Ad Placeholder Image

ICD 10 CKR: Kode Penyakit Ginjal Kronis dan Klasifikasi

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Kode ICD-10 untuk Penyakit Ginjal Kronis (CKD) adalah N18.

ICD 10 CKR: Kode Penyakit Ginjal Kronis dan KlasifikasiICD 10 CKR: Kode Penyakit Ginjal Kronis dan Klasifikasi

DAFTAR ISI


Hidronefrosis adalah suatu kondisi medis di mana salah satu atau kedua ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan urine di dalamnya. Hal ini terjadi karena urine tidak dapat mengalir keluar dari ginjal menuju kandung kemih dengan lancar, biasanya disebabkan oleh adanya sumbatan atau hambatan pada saluran kemih (ureter). Jika tidak segera ditangani, tekanan dari penumpukan urine ini dapat merusak jaringan ginjal secara permanen dan menurunkan fungsinya secara drastis.

Dalam dunia medis internasional, setiap penyakit memiliki kode klasifikasi tertentu yang bertujuan untuk menyeragamkan diagnosis di seluruh dunia. Kode ini dikenal sebagai ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision). Memahami kode icd 10 hidronefrosis sangat penting bagi tenaga medis untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, serta bagi pasien untuk memahami diagnosis yang tertulis dalam rekam medis mereka.

Kondisi ini bukanlah penyakit tunggal, melainkan dampak dari adanya gangguan lain dalam sistem urinaria. Oleh karena itu, klasifikasinya dalam ICD-10 dibagi menjadi beberapa sub-kategori tergantung pada penyebab sumbatannya. Penanganan yang cepat sangat krusial agar risiko gagal ginjal dapat diminimalisir. Jika kamu mengalami keluhan terkait nyeri pinggang atau gangguan buang air kecil, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai klasifikasi kode ICD-10 untuk hidronefrosis serta bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa itu ICD-10 Hidronefrosis?

ICD-10 adalah sistem pengkodean yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kode ini digunakan untuk memantau insiden dan prevalensi penyakit, serta membantu dalam proses administrasi rumah sakit dan asuransi kesehatan. Untuk hidronefrosis, kode utamanya berada di blok N13, yang mencakup uropati obstruktif dan refluks.

Dokter akan menggunakan kode ini setelah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti USG ginjal atau CT scan. Dengan adanya kode spesifik, tim medis dapat mengetahui apakah hidronefrosis yang kamu alami disebabkan oleh batu ginjal, penyempitan saluran (striktur), atau kelainan bawaan sejak lahir.

Klasifikasi Kode N13 dalam ICD-10

Berikut adalah rincian sub-kode untuk icd 10 hidronefrosis yang paling sering digunakan dalam diagnosis medis:

  • N13.0: Hidronefrosis dengan obstruksi persimpangan ureteropelvik. Ini terjadi ketika ada hambatan tepat di titik pertemuan antara ginjal dan ureter.
  • N13.1: Hidronefrosis dengan striktur (penyempitan) ureter, yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Penyempitan ini bisa disebabkan oleh jaringan parut atau peradangan kronis.
  • N13.2: Hidronefrosis dengan obstruksi batu ginjal dan batu ureter. Ini adalah salah satu penyebab paling umum di mana batu menghalangi aliran urine.
  • N13.3: Hidronefrosis lainnya dan yang tidak spesifik. Kode ini digunakan jika penyebab pasti pembengkakan belum diketahui atau tidak termasuk dalam kategori di atas.
  • N13.4: Hidroureter, yaitu kondisi di mana saluran ureter ikut membengkak bersama ginjal.
  • N13.5: Bengkokan dan striktur ureter tanpa hidronefrosis.
Penyebab Utama Penyumbatan Saluran Kemih
  1. Batu ginjal atau batu saluran kemih yang tersangkut.
  2. Pembesaran prostat (BPH) pada pria lanjut usia.
  3. Tumor atau massa di sekitar saluran kemih yang menekan ureter.
  4. Kehamilan (akibat tekanan rahim yang membesar pada ureter).

Penyebab Umum Hidronefrosis

Hidronefrosis tidak terjadi dengan sendirinya tanpa alasan. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan penumpukan urine di ginjal. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah nefrolitiasis atau batu ginjal. Ketika batu tersebut turun ke ureter dan tersangkut, urine akan kembali naik ke ginjal (backflow) dan menyebabkan tekanan internal meningkat.

Selain batu, kondisi seperti kanker kandung kemih, kanker serviks pada wanita, atau kanker prostat pada pria juga bisa menjadi penyebab. Massa tumor dapat menekan saluran ureter dari luar. Pada bayi, hidronefrosis sering kali bersifat kongenital atau bawaan lahir, di mana struktur saluran kemih tidak terbentuk dengan sempurna sehingga urine sulit mengalir.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala hidronefrosis sangat bergantung pada seberapa cepat penyumbatan terjadi. Jika terjadi secara akut (mendadak), gejala biasanya sangat hebat. Namun, jika terjadi secara kronis (perlahan), pasien mungkin tidak merasakan gejala apa pun sampai fungsi ginjalnya mulai menurun.

Beberapa tanda yang harus diwaspadai antara lain:

  • Nyeri tajam di bagian punggung samping (flank pain) atau perut bawah.
  • Mual dan muntah akibat nyeri yang hebat.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat atau keinginan mendesak untuk kencing.
  • Darah dalam urine (hematuria).
  • Demam, jika hidronefrosis disertai dengan infeksi saluran kemih (ISK).

Apabila gejala di atas kamu rasakan, jangan menunda untuk mendapatkan bantuan medis. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk membantu meredakan gejala awal sesuai resep atau rekomendasi dokter yang telah memeriksa kondisi fisikmu.

Metode Diagnosis Medis

Untuk memastikan diagnosis icd 10 hidronefrosis, dokter akan melakukan beberapa langkah evaluasi klinis:

1. Ultrasonografi (USG) Ginjal

Ini adalah langkah pertama yang paling umum dan aman. USG menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur ginjal dan mendeteksi adanya pembengkakan atau cairan berlebih.

2. CT Scan Abdomen

Pemeriksaan ini memberikan gambaran yang jauh lebih detail dibandingkan USG. CT scan sangat efektif untuk menemukan batu ginjal yang sangat kecil atau massa tumor yang menyebabkan hambatan.

3. Intravenous Pyelogram (IVP)

Prosedur ini melibatkan penyuntikan zat kontras ke dalam pembuluh darah untuk melihat aliran urine melalui sistem urinaria di bawah sinar-X.

Penanganan dan Tindakan Medis

Tujuan utama pengobatan hidronefrosis adalah mengalirkan urine yang terjebak dan menghilangkan penyebab penyumbatan. Beberapa tindakan yang mungkin dilakukan oleh dokter spesialis urologi meliputi:

  • Pemasangan Kateter: Untuk membantu mengeluarkan urine dari kandung kemih jika sumbatan berada di area bawah.
  • Ureteral Stent (DJ Stent): Sebuah tabung kecil yang dimasukkan ke dalam ureter untuk menjaga saluran tetap terbuka.
  • Nefrostomi: Prosedur di mana selang dimasukkan langsung melalui kulit punggung ke dalam ginjal untuk mengeluarkan urine.
  • Operasi: Jika penyebabnya adalah tumor atau kelainan struktur saluran kemih yang memerlukan perbaikan permanen.

Studi Mengenai Hidronefrosis

Journal of Clinical Medicine menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa deteksi dini hidronefrosis melalui skrining radiologi dapat menurunkan risiko penyakit ginjal kronis (PGK) hingga 40% pada pasien dengan uropati obstruktif.

Studi tersebut menekankan bahwa penanganan dalam 2-4 minggu pertama sejak gejala muncul sangat menentukan apakah kerusakan ginjal bersifat reversibel atau permanen. Oleh karena itu, penggunaan kode ICD-10 yang akurat sangat membantu dalam standarisasi kecepatan penanganan pasien di unit gawat darurat.

Hidronefrosis adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan karena berkaitan langsung dengan organ vital kita. Memahami klasifikasi icd 10 hidronefrosis membantu kita lebih waspada terhadap hasil diagnosis medis.

Jika kamu merasakan nyeri pinggang yang tidak biasa atau gangguan saat berkemih, segera konsultasikan ke ahlinya. Kamu bisa mendapatkan penanganan awal dan informasi yang tepat dengan praktis melalui layanan kesehatan digital.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang akurat sesuai kondisi fisikmu.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – N13 Obstructive and reflux uropathy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hydronephrosis: Symptoms, Causes, and Diagnosis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hydronephrosis (Swollen Kidney): Management and Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Obstructive Uropathy in Adults.

FAQ

1. Apakah hidronefrosis bisa sembuh sendiri?

Hidronefrosis biasanya tidak sembuh sendiri jika penyebab utamanya (seperti batu atau penyempitan) tidak diatasi. Namun, hidronefrosis ringan pada ibu hamil sering kali membaik setelah persalinan.

2. Apa perbedaan hidronefrosis ringan dan berat?

Hidronefrosis ringan hanya melibatkan pelebaran sedikit pada panggul ginjal, sedangkan hidronefrosis berat ditandai dengan penipisan jaringan ginjal (korteks) akibat tekanan urine yang terlalu tinggi.

3. Apakah penderita hidronefrosis harus operasi?

Tidak selalu. Jika penyebabnya adalah batu kecil, dokter mungkin hanya memberikan obat-obatan untuk membantu batu keluar. Operasi hanya dilakukan jika ada sumbatan total atau kelainan struktur.

4. Apa komplikasi jika hidronefrosis dibiarkan?

Komplikasi yang paling berbahaya adalah gagal ginjal permanen, infeksi ginjal (pielonefritis), dan urosepsis yang dapat mengancam nyawa.


Punya Masalah Saluran Kemih dan Ingin Tahu Kode Diagnosanya? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti nyeri pinggang atau bingung dengan istilah medis di hasil lab, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.