Ad Placeholder Image

ICD 10 Dermatitis Kontak Alergi: Kode dan Detail Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Kode ICD 10 Dermatitis Kontak Alergi: L23 & Detailnya

ICD 10 Dermatitis Kontak Alergi: Kode dan Detail LengkapICD 10 Dermatitis Kontak Alergi: Kode dan Detail Lengkap

Definisi Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi adalah reaksi peradangan pada kulit yang timbul akibat kontak dengan zat tertentu yang menyebabkan alergi. Kondisi ini ditandai dengan ruam gatal, kemerahan, dan terkadang lepuh pada area kulit yang terpapar alergen. Kode ICD 10 dermatitis kontak alergi yang utama adalah L23 (Allergic contact dermatitis), yang termasuk dalam kategori penyakit kulit dan jaringan subkutan.

Kode ICD-10 Dermatitis Kontak Alergi (L23)

Kode ICD-10 digunakan untuk mengklasifikasikan dan merekam diagnosis medis. Berikut adalah detail kode ICD-10 untuk dermatitis kontak alergi:

  • L23.0: Akibat Logam (Allergic contact dermatitis due to metals)
  • L23.1: Akibat Perekat (Allergic contact dermatitis due to adhesives)
  • L23.2: Akibat Kosmetik (Allergic contact dermatitis due to cosmetics)
  • L23.3: Akibat Obat-obatan yang bersentuhan dengan kulit
  • L23.4: Akibat Pewarna (Allergic contact dermatitis due to dyes)
  • L23.5: Akibat Bahan Kimia Lainnya
  • L23.6: Akibat Makanan yang bersentuhan dengan kulit
  • L23.7: Akibat Tanaman (kecuali makanan)
  • L23.8: Akibat Agen Lainnya
  • L23.9: Dermatitis kontak alergi, penyebab tidak spesifik

Penting untuk diperhatikan bahwa dermatitis kontak alergi (L23) berbeda dengan dermatitis kontak iritan (L24). Diagnosis dokter harus sesuai dengan penyebab alergen yang terdokumentasi.

Gejala Dermatitis Kontak Alergi

Gejala dermatitis kontak alergi dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi:

  • Ruam merah yang terasa gatal.
  • Kulit kering, pecah-pecah, atau bersisik.
  • Lepuh kecil yang mungkin mengeluarkan cairan.
  • Pembengkakan pada area yang terkena.
  • Sensasi terbakar atau perih pada kulit.

Gejala biasanya muncul dalam waktu 12-48 jam setelah paparan alergen, tetapi bisa juga lebih cepat pada beberapa orang.

Penyebab Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang dianggap berbahaya. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Logam (misalnya, nikel pada perhiasan).
  • Kosmetik dan produk perawatan kulit.
  • Pewarna pada pakaian atau produk lain.
  • Tanaman (misalnya, poison ivy, poison oak).
  • Obat-obatan topikal.
  • Perekat.
  • Bahan kimia industri atau rumah tangga.

Identifikasi penyebab alergi sangat penting untuk mencegah kekambuhan.

Diagnosis Dermatitis Kontak Alergi

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat paparan, pemeriksaan fisik, dan tes alergi. Dokter mungkin melakukan tes tempel (patch test) untuk mengidentifikasi alergen spesifik yang menyebabkan reaksi.

Pengobatan Dermatitis Kontak Alergi

Pengobatan dermatitis kontak alergi bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi peradangan. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan dan gatal.
  • Krim atau losion pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Antihistamin oral untuk mengurangi gatal.
  • Kortikosteroid oral atau suntik (dalam kasus yang parah).
  • Kompres dingin untuk meredakan gatal dan peradangan.

Menghindari alergen yang diketahui adalah langkah penting dalam pengelolaan jangka panjang.

Pencegahan Dermatitis Kontak Alergi

Pencegahan terbaik adalah dengan menghindari kontak dengan alergen yang diketahui. Beberapa tips pencegahan meliputi:

  • Menggunakan pakaian pelindung saat bekerja dengan bahan kimia atau zat iritan.
  • Memilih produk perawatan kulit dan kosmetik yang hypoallergenic dan bebas pewangi.
  • Membaca label produk dengan cermat untuk mengidentifikasi bahan yang mungkin menyebabkan alergi.
  • Menggunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga.
  • Mencuci kulit dengan lembut setelah terpapar zat yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika:

  • Ruam menyebar luas.
  • Gejala sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Terdapat tanda-tanda infeksi, seperti demam, nanah, atau nyeri yang meningkat.
  • Pengobatan rumahan tidak efektif.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami gejala dermatitis kontak alergi, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Hindari menggaruk area yang gatal untuk mencegah infeksi dan memperburuk kondisi kulit. Dengan penanganan yang tepat dan menghindari alergen, gejala dermatitis kontak alergi dapat dikelola dengan efektif.