• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Alami Batuk, Apakah Aman Konsumsi Obat?

Ibu Hamil Alami Batuk, Apakah Aman Konsumsi Obat?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, segala sesuatu yang terjadi pada ibu dapat memengaruhi bukan hanya tubuh ibu sendiri, tetapi juga Si Kecil yang ada dalam kandungan. Hal ini yang membuat penanganan penyakit menjadi lebih rumit. Sebelum hamil, ibu bisa minum obat apa saja saat terserang batuk. Namun, kini berbeda kondisinya, ibu pasti bertanya-tanya apakah aman meminum obat saat hamil. 

Meskipun obat-obatan memang ampuh untuk mengobati gejala dengan cepat, ibu pasti juga khawatir kalau obat yang diminum bisa menyebabkan masalah untuk bayi. Sebenarnya, banyak obat yang dapat diminum saat hamil, tapi ada beberapa hal yang harus ibu ketahui berikut ini. 

Baca juga: Ini 9 Perubahan Wajah yang Dapat Terjadi saat Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Batuk?

Menurut  University of Michigan Health System, ibu harus menghindari semua obat dalam 12 minggu pertama kehamilan. Sebab, 12 minggu pertama adalah saat yang kritis untuk perkembangan organ vital bayi. Melansir dari Healthline, banyak dokter menyarankan ibu hamil untuk berhati-hati dalam menggunakan obat setelah kehamilan menginjak 28 minggu. 

Oleh sebab itu, pastikan untuk membicarakannya dengan dokter sebelum minum obat apa pun saat hamil. Kalau ibu perlu bertanya mengenai hal ini, ibu bisa bertanya ke dokter Halodoc yang bisa dihubungi kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Beberapa obat yang dinilai aman setelah 12 minggu kehamilan termasuk:

  • Balsem yang bisa dioleskan dada, pelipis, dan di bawah hidung;

  • Strip hidung untuk membuka saluran udara;

  • Obat batuk atau tablet hisap;

  • Paracetamol untuk meredakan sakit, nyeri, dan demam;

  • Penekan batuk di malam hari;

  • Ekspektoran pada siang hari;

  • Kalsium-karbonat atau obat serupa untuk mulas, mual, atau sakit perut;

  • Sirup obat batuk biasa;

  • Dextromethorphan dan sirup batuk dextromethorphan-guaifenesin.

Hindari obat all-in-one yang menggabungkan beberapa bahan untuk mengatasi banyak gejala. Sebaliknya, pilih obat tunggal untuk gejala yang ibu alami. Ibu harus menghindari obat-obatan berikut saat hamil kecuali disarankan oleh dokter, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, kodein, dan antibiotik. 

Baca juga: Sakit Pinggang saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Cara Mengobati Batuk Selama Kehamilan

Menurut American Pregnancy Association, meski ibu merasa lelah dan tidak enak badan, batuk atau gejala flu lainnya biasanya tidak membahayakan Si Kecil. Nah, berikut perawatan sederhana yang bisa ibu lakukan untuk meringankan gejala batuk, yaitu:

  • Cukup beristirahat. Pastika ibu mendapatkan waktu tidur siang, tidur malam minimal delapan jam dan duduk santai. Istirahat memberikan tubuh waktu untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh.

  • Perbanyak cairan. Minumlah air, jus, atau kaldu untuk menambahkan cairan yang diperlukan tubuh.

  • Makan dengan baik. Hindari makan dengan porsi banyak sekaligus. Cobalah makan dalam porsi kecil sesering mungkin.

  • Kurangi kemacetan. Tempatkan pelembap ruangan (humidifier) di kamar dan jaga agar kepala lebih terangkat menggunakan bantal saat beristirahat. Ibu juga bisa menggunakan strip hidung untuk melegakan hidung tersumbat.

  • Ringankan sakit tenggorokan. Ibu bisa meringankan sakit tenggorokan dengan minum teh atau air hangat, atau berkumur dengan air garam hangat.

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Melahirkan di Usia 38 Minggu

Jika batuk yang ibu alami menghasilkan lendir  dan disertai dengan nyeri dada atau mengi, pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter. Ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengunjungi rumah sakit melalui aplikasi Halodoc

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How to Treat a Cold or Flu When You’re Pregnant.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Cough and Cold During Pregnancy.