Ad Placeholder Image

Ibu Menyusui Makan Tape: Jangan Berlebihan Ya Ibu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 April 2026

Ibu Menyusui Makan Tape: Amankah Buat Bayi?

Ibu Menyusui Makan Tape: Jangan Berlebihan Ya Ibu!Ibu Menyusui Makan Tape: Jangan Berlebihan Ya Ibu!

Banyak ibu menyusui bertanya-tanya mengenai keamanan konsumsi berbagai jenis makanan, termasuk tape. Tape, baik dari singkong maupun ketan, adalah makanan fermentasi tradisional yang populer di Indonesia. Namun, karena proses fermentasinya menghasilkan alkohol, konsumsinya oleh ibu menyusui perlu diperhatikan dengan sangat hati-hati dan sebaiknya dibatasi.

Secara umum, ibu menyusui boleh makan tape dalam jumlah sangat terbatas dan hati-hati. Meskipun demikian, sangat disarankan untuk menghindarinya jika memungkinkan. Alkohol yang terbentuk selama proses fermentasi dapat memengaruhi kualitas ASI dan berpotensi berdampak pada perkembangan bayi. Jika tetap ingin mengonsumsi, pilih tape yang baru jadi, buang air fermentasinya, dan jangan berlebihan. Pertimbangkan juga untuk menunggu beberapa jam sebelum menyusui setelah mengonsumsi tape.

Apa Itu Tape dan Kandungannya?

Tape merupakan makanan hasil fermentasi karbohidrat, seperti singkong atau ketan, menggunakan ragi. Proses fermentasi ini mengubah gula menjadi alkohol dan asam laktat, memberikan cita rasa khas manis-asam dan sedikit hangat. Kandungan gizi tape meliputi karbohidrat, sedikit protein, vitamin B, serta probiotik dari proses fermentasi.

Namun, kadar alkohol dalam tape bervariasi, tergantung pada jenis bahan baku, jumlah ragi, suhu, dan lamanya proses fermentasi. Tape yang sudah disimpan lama atau memiliki aroma alkohol yang kuat umumnya memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi.

Potensi Risiko Konsumsi Tape bagi Ibu Menyusui dan Bayi

Risiko utama konsumsi tape bagi ibu menyusui berasal dari kandungan alkoholnya. Alkohol dapat melewati aliran darah ibu dan masuk ke dalam ASI.

  • Penelitian menunjukkan bahwa alkohol yang terkonsumsi oleh ibu dapat mencapai ASI dalam waktu sekitar 30-60 menit setelah konsumsi, dan kadarnya akan menurun seiring waktu.
  • Konsumsi alkohol, bahkan dalam jumlah kecil, dapat memengaruhi pola tidur bayi, membuatnya lebih sering tertidur namun dengan kualitas tidur yang buruk.
  • Beberapa bayi mungkin menunjukkan reaksi sensitif terhadap alkohol dalam ASI, seperti rewel, sulit menyusu, atau perubahan pola pencernaan.
  • Dampak jangka panjang konsumsi alkohol berlebihan pada ibu menyusui dapat memengaruhi perkembangan neurologis dan motorik bayi.
  • Kadar alkohol yang tinggi dalam tubuh ibu juga berpotensi mengurangi produksi ASI.

Tips Aman Mengonsumsi Tape untuk Ibu Menyusui (Jika Terpaksa)

Meskipun sebaiknya dihindari, jika ibu menyusui benar-benar ingin mengonsumsi tape, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko:

  • Pilih Tape yang Baru Jadi: Tape yang baru matang fermentasinya cenderung memiliki kadar alkohol lebih rendah.
  • Buang Air Fermentasinya: Air yang muncul pada tape adalah tempat sebagian besar alkohol terkumpul. Membuang airnya dapat sedikit mengurangi kadar alkohol.
  • Konsumsi dalam Jumlah Sangat Terbatas: Hindari mengonsumsi tape dalam porsi besar atau secara rutin. Cukup satu atau dua potong kecil sebagai pengusir rasa penasaran.
  • Waktu Tunggu Sebelum Menyusui: Tunggu setidaknya 2-3 jam setelah mengonsumsi tape sebelum menyusui. Ini memberikan waktu bagi tubuh untuk memetabolisme alkohol dan mengurangi kadarnya dalam ASI. Waktu tunggu dapat bervariasi tergantung berat badan ibu dan jumlah tape yang dikonsumsi.
  • Perhatikan Reaksi Bayi: Setelah mengonsumsi tape, perhatikan dengan saksama reaksi bayi. Jika bayi terlihat rewel, sulit tidur, atau menunjukkan gejala tidak biasa, segera hentikan konsumsi tape.

Kapan Sebaiknya Ibu Menyusui Menghindari Tape?

Ada beberapa kondisi di mana ibu menyusui sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi tape sama sekali:

  • Bayi yang baru lahir atau berusia sangat muda (di bawah 3 bulan) memiliki sistem metabolisme yang belum sempurna, sehingga lebih rentan terhadap efek alkohol.
  • Jika bayi memiliki riwayat sensitivitas atau alergi terhadap makanan tertentu.
  • Apabila ibu sedang dalam pengobatan yang bisa berinteraksi dengan alkohol.
  • Jika ibu memiliki kekhawatiran atau keraguan tentang keamanannya, lebih baik tidak mengonsumsinya sama sekali.

Pertanyaan Umum Seputar Tape dan Ibu Menyusui

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering muncul terkait konsumsi tape dan ibu menyusui:

Berapa banyak alkohol yang sebenarnya terkandung dalam tape?

Kadar alkohol dalam tape sangat bervariasi, mulai dari 0,5% hingga 5% atau lebih, tergantung pada jenis tape, lama fermentasi, dan kondisi penyimpanan. Tidak ada standar pasti sehingga sulit untuk memprediksi jumlah pastinya.

Apakah alkohol dalam tape bisa keluar sepenuhnya dari ASI?

Alkohol akan keluar dari ASI seiring dengan metabolisme tubuh ibu. Semakin lama waktu tunggu setelah konsumsi, semakin sedikit alkohol yang tersisa dalam ASI. Namun, tidak ada cara untuk mempercepat proses ini, kecuali dengan memberikan waktu bagi tubuh untuk mengolahnya.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mengingat potensi risiko yang ada, rekomendasi Halodoc adalah sebaiknya ibu menyusui menghindari konsumsi tape. Kesehatan dan perkembangan bayi adalah prioritas utama. Jika ada keinginan kuat untuk mengonsumsi tape, lakukan dengan sangat terbatas dan hati-hati, mengikuti tips aman yang telah disebutkan di atas, serta selalu perhatikan reaksi bayi.

Untuk keputusan yang lebih personal dan sesuai kondisi kesehatan ibu dan bayi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli laktasi. Dapatkan informasi dan saran medis terpercaya melalui aplikasi Halodoc, tempat ibu dapat berbicara langsung dengan dokter ahli.