Ad Placeholder Image

Ibu Hamil Keputihan Itu Normal, Tapi Waspadai Ini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Ibu Hamil Bisa Keputihan: Normal, Tapi Waspada Juga

Ibu Hamil Keputihan Itu Normal, Tapi Waspadai Ini!Ibu Hamil Keputihan Itu Normal, Tapi Waspadai Ini!

Apakah Ibu Hamil Bisa Keputihan? Ini Penjelasan Medisnya

Keputihan saat hamil adalah kondisi yang umum terjadi dan seringkali menjadi pertanyaan bagi banyak ibu hamil. Ya, ibu hamil bisa mengalami keputihan, bahkan lebih sering dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang signifikan selama masa kehamilan, terutama peningkatan kadar estrogen. Perubahan hormon ini merangsang produksi cairan kewanitaan yang disebut leukorrhea. Cairan ini berperan penting dalam menjaga kebersihan area vagina dan melindunginya dari potensi infeksi.

Mengenal Keputihan Normal (Leukorrhea) Saat Hamil

Leukorrhea adalah keputihan normal yang dialami ibu hamil. Ini adalah mekanisme alami tubuh untuk melindungi jalan lahir dan janin dari bakteri atau infeksi. Jumlah leukorrhea umumnya meningkat seiring dengan usia kehamilan. Produksi cairan ini membantu menjaga lingkungan vagina tetap sehat dan bersih.

Ciri Keputihan Normal Saat Hamil:

  • Cairannya bening atau berwarna putih susu.
  • Tidak berbau atau memiliki bau yang sangat ringan dan tidak menyengat.
  • Teksturnya encer, kadang sedikit kental, tetapi tidak menggumpal.
  • Tidak disertai rasa gatal, perih, atau nyeri pada area vagina.
  • Volume keputihan bisa lebih banyak dari biasanya, terutama menjelang akhir kehamilan.

Waspada: Ciri Keputihan Tidak Normal pada Ibu Hamil

Meskipun keputihan adalah hal yang wajar selama kehamilan, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi indikasi adanya infeksi atau masalah kesehatan lain. Mengenali perbedaan antara keputihan normal dan tidak normal sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Tanda Keputihan Abnormal yang Perlu Diperhatikan:

  • Warna keputihan berubah menjadi kuning, kehijauan, atau abu-abu.
  • Memiliki bau yang menyengat, amis, atau busuk.
  • Tekstur keputihan menjadi sangat kental, seperti keju cottage, berbusa, atau bergumpal.
  • Disertai rasa gatal yang parah pada area vagina.
  • Adanya rasa nyeri, perih, atau sensasi terbakar saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Terdapat bercak darah pada keputihan tanpa alasan yang jelas (misalnya bukan flek implantasi atau tanda persalinan).

Penyebab Keputihan Abnormal pada Ibu Hamil

Keputihan yang tidak normal seringkali disebabkan oleh infeksi. Beberapa penyebab umum infeksi vagina pada ibu hamil meliputi:

  • **Infeksi Jamur (Kandidiasis Vagina):** Sangat umum pada ibu hamil karena perubahan hormon dan pH vagina. Ciri-cirinya adalah keputihan kental putih seperti keju cottage, gatal hebat, dan kemerahan.
  • **Vaginosis Bakterial (BV):** Disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina. Ditandai dengan keputihan berwarna abu-abu atau putih kehijauan, bau amis yang menyengat (terutama setelah berhubungan intim), dan gatal ringan.
  • **Trikomoniasis:** Penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh parasit. Gejalanya meliputi keputihan kuning kehijauan atau abu-abu, berbau busuk, berbusa, gatal, dan nyeri saat buang air kecil.
  • **Gonore atau Klamidia:** Infeksi menular seksual lainnya yang dapat menyebabkan keputihan abnormal, nyeri panggul, dan perdarahan.

Kapan Ibu Hamil Perlu Memeriksakan Keputihan ke Dokter?

Jika ibu hamil mengalami keputihan dengan salah satu ciri abnormal yang disebutkan di atas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Infeksi pada vagina selama kehamilan, jika tidak diobati, berpotensi menimbulkan komplikasi seperti persalinan prematur atau infeksi pada janin.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keputihan dan memberikan penanganan yang aman untuk ibu hamil. Jangan mencoba mengobati sendiri dengan obat-obatan bebas atau ramuan herbal tanpa rekomendasi medis, karena hal tersebut dapat membahayakan kehamilan.

Tips Mencegah Keputihan Tidak Normal Saat Hamil

Meskipun tidak semua jenis keputihan abnormal dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu menjaga kesehatan vagina selama kehamilan:

  • Jaga kebersihan area intim dengan membasuhnya dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar.
  • Gunakan sabun pembersih vagina yang lembut, tidak mengandung pewangi, atau hindari penggunaan sabun yang berlebihan.
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.
  • Hindari penggunaan douching (pencuci vagina) karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami vagina.
  • Hindari penggunaan pantyliner atau pembalut beraroma yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Konsumsi makanan sehat dan cukupi kebutuhan cairan untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Praktikkan hubungan intim yang aman untuk mencegah infeksi menular seksual.

Keputihan pada ibu hamil adalah bagian alami dari proses kehamilan. Namun, penting untuk selalu memantau perubahan pada keputihan dan segera mencari bantuan medis jika ada tanda-tanda abnormal. Konsultasi dengan dokter secara rutin melalui Halodoc adalah langkah terbaik untuk memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga.