Ad Placeholder Image

Ibu, Ini Cara Membuat Bayi Sendawa yang Aman dan Efektif

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Membuat bayi sendawa adalah cara untuk mengeluarkan gas berlebih di dalam tubuh dan sistem pencernaan setelah menyusui. Ini bisa dilakukan dengan menggendong di dada atau membaringkan di pangkuan.”

Ibu, Ini Cara Membuat Bayi Sendawa yang Aman dan EfektifIbu, Ini Cara Membuat Bayi Sendawa yang Aman dan Efektif

DAFTAR ISI


Menyaksikan bayi yang baru lahir tumbuh sehat tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Namun, sebagai ibu baru, kamu mungkin sering merasa khawatir ketika si kecil mulai rewel atau tampak tidak nyaman setelah menyusu. Salah satu penyebab umum ketidaknyamanan ini adalah penumpukan gas di dalam saluran pencernaan bayi. Karena sistem pencernaan mereka yang belum matang, bayi belum mampu mengeluarkan gas tersebut dengan sendirinya secara efisien.

Penting bagi kamu untuk memahami cara sendawakan bayi baru lahir dengan benar. Sendawa membantu mengeluarkan udara yang ikut tertelan saat bayi menyusu, baik melalui ASI maupun susu formula. Udara yang terjebak ini bisa memicu rasa kembung, kolik, hingga membuat bayi lebih sering muntah atau gumoh. Dengan menyendawakan bayi secara rutin, kamu membantu si kecil merasa lebih lega dan tidur lebih nyenyak.

Teknik menyendawakan bayi sebenarnya tidak sulit, namun membutuhkan kesabaran dan posisi yang tepat agar bayi tetap merasa aman. Jika kamu sering merasa bingung atau takut menyakiti si kecil saat mencoba menyendawakannya, artikel ini akan membahas panduan lengkap mengenai teknik yang aman secara medis. Kamu juga perlu tahu kapan waktu yang tepat dan apa yang harus dilakukan jika bayi tidak kunjung sendawa.

Nah, mau tahu apa saja pilihan cara sendawakan bayi baru lahir? Berikut ulasannya!

Mengapa Bayi Perlu Sendawa?

Sebelum masuk ke langkah-langkah teknis, kamu perlu tahu mengapa hal sederhana ini sangat krusial. Saat bayi menyusu, terutama jika alirannya terlalu deras atau jika bayi menyusu dengan terburu-buru, udara cenderung ikut masuk ke dalam kerongkongan. Udara ini akan berkumpul di perut bayi dan menciptakan tekanan yang tidak nyaman.

Bayi baru lahir memiliki kapasitas lambung yang sangat kecil. Jika sebagian ruang di dalam lambung tersebut terisi oleh udara, maka ruang untuk susu menjadi terbatas. Hal ini sering kali menyebabkan bayi merasa cepat kenyang padahal ia belum cukup menyusu, atau justru menyebabkan susu terdorong kembali ke atas (refluks) saat udara berusaha keluar. Inilah alasan mengapa menyendawakan si kecil bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan fungsional bagi pencernaannya.

Cara Sendawakan Bayi Baru Lahir yang Efektif

Ada beberapa posisi yang bisa kamu coba. Setiap bayi mungkin memiliki preferensi posisi yang berbeda, jadi kamu bisa bereksperimen untuk melihat mana yang paling efektif bagi si kecil.

1. Posisi di Atas Bahu

Ini adalah posisi yang paling umum dan klasik. Gendong bayi menghadap ke arahmu dengan dagunya bersandar di bahumu. Gunakan satu tangan untuk menopang bagian bawahnya, dan tangan lainnya untuk menepuk atau mengusap punggung bayi secara perlahan dari bawah ke atas.

Pastikan kamu menaruh kain alas atau sapu tangan di bahumu untuk berjaga-jaga jika bayi gumoh. Tekanan lembut dari bahumu pada perut bayi dapat membantu mendorong udara keluar lebih cepat.

2. Posisi Duduk di Pangkuan

Dudukkan bayi di atas pangkuanmu yang menghadap ke samping atau ke depan. Gunakan satu tangan untuk menopang dada dan dagunya. Ingat, topanglah di bagian tulang rahang, bukan di area leher atau tenggorokan agar pernapasan bayi tidak terganggu. Condongkan tubuh bayi sedikit ke depan dan gunakan tanganmu yang lain untuk menepuk punggungnya dengan lembut.

3. Posisi Telungkup di Pangkuan

Baringkan bayi secara melintang dalam posisi telungkup di atas pangkuanmu. Pastikan posisi kepalanya lebih tinggi dari badannya untuk mencegah aliran balik susu. Pegang dan topang dagu bayi dengan satu tangan, lalu tepuk atau usap punggungnya dengan tangan yang lain sampai terdengar suara sendawa.

Tips Aman Menyendawakan Bayi
  1. Selalu gunakan gerakan yang lembut, bukan pukulan keras.
  2. Siapkan kain alas untuk mengantisipasi gumoh.
  3. Lakukan selama 1-2 menit pada setiap posisi sebelum berpindah ke posisi lain.

Waktu Terbaik untuk Menyendawakan Bayi

Kapan waktu yang paling pas? Sebaiknya jangan menunggu sampai proses menyusu selesai. Jika kamu menyusui langsung (DBF), sendawakan bayi saat kamu akan berpindah payudara. Jika bayi menggunakan botol, cobalah menyendawakannya setiap bayi menghabiskan sekitar 60-90 ml susu.

Menyendawakan di tengah-tengah sesi menyusu sangat membantu jika bayi cenderung sering kembung atau memiliki kondisi refluks. Jika bayi sudah tertidur saat menyusu, kamu tetap bisa mencoba menyendawakannya dengan gerakan yang sangat lembut agar ia tidak terbangun sepenuhnya.

Tips Tambahan Saat Bayi Susah Sendawa

Terkadang bayi sulit untuk bersendawa meskipun kamu sudah mencoba berbagai posisi. Jangan panik. Jika setelah 5-10 menit bayi tidak kunjung sendawa dan tampak tenang, itu mungkin berarti tidak ada udara yang terjebak di perutnya. Namun, jika ia menggeliat tidak nyaman, kamu bisa mencoba melakukan “gerakan mengayuh sepeda” pada kakinya saat ia berbaring telentang untuk membantu mengeluarkan gas dari saluran cerna bawah (kentut).

Untuk melengkapi kenyamanan si kecil, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan perlengkapan bayi seperti minyak telon berkualitas yang dapat membantu menghangatkan perut dan meredakan kembung ringan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kembung adalah hal normal, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis. Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda seperti muntah yang menyembur (bukan sekadar gumoh), perut terasa keras, tidak mau menyusu, atau menangis histeris yang tidak berhenti setelah disendawakan, kamu perlu waspada.

Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi kesehatan pencernaan buah hati kamu.

Studi Mengenai Kesehatan Pencernaan Bayi

PubMed Central menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa teknik posisi tegak setelah makan secara signifikan dapat mengurangi frekuensi refluks gastroesofagus pada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan.

Penelitian tersebut menekankan bahwa menyendawakan bayi bukan hanya untuk mengeluarkan gas, tetapi juga membantu gravitasi menjaga susu tetap berada di lambung sementara katup esofagus bayi berkembang sempurna. Hal ini terbukti mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akibat aspirasi cairan lambung.

Menyendawakan bayi adalah seni yang memerlukan latihan. Seiring berjalannya waktu, kamu akan semakin mahir mengenali tanda-tanda kapan si kecil butuh disendawakan. Pastikan suasana tetap tenang agar bayi tidak semakin stres saat merasa kembung.

Selain memperhatikan teknik sendawa, pastikan asupan nutrisi ibu juga terjaga jika memberikan ASI eksklusif. Kamu tetap bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk memastikan pertumbuhan si kecil tetap optimal.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Infant and toddler health: Burping your baby.
Healthline. Diakses pada 2026. How to Burp a Baby: Tips, Techniques, and More.
KidsHealth. Diakses pada 2026. Burping Your Baby.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Why Do Babies Need to Burp?.
WebMD. Diakses pada 2026. Tips for Burping Your Baby.

FAQ

1. Berapa lama harus menyendawakan bayi setelah menyusu?

Umumnya, kamu bisa mencoba menyendawakan bayi selama 1 hingga 5 menit. Jika dalam waktu tersebut bayi tidak sendawa namun tampak nyaman, kamu bisa berhenti.

2. Apakah bayi tidur perlu disendawakan?

Ya, sebaiknya tetap disendawakan meski bayi tertidur, terutama jika ia sering gumoh. Gunakan posisi di atas bahu dengan gerakan yang sangat lembut agar bayi tidak terbangun.

3. Mengapa bayi tidak mau sendawa padahal perutnya kembung?

Kadang udara sudah masuk terlalu jauh ke usus. Kamu bisa membantu dengan pijat ILU atau gerakan mengayuh kaki untuk membantu bayi buang angin.

4. Sampai usia berapa bayi harus disendawakan?

Biasanya sampai usia 4 hingga 6 bulan, saat otot lehernya sudah kuat dan bayi mulai bisa duduk sendiri, sehingga udara bisa keluar lebih alami tanpa bantuan.


## Khawatir dengan Kesehatan Si Kecil tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa cemas karena si kecil susah sendawa atau sering gumoh? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.