Ad Placeholder Image

Ibu Menyusui Minum Es Bikin Bayi Kembung? Mitos Saja!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Ibu Menyusui Minum Es Bikin Bayi Kembung? Cek Faktanya!

Ibu Menyusui Minum Es Bikin Bayi Kembung? Mitos Saja!Ibu Menyusui Minum Es Bikin Bayi Kembung? Mitos Saja!

Ibu Menyusui Minum Es Bikin Bayi Kembung: Mitos atau Fakta?

Kekhawatiran ibu menyusui terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi seringkali muncul, salah satunya adalah mengenai konsumsi es. Banyak beredar mitos bahwa ibu menyusui minum es dapat menyebabkan bayi kembung. Informasi ini seringkali menimbulkan keraguan pada ibu untuk menikmati minuman dingin, terutama di cuaca panas.

Faktanya, anggapan bahwa ibu menyusui minum es secara langsung menyebabkan bayi kembung adalah mitos. Suhu dingin dari es tidak secara langsung tersalurkan ke Air Susu Ibu (ASI). Sistem pencernaan tubuh ibu memiliki mekanisme khusus untuk menyesuaikan suhu makanan dan minuman sebelum diserap tubuh dan diolah menjadi ASI.

Mekanisme Tubuh dan Keamanan Minum Es Saat Menyusui

Ketika ibu mengonsumsi air es, air tersebut tidak langsung diserap oleh tubuh dalam keadaan dingin. Proses pencernaan akan menghangatkan air es tersebut hingga mencapai suhu tubuh normal sebelum akhirnya diserap. Setelah diserap, air ini akan menjadi bagian dari cairan tubuh yang nantinya digunakan untuk memproduksi ASI.

Oleh karena itu, suhu ASI yang diproduksi akan tetap konsisten pada suhu tubuh ibu, bukan suhu dingin dari es yang diminum. Dengan demikian, minum es tidak akan membuat ASI menjadi dingin dan tidak akan secara langsung menyebabkan gangguan pencernaan atau kembung pada bayi.

Ibu menyusui boleh saja minum es, asalkan dari air bersih yang terjamin kehigienisannya dan tidak berlebihan. Mengonsumsi air yang tidak bersih justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan pada ibu yang kemudian dapat memengaruhi kualitas ASI dan kesehatan bayi.

Penyebab Kembung pada Bayi yang Sebenarnya

Jika bayi mengalami kembung, sangat kecil kemungkinannya penyebabnya adalah ibu menyusui minum es. Kembung pada bayi lebih sering disebabkan oleh faktor-faktor lain yang berkaitan dengan sistem pencernaan mereka yang belum matang atau cara menyusui. Beberapa penyebab umum bayi kembung antara lain:

  • Sistem pencernaan bayi yang belum matang: Saluran pencernaan bayi baru lahir masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih rentan terhadap gas.
  • Menelan udara saat menyusu atau minum botol: Bayi sering menelan udara saat menyusu langsung dari payudara jika pelekatan kurang tepat, atau saat minum dari botol jika posisi botol atau dot tidak benar.
  • Makanan pemicu gas yang dikonsumsi ibu: Beberapa makanan yang dikonsumsi ibu menyusui dapat menghasilkan gas berlebih yang kemudian dapat melewati ASI dan memengaruhi bayi. Contoh makanan ini termasuk brokoli, kol, kembang kol, bawang-bawangan, kacang-kacangan, atau produk susu tertentu. Namun, reaksi ini bervariasi pada setiap bayi dan ibu.
  • Sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu: Dalam beberapa kasus, bayi mungkin memiliki sensitivitas atau alergi terhadap protein tertentu dalam ASI yang berasal dari makanan yang dikonsumsi ibu.

Tips Mengatasi dan Mencegah Bayi Kembung

Untuk membantu mengatasi atau mencegah kembung pada bayi, beberapa langkah praktis dapat dilakukan:

  • Pastikan pelekatan menyusui yang benar: Jika menyusui langsung, pastikan mulut bayi melekat sempurna pada payudara, termasuk areola, untuk mengurangi masuknya udara.
  • Posisikan bayi dengan tepat saat minum botol: Jaga agar botol tetap miring sehingga dot selalu terisi penuh dengan susu, bukan udara.
  • Sendawakan bayi secara teratur: Sendawakan bayi di tengah atau setelah menyusu untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
  • Pijat perut bayi dengan lembut: Pijatan melingkar searah jarum jam pada perut bayi dapat membantu melancarkan gas.
  • Gerakan kaki bayi: Lakukan gerakan “mengayuh sepeda” dengan kaki bayi untuk membantu mengeluarkan gas.
  • Amati pola makan ibu: Jika dicurigai ada makanan tertentu yang memicu kembung, ibu dapat mencoba mengeliminasi makanan tersebut satu per satu dari diet dan mengamati respons bayi, tentunya di bawah pengawasan dokter atau ahli gizi.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Kembung pada bayi adalah kondisi umum dan seringkali tidak berbahaya. Namun, jika kembung disertai gejala lain seperti rewel yang tidak biasa, muntah terus-menerus, demam, diare, darah dalam feses, atau berat badan bayi tidak bertambah, segera konsultasikan dengan dokter anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti dan memberikan penanganan yang tepat.

Ibu menyusui tidak perlu khawatir berlebihan tentang minum es selama air yang dikonsumsi bersih. Fokuskan perhatian pada kebersihan, hidrasi yang cukup, dan pola menyusui yang benar. Untuk informasi lebih lanjut atau jika memiliki kekhawatiran terkait kesehatan bayi, jangan ragu untuk berbicara dengan ahli medis melalui aplikasi Halodoc.