Ad Placeholder Image

Ibu, Ini Manfaat dan Dosis Oralit pada Balita

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

“Oralit adalah obat yang berguna mencegah dehidrasi saat balita alami diare. Sebab, dehidrasi yang parah dapat menimbulkan gangguan fatal, sehingga perlu diatasi segera.”

Ibu, Ini Manfaat dan Dosis Oralit pada BalitaIbu, Ini Manfaat dan Dosis Oralit pada Balita

DAFTAR ISI


Melihat si kecil mengalami diare atau muntah-muntah tentu membuat setiap orang tua merasa khawatir. Kondisi ini bukan hanya melelahkan bagi anak, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi pada anak dapat berakibat fatal karena tubuh anak-anak lebih rentan terhadap ketidakseimbangan elektrolit dibandingkan orang dewasa.

Salah satu pertolongan pertama yang paling efektif dan telah direkomendasikan secara global adalah pemberian oralit. Oralit bekerja dengan cara menggantikan cairan dan garam-garam tubuh (elektrolit) yang hilang. Namun, dalam situasi darurat di mana oralit kemasan tidak tersedia di rumah, orang tua perlu mengetahui cara membuat oralit 1 gelas untuk anak secara mandiri dengan bahan-bahan dapur yang sederhana.

Memahami komposisi yang tepat sangatlah krusial. Takaran gula dan garam yang tidak sesuai justru bisa memperburuk kondisi diare anak. Oleh karena itu, edukasi mengenai pembuatan larutan gula garam (LGG) atau oralit rumahan harus dikuasai oleh setiap orang tua sebagai langkah siaga di rumah.

Nah, jika kamu membutuhkan stok oralit yang lebih praktis dan sesuai standar WHO, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah tanpa harus keluar. Berikut adalah panduan lengkap mengenai cara pembuatan dan penggunaan oralit bagi buah hati kamu!

Pentingnya Oralit untuk Mencegah Dehidrasi pada Anak

Diare dan muntah merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan patogen atau racun, namun efek sampingnya adalah keluarnya air, natrium, dan kalium dalam jumlah besar. Oralit bukan merupakan obat untuk menghentikan diare, melainkan cairan rehidrasi yang dirancang khusus untuk memfasilitasi penyerapan air di usus halus. Hal ini dimungkinkan melalui mekanisme sodium-glucose cotransport, di mana molekul gula membantu mempercepat penyerapan natrium dan air ke dalam aliran darah.

Tanpa rehidrasi yang cukup, anak bisa mengalami gejala dehidrasi seperti lemas, mata cekung, mulut kering, hingga penurunan kesadaran. Pemberian air putih saja seringkali tidak cukup karena air putih tidak mengandung elektrolit yang hilang dalam jumlah yang memadai. Itulah sebabnya oralit menjadi standar emas dalam penanganan awal gangguan pencernaan pada anak.

Cara Membuat Oralit 1 Gelas untuk Anak di Rumah

Membuat larutan rehidrasi sendiri di rumah sangat mudah asalkan kamu mengikuti takaran yang presisi. Berikut adalah langkah-langkah membuat oralit buatan sendiri (Larutan Gula Garam) untuk takaran 1 gelas (200 ml):

1. Persiapkan Bahan dan Alat

Pastikan semua peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih. Kamu membutuhkan:

  • 1 gelas air putih matang (200 ml). Gunakan air yang sudah direbus dan didinginkan atau air minum kemasan yang terjamin kebersihannya.
  • Gula pasir putih.
  • Garam dapur halus.
  • Sendok teh dan sendok makan sebagai alat takar.

2. Takaran yang Tepat

Campurkan bahan-bahan berikut ke dalam gelas berisi air:

  • Gula: 1 sendok makan munjung (atau sekitar 2 sendok teh rata).
  • Garam: 1/4 sendok teh (seujung sendok teh).

3. Proses Pencampuran

Aduk larutan tersebut hingga gula dan garam benar-benar larut sempurna dalam air. Pastikan tidak ada butiran yang mengendap di dasar gelas. Larutan ini harus segera diberikan kepada anak.

Tips Pemberian Oralit pada Anak
  1. Berikan sedikit demi sedikit (1-2 sendok teh) setiap beberapa menit agar tidak memicu muntah.
  2. Jika anak muntah, tunggu 10 menit lalu ulangi pemberian secara lebih lambat.
  3. Jangan menambahkan pemanis buatan, sirup, atau jus buah ke dalam campuran oralit karena dapat memperparah diare.

Dosis dan Aturan Pemberian Oralit Berdasarkan Usia

Pemberian oralit tidak boleh sembarangan. Takarannya disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan cairan yang keluar. Menurut pedoman umum kesehatan, berikut adalah panduan pemberiannya:

1. Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

Untuk bayi yang masih menyusui, ASI adalah cairan terbaik. Namun, jika dokter menyarankan oralit, berikan sekitar 50-100 ml setiap kali bayi buang air besar cair atau muntah. Berikan menggunakan sendok kecil atau pipet secara perlahan.

2. Anak Usia 1 – 5 Tahun (Balita)

Anak pada rentang usia ini memerlukan sekitar 100-200 ml setiap kali BAB cair. Pastikan anak minum dalam posisi duduk yang nyaman untuk mencegah tersedak.

3. Anak di Atas 5 Tahun

Anak yang lebih besar biasanya bisa minum lebih banyak. Berikan setidaknya 200-300 ml atau satu gelas penuh setiap kali gejala diare muncul.

Perbedaan Oralit Buatan Sendiri dan Oralit Kemasan

Meskipun larutan gula garam rumahan sangat membantu saat darurat, oralit kemasan yang dijual di apotek (seperti oralit sachet) memiliki keunggulan medis. Oralit kemasan umumnya mengandung Trisodium Citrate dan Potassium Chloride (Kalium) yang tidak ada pada garam dapur biasa. Kalium sangat penting untuk fungsi otot dan saraf yang seringkali drop saat anak diare hebat.

Oleh karena itu, oralit rumahan sebaiknya hanya dijadikan solusi sementara. Segera sediakan oralit sachet standar WHO yang lebih lengkap komposisinya. Kamu bisa mendapatkan berbagai merek oralit dan produk diantar ke rumah dengan memesannya melalui aplikasi kesehatan terpercaya.

Kapan Harus Membawa Si Kecil ke Dokter?

Pemberian oralit adalah langkah awal, namun bukan pengganti pengobatan medis jika kondisi memburuk. Kamu perlu segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc jika menemukan tanda-tanda berikut pada anak:

  • Diare terjadi lebih dari 3 hari dan tidak menunjukkan tanda membaik.
  • Muntah terus-menerus sehingga cairan oralit tidak bisa masuk sama sekali.
  • Terdapat darah dalam kotoran anak.
  • Anak terlihat sangat lemas, tidak mau bermain, atau terus mengantuk.
  • Mata sangat cekung dan tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
  • Urin berwarna sangat gelap atau anak tidak buang air kecil lebih dari 6 jam.

Studi Mengenai Terapi Rehidrasi Oral

The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa Terapi Rehidrasi Oral (ORT) adalah salah satu kemajuan medis paling penting di abad ke-20 karena berhasil menurunkan angka kematian anak akibat diare secara signifikan di seluruh dunia.

Studi tersebut menekankan bahwa kombinasi natrium dan glukosa dalam rasio yang tepat dapat meningkatkan penyerapan cairan hingga 25 kali lipat di dalam usus. Hal inilah yang mendasari mengapa cara membuat oralit 1 gelas untuk anak harus mengikuti takaran yang pas agar fungsi osmosis di dalam usus bekerja optimal.

Selain itu, penelitian dari WHO menunjukkan bahwa pemberian Zinc selama 10-14 hari bersamaan dengan oralit dapat mempercepat penyembuhan diare dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap serangan diare berikutnya selama beberapa bulan ke depan.

Punya Keluhan Kesehatan pada Si Kecil tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait si kecil, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kondisi si kecil tidak membaik setelah pemberian oralit, segera hubungi tenaga medis. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc secara praktis.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Oral Rehydration Salts: Production of the new ORS.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea in Children: Prevention and Treatment.
UNICEF. Diakses pada 2026. Oral Rehydration Salts (ORS) and Zinc.
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Oral Rehydration Therapy.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan Tatalaksana Diare pada Anak.

FAQ

1. Apakah boleh menambahkan madu ke dalam oralit buatan sendiri?

Tidak disarankan, terutama untuk bayi di bawah usia 1 tahun karena risiko botulisme. Selain itu, komposisi gula dalam madu berbeda dengan glukosa/gula pasir yang dibutuhkan untuk transpor natrium yang optimal.

2. Berapa lama oralit yang sudah dibuat boleh disimpan?

Oralit yang sudah dilarutkan dalam gelas atau wadah hanya boleh disimpan maksimal selama 24 jam. Setelah itu, larutan harus dibuang dan dibuat yang baru untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

3. Apakah oralit boleh diberikan jika anak hanya muntah tanpa diare?

Boleh. Oralit efektif untuk mengganti cairan yang hilang akibat muntah. Berikan dalam jumlah sangat kecil (sesendok teh) setiap beberapa menit agar tidak memicu refleks muntah kembali.

4. Bisakah saya mengganti gula pasir dengan pemanis nol kalori?

Sangat tidak disarankan. Gula (glukosa) dalam oralit berfungsi bukan sebagai pemanis, melainkan sebagai “kendaraan” untuk membawa garam dan air masuk ke dalam sel usus. Pemanis nol kalori tidak memiliki fungsi ini.