Ibu Menyusui Boleh Makan Durian Asal Tidak Lebay!

DAFTAR ISI
- Manfaat Durian untuk Ibu Menyusui
- Efek Samping Durian pada Bayi dan Busui
- Tips Aman Makan Durian Saat Menyusui
- Kapan Harus Menghubungi Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Durian, yang sering dijuluki sebagai “Raja Buah,” memiliki aroma yang sangat kuat dan rasa manis yang khas. Bagi banyak orang di Indonesia, durian adalah buah yang sangat digemari dan sulit untuk dilewatkan saat musimnya tiba. Namun, bagi ibu yang sedang menyusui (busui), sering kali muncul kekhawatiran apakah mengonsumsi durian dapat berdampak negatif pada kualitas ASI atau kesehatan bayi yang sedang disusui.
Kekhawatiran ini biasanya berakar dari anggapan bahwa durian bersifat “panas” dan mengandung alkohol alami yang tinggi. Banyak mitos beredar bahwa durian bisa membuat bayi merasa kembung, rewel, atau bahkan mengalami gangguan pencernaan. Penting bagi kamu untuk memahami fakta medis di balik konsumsi durian agar tidak merasa cemas berlebihan namun tetap waspada.
Sebenarnya, tidak ada larangan medis yang mutlak melarang ibu menyusui makan durian. Durian mengandung berbagai nutrisi penting seperti serat, vitamin C, kalium, dan asam folat yang justru baik untuk tubuh. Kuncinya terletak pada moderasi atau jumlah yang dikonsumsi, karena segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik bagi kesehatan ibu maupun si kecil.
Jika kamu merasa ragu atau ingin memastikan kondisi kesehatanmu stabil setelah mengonsumsi makanan tertentu, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dengan mendapatkan arahan medis yang tepat, kamu bisa menikmati buah favorit dengan lebih tenang.
Nah, mau tahu apa saja penjelasan lengkap mengenai keamanan durian untuk ibu menyusui? Berikut ulasannya!
Manfaat Durian untuk Ibu Menyusui
Durian bukan hanya sekadar buah dengan rasa yang lezat, tetapi juga merupakan sumber energi yang padat. Bagi ibu menyusui yang membutuhkan kalori ekstra untuk produksi ASI, durian bisa menjadi pilihan camilan yang mengenyangkan. Berikut adalah beberapa manfaat nutrisi yang terkandung dalam durian:
- Sumber Energi: Durian kaya akan karbohidrat dan gula alami (fruktosa dan sukrosa) yang dapat memberikan dorongan energi instan bagi ibu yang sering merasa lelah setelah menyusui.
- Kaya Vitamin C: Vitamin ini berperan sebagai antioksidan kuat untuk menjaga daya tahan tubuh ibu agar tidak mudah sakit.
- Asam Folat: Penting untuk pembentukan sel darah merah dan membantu pemulihan kesehatan pasca persalinan.
- Kalium: Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengatur tekanan darah.
- Serat: Membantu melancarkan pencernaan ibu dan mencegah sembelit, masalah yang umum dialami setelah melahirkan.
Efek Samping Durian pada Bayi dan Busui
Meskipun bernutrisi, ada alasan mengapa konsumsi durian harus dibatasi. Durian memiliki kandungan gas yang tinggi. Pada beberapa ibu menyusui, gas ini bisa menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman di area ulu hati. Senyawa sulfur dalam durian juga dapat mengubah aroma keringat dan bahkan sedikit memengaruhi aroma ASI, meski tidak secara signifikan mengubah rasanya.
Pada bayi, konsumsi durian berlebih oleh ibu terkadang dikaitkan dengan peningkatan risiko kolik atau perut kembung pada si kecil. Bayi memiliki sistem pencernaan yang masih sangat sensitif. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman, lebih sering menangis setelah disusui, atau perutnya terasa keras (kembung) setelah kamu makan durian, sebaiknya kurangi atau hentikan konsumsi untuk sementara waktu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Makan Durian
- Pantau reaksi bayi dalam 24 jam setelah kamu makan durian.
- Hindari makan durian jika kamu memiliki riwayat diabetes gestasional atau hipertensi.
- Jangan mengonsumsi durian bersamaan dengan minuman beralkohol atau minuman bersoda.
Tips Aman Makan Durian Saat Menyusui
Jika kamu sangat ingin makan durian, ikuti panduan berikut agar tetap aman bagi kamu dan si kecil:
1. Batasi Porsi
Cukup konsumsi 1-2 biji durian saja dalam satu waktu. Jangan mengonsumsi satu buah utuh sendirian. Porsi kecil membantu tubuh mencerna gula dan gas tanpa memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Durian bisa memberikan efek “panas” atau rasa gerah di tubuh. Minum air putih yang cukup membantu menetralkan suhu tubuh dan mempercepat metabolisme gula serta zat sisa lainnya.
3. Pilih Durian yang Matang Sempurna
Hindari durian yang terlalu matang atau hampir busuk karena kadar alkohol alaminya akan jauh lebih tinggi melalui proses fermentasi. Durian yang terlalu matang juga cenderung lebih memicu gas di perut.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Makan durian umumnya aman, namun ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu waspada. Jika setelah makan durian kamu merasakan pusing yang hebat, detak jantung berdebar kencang, atau muncul ruam pada bayi, segera periksakan diri. Jika butuh vitamin atau suplemen pendukung untuk menjaga kualitas ASI, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Studi Mengenai Konsumsi Makanan Beraroma Kuat pada Busui
American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa rasa dan aroma makanan yang dikonsumsi ibu (seperti bawang putih, mint, atau buah beraroma tajam) dapat muncul dalam ASI dalam waktu 1-2 jam. Studi ini menunjukkan bahwa paparan rasa melalui ASI justru dapat membantu bayi mengenal berbagai rasa makanan sejak dini.
Meskipun belum ada studi spesifik yang melarang durian, prinsip dasarnya tetap sama: selama tidak ada reaksi alergi atau sensitivitas pada bayi, durian diperbolehkan dalam porsi yang wajar. Reaksi setiap bayi berbeda-beda, sehingga observasi mandiri oleh ibu adalah langkah paling efektif.
Kesimpulannya, ibu menyusui diperbolehkan makan durian asal dalam porsi yang wajar. Durian mengandung nutrisi yang baik namun tinggi kalori dan gas. Pastikan kamu selalu mengutamakan diet seimbang yang kaya akan sayuran dan protein lainnya.
Jika gejala kembung pada bayi berlanjut atau kamu merasa ada gangguan kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional melalui aplikasi Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breastfeeding diet: Forms and foods to avoid.
Healthline. Diakses pada 2026. Can You Eat Durian While Breastfeeding?.
Parenting Firstcry. Diakses pada 2026. Consuming Durian During Breastfeeding – Is it Safe?.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang untuk Ibu Menyusui.
FAQ
1. Apakah durian bisa bikin ASI jadi panas?
Secara medis, ASI tidak bisa berubah menjadi panas. Namun, durian memiliki efek termogenik (meningkatkan suhu tubuh) pada ibu, yang mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman atau gerah saat menyusui.
2. Berapa biji durian yang aman untuk busui?
Disarankan untuk membatasi konsumsi hanya 1 hingga 2 biji saja per hari untuk menghindari asupan gula yang terlalu tinggi dan risiko perut kembung.
3. Apakah durian menyebabkan bayi kolik?
Belum ada bukti medis yang secara langsung menghubungkan durian dengan kolik, namun makanan pemicu gas yang dimakan ibu terkadang dapat membuat bayi yang sensitif merasa kembung.
4. Boleh berbarengan makan durian dengan kopi?
Tidak disarankan. Keduanya dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Ibu menyusui sebaiknya menghindari kombinasi kafein dan durian agar tidur bayi tidak terganggu dan jantung tidak berdebar.
Punya Keluhan Kesehatan atau Nutrisi tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah makan makanan tertentu, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



