan risiko terpapar virus secara drastis.
Studi Mengenai HPV pada Pria
The Lancet Global Health menerbitkan studi di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa prevalensi infeksi HPV pada pria secara global sangat tinggi, dengan hampir 1 dari 3 pria di atas usia 15 tahun terinfeksi setidaknya satu jenis HPV.
Studi tersebut menekankan bahwa pria merupakan reservoir penting untuk infeksi HPV dan sangat penting untuk menyertakan pria dalam strategi pencegahan HPV secara global guna menurunkan angka kejadian penyakit terkait HPV baik pada pria maupun wanita.
Jika kamu menemukan adanya benjolan aneh atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan seksual, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius di masa depan.
Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan yang dibutuhkan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
CDC. Diakses pada 2026. HPV and Men – Fact Sheet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. HPV Infection: Symptoms & Causes.
The Lancet Global Health. Diakses pada 2026. Global and regional estimates of HPV prevalence among men: a systematic review and meta-analysis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Human Papillomavirus (HPV) in Men.
WHO. Diakses pada 2026. Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer.
FAQ
1. Apakah pria bisa melakukan tes HPV secara mandiri?
Hingga saat ini, belum ada tes swab atau darah mandiri yang valid secara medis untuk mendeteksi HPV pada pria secara rutin layaknya Pap smear pada wanita. Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter.
2. Apakah vaksin HPV aman untuk pria dewasa?
Ya, vaksin HPV aman dan sangat direkomendasikan untuk pria. Vaksin ini efektif membantu mencegah kutil kelamin dan jenis kanker tertentu seperti kanker anal dan penis.
3. Apakah kutil kelamin akibat HPV bisa disembuhkan?
Kutil kelamin bisa dihilangkan dengan pengobatan topikal atau prosedur medis seperti krioterapi (pembekuan). Namun, virusnya sendiri mungkin masih ada di dalam tubuh, sehingga kutil bisa muncul kembali jika imun tubuh menurun.
4. Apakah HPV selalu menyebabkan kanker pada pria?
Tidak selalu. Sebagian besar infeksi HPV hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah kesehatan. Namun, infeksi tipe risiko tinggi yang menetap dalam jangka panjang dapat memicu perkembangan sel kanker.
Punya Keluhan Kesehatan atau Gejala Tak Biasa? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa ada gejala yang tidak biasa atau punya pertanyaan seputar HPV pada pria tapi bingung harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



