Ad Placeholder Image

ICD 10 Frozen Shoulder: Kode, Gejala, & Penanganan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

ICD 10 Frozen Shoulder: Kode, Gejala, & Penanganan

ICD 10 Frozen Shoulder: Kode, Gejala, & PenangananICD 10 Frozen Shoulder: Kode, Gejala, & Penanganan

Ringkasan: Mengenal Kode ICD Frozen Shoulder dan Penanganannya

Frozen shoulder atau kapsulitis adhesif adalah kondisi nyeri dan kekakuan sendi bahu yang progresif. Diagnosis medis untuk kondisi ini dicatat menggunakan sistem Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-10-CM). Kode utama untuk frozen shoulder adalah M75.0, yang kemudian diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan lokasi bahu yang terkena. Memahami kode ini penting untuk tujuan medis, penagihan, dan membedakannya dari masalah bahu lainnya. Penanganan kondisi ini umumnya melibatkan terapi fisik, injeksi kortikosteroid, dan manajemen nyeri.

Apa Itu Frozen Shoulder (Kapsulitis Adhesif)?

Frozen shoulder, yang juga dikenal sebagai kapsulitis adhesif atau periartritis bahu, merupakan kondisi medis yang menyebabkan nyeri signifikan dan keterbatasan gerak pada sendi bahu. Kondisi ini terjadi ketika kapsul sendi bahu, jaringan ikat yang mengelilingi sendi, menebal dan mengencang. Akibatnya, ruang untuk tulang bahu bergerak menjadi lebih kecil, menyebabkan kekakuan dan nyeri.

Penyakit ini berkembang secara bertahap dan seringkali melewati tiga fase utama: fase nyeri (freezing), fase kaku (frozen), dan fase pemulihan (thawing). Setiap fase dapat berlangsung selama beberapa bulan, menjadikan frozen shoulder kondisi yang memerlukan kesabaran dalam penanganannya.

Memahami Kode ICD Frozen Shoulder (M75.0)

Sistem Klasifikasi Penyakit Internasional atau International Classification of Diseases (ICD) adalah alat standar diagnostik untuk epidemiologi, manajemen kesehatan, dan tujuan klinis. Versi saat ini yang digunakan di banyak negara adalah ICD-10-CM. Untuk frozen shoulder, kode ICD-10-CM primer adalah M75.0.

Kode M75.0 mengidentifikasi kapsulitis adhesif secara umum sebagai salah satu gangguan jaringan lunak bahu dan lengan atas. Klasifikasi ini sangat penting untuk memastikan diagnosis yang akurat dan membedakannya dari kondisi bahu lainnya, seperti sindrom impingement (M75.4) atau rotator cuff tear.

Detail kode ICD frozen shoulder berdasarkan lateralisasi (sisi tubuh) meliputi:

  • M75.00: Kapsulitis adhesif bahu yang tidak spesifik. Kode ini digunakan ketika sisi bahu yang terkena tidak dicatat atau tidak dapat ditentukan.
  • M75.01: Kapsulitis adhesif bahu kanan. Kode ini khusus untuk kondisi yang terjadi pada sendi bahu kanan.
  • M75.02: Kapsulitis adhesif bahu kiri. Kode ini khusus untuk kondisi yang terjadi pada sendi bahu kiri.

Penggunaan kode yang tepat memastikan data medis yang konsisten, memfasilitasi penagihan layanan kesehatan, dan membantu dalam penelitian epidemiologi untuk memahami prevalensi serta karakteristik penyakit ini.

Gejala Frozen Shoulder

Gejala frozen shoulder berkembang secara bertahap dan memburuk dari waktu ke waktu. Tiga fase umum yang dialami penderita meliputi:

  • Fase Nyeri (Freezing): Nyeri bahu yang parah, seringkali memburuk di malam hari, dan mulai merasakan keterbatasan gerak. Fase ini bisa berlangsung 2 hingga 9 bulan.
  • Fase Kaku (Frozen): Nyeri mungkin berkurang, tetapi kekakuan sendi bahu menjadi sangat signifikan. Gerakan bahu sangat terbatas, membuat aktivitas sehari-hari sulit dilakukan. Fase ini bisa berlangsung 4 hingga 12 bulan.
  • Fase Pemulihan (Thawing): Rentang gerak bahu perlahan mulai membaik. Pemulihan penuh bisa memakan waktu 5 bulan hingga 2 tahun, atau bahkan lebih.

Selain nyeri dan keterbatasan gerak, beberapa penderita mungkin juga mengalami kesulitan tidur akibat nyeri, serta kesulitan dalam meraih objek atau melakukan aktivitas yang memerlukan gerakan lengan di atas kepala.

Penyebab dan Faktor Risiko Frozen Shoulder

Penyebab pasti frozen shoulder seringkali tidak diketahui, namun kondisi ini umumnya terkait dengan imobilitas yang berkepanjangan pada sendi bahu. Hal ini bisa terjadi setelah cedera, patah tulang, stroke, atau operasi yang memerlukan sendi bahu untuk diam dalam waktu lama.

Beberapa kondisi medis tertentu juga meningkatkan risiko seseorang mengembangkan frozen shoulder, antara lain:

  • Diabetes: Penderita diabetes memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.
  • Penyakit Parkinson: Kondisi neurologis ini dapat meningkatkan risiko.
  • Penyakit Tiroid: Kondisi seperti hipotiroidisme dan hipertiroidisme.
  • Penyakit Jantung: Terkadang terkait dengan kondisi kardiovaskular.
  • Tuberkulosis: Meskipun jarang, dapat menjadi faktor risiko.

Faktor usia juga berperan, dengan individu berusia antara 40 dan 60 tahun paling sering terpengaruh, dan wanita lebih sering terkena dibandingkan pria.

Pilihan Pengobatan Frozen Shoulder

Pengobatan frozen shoulder berfokus pada manajemen nyeri dan pemulihan rentang gerak sendi. Pendekatan pengobatan umumnya konservatif dan dapat meliputi:

  • Terapi Fisik: Ini adalah komponen kunci pengobatan. Fisioterapis akan memandu melalui latihan peregangan dan penguatan yang dirancang untuk mengembalikan mobilitas bahu.
  • Obat Pereda Nyeri: Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau pereda nyeri lainnya dapat diresepkan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Injeksi Kortikosteroid: Suntikan kortikosteroid ke dalam sendi bahu dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan, terutama pada fase nyeri awal.
  • Hidrodilatasi: Prosedur ini melibatkan penyuntikan air steril ke dalam kapsul sendi untuk meregangkannya.
  • Pembedahan: Dalam kasus yang parah dan tidak merespons pengobatan konservatif, pembedahan artroskopik mungkin diperlukan untuk melonggarkan kapsul sendi yang ketat.

Penting untuk diingat bahwa pemulihan dari frozen shoulder membutuhkan waktu, dan kepatuhan terhadap program terapi fisik sangat krusial untuk hasil terbaik.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mengalami nyeri bahu yang persisten, terutama jika disertai dengan kekakuan progresif yang membatasi gerakan, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dini sangat penting untuk memulai penanganan yang tepat dan mencegah kondisi memburuk.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat medis, dan mungkin merekomendasikan pencitraan seperti X-ray atau MRI untuk menyingkirkan kondisi lain. Setelah diagnosis tegak, dokter dapat menyusun rencana penanganan yang sesuai, yang mungkin melibatkan rujukan ke ahli fisioterapi atau spesialis ortopedi.

Untuk mendapatkan penanganan frozen shoulder yang akurat dan komprehensif, penderita dapat memanfaatkan layanan telekonsultasi di Halodoc. Dengan Halodoc, penderita dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis, mendapatkan rekomendasi penanganan, dan memesan obat atau suplemen kesehatan dengan mudah.