Ad Placeholder Image

ICD 10 Folikulitis: Kode, Jenis, dan Penjelasan Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

ICD 10 Folikulitis: Kode, Jenis, & Cara Mengatasi

ICD 10 Folikulitis: Kode, Jenis, dan Penjelasan LengkapICD 10 Folikulitis: Kode, Jenis, dan Penjelasan Lengkap

Apa Itu Folikulitis? Memahami Kode ICD 10 Diagnosisnya

Folikulitis adalah kondisi peradangan pada folikel rambut, struktur kecil di kulit tempat rambut tumbuh. Kondisi ini sering kali menimbulkan benjolan merah kecil, pustula (benjolan berisi nanah), atau luka berkerak yang menyerupai jerawat. Meskipun umumnya tidak berbahaya, folikulitis dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri, dan ketidaknyamanan. Dalam dunia medis, penentuan diagnosis yang tepat sangat penting, termasuk penggunaan kode Klasifikasi Penyakit Internasional atau International Classification of Diseases (ICD-10) untuk folikulitis guna keperluan pencatatan dan statistik kesehatan.

Mengenal Kode ICD-10 Folikulitis dan Jenisnya

Sistem ICD-10 digunakan secara global untuk mengklasifikasikan penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Untuk folikulitis, kode diagnosis dapat bervariasi tergantung pada jenis dan karakteristik spesifik peradangan. Pemahaman mengenai kode-kode ini membantu tenaga medis dalam komunikasi dan pelaporan kasus.

Berikut adalah beberapa kode ICD-10 yang relevan untuk folikulitis:

  • L73.9: Follicular disorder, unspecified (Gangguan folikel, tidak spesifik)
    Kode ini digunakan ketika diagnosis folikulitis ditegakkan, namun jenis spesifiknya tidak dapat ditentukan atau tidak didokumentasikan secara rinci. Kode ini bersifat umum untuk gangguan yang mempengaruhi folikel rambut.
  • L66.4: Folliculitis ulerythematosa reticulata
    Merupakan bentuk folikulitis kronis yang jarang terjadi, ditandai dengan kemerahan persisten, atrofi kulit (penipisan kulit), dan jaringan parut yang membentuk pola seperti jaring. Kondisi ini sering menyerang kulit kepala dan menyebabkan kerontokan rambut permanen.
  • L66.2: Folliculitis decalvans (Folikulitis yang menyebabkan kebotakan permanen)
    Ini adalah jenis folikulitis destruktif yang menyebabkan peradangan kronis pada folikel rambut, berujung pada kerusakan folikel permanen dan area kebotakan yang ireversibel, sering disertai dengan pustula dan krusta pada kulit kepala.
  • L73.1: Pseudofolliculitis barbae (Folikulitis akibat jenggot/rambut tumbuh ke dalam)
    Kondisi ini umumnya terjadi pada area yang sering dicukur, seperti jenggot pada pria. Rambut yang dicukur tumbuh kembali dan melengkung masuk ke dalam kulit, menyebabkan iritasi, peradangan, dan benjolan yang nyeri.

Penting untuk dicatat bahwa untuk infeksi kulit lokal yang berkembang menjadi abses (kumpulan nanah), kode lain mungkin lebih tepat. Dokumentasi medis yang spesifik dan detail sangat diperlukan untuk membedakan antara jenis folikulitis, seperti infeksi, peradangan non-infeksi, atau kondisi kronis, agar diagnosis dan penanganan menjadi akurat.

Gejala Umum Folikulitis

Gejala folikulitis dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya, namun ada beberapa tanda umum yang sering muncul:

  • Benjolan merah kecil di sekitar folikel rambut.
  • Pustula atau benjolan berisi nanah.
  • Rasa gatal atau terbakar pada area yang terkena.
  • Nyeri atau nyeri tekan pada kulit.
  • Keropeng atau krusta yang terbentuk setelah pustula pecah.

Pada kasus yang lebih parah atau kronis, folikulitis dapat menyebabkan area kulit yang meradang menjadi lebih besar, munculnya bisul, atau bahkan menyebabkan jaringan parut dan kebotakan permanen seperti pada folikulitis decalvans.

Penyebab Folikulitis

Folikulitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, paling sering oleh bakteri Staphylococcus aureus. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh:

  • Jamur: Seperti pada kasus folikulitis Pityrosporum atau folikulitis Malassezia.
  • Virus: Meskipun lebih jarang, beberapa virus dapat menyebabkan peradangan folikel rambut.
  • Rambut tumbuh ke dalam: Sering terjadi setelah mencukur atau waxing, seperti pada pseudofolliculitis barbae.
  • Gesekan atau iritasi: Pakaian ketat, pisau cukur tumpul, atau bahan kimia tertentu dapat mengiritasi folikel.
  • Kondisi medis tertentu: Diabetes, obesitas, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat meningkatkan risiko.
  • Penggunaan obat-obatan: Beberapa obat, seperti kortikosteroid topikal, dapat memicu folikulitis.

Pengobatan Folikulitis

Penanganan folikulitis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Dokter akan mempertimbangkan jenis folikulitis berdasarkan pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, tes laboratorium untuk menentukan penyebabnya.

Beberapa metode pengobatan yang umum meliputi:

  • Obat topikal: Krim atau salep antibiotik untuk infeksi bakteri, antijamur untuk infeksi jamur.
  • Obat oral: Antibiotik atau antijamur minum untuk infeksi yang lebih parah atau meluas.
  • Kompres hangat: Membantu meredakan nyeri dan mengeluarkan nanah dari pustula.
  • Prosedur medis: Untuk kasus abses, mungkin diperlukan insisi dan drainase (pengeluaran nanah). Terapi laser dapat membantu pada pseudofolliculitis barbae.
  • Perubahan gaya hidup: Menghindari pemicu seperti pakaian ketat atau teknik pencukuran yang salah.

Diagnosis yang tepat dengan kode ICD-10 yang sesuai memungkinkan dokter untuk memberikan terapi yang paling efektif.

Pencegahan Folikulitis

Mencegah folikulitis seringkali lebih mudah daripada mengobatinya. Beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan:

  • Menjaga kebersihan kulit secara teratur.
  • Mandi setelah berolahraga atau berkeringat.
  • Menghindari pakaian ketat yang dapat menyebabkan gesekan.
  • Menggunakan teknik pencukuran yang benar dan pisau cukur yang bersih serta tajam.
  • Menghindari berbagi handuk atau alat cukur.
  • Membatasi penggunaan produk kulit yang dapat menyumbat pori-pori atau mengiritasi folikel rambut.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun folikulitis ringan dapat sembuh sendiri, penting untuk mencari pertolongan medis jika kondisi tidak membaik dalam beberapa hari, menyebar, terasa sangat nyeri, atau disertai demam. Gejala folikulitis yang berulang atau kronis, seperti folikulitis decalvans atau folliculitis ulerythematosa reticulata yang tercatat dalam kode ICD-10, juga memerlukan perhatian medis segera untuk mencegah komplikasi serius seperti jaringan parut permanen atau kebotakan.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Memahami kode ICD-10 folikulitis membantu profesional kesehatan dalam proses diagnosis dan pencatatan riwayat medis. Jika mengalami gejala folikulitis atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan kulit, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter terpercaya untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana pengobatan yang sesuai. Jangan tunda penanganan kondisi kulit untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan menjaga kesehatan optimal.