Ad Placeholder Image

ICD-10 Hiperglikemia: Kode, Gejala, dan Penanganan

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 Mei 2026

Kode ICD-10 untuk hiperglikemia adalah E16.

ICD-10 Hiperglikemia: Kode, Gejala, dan PenangananICD-10 Hiperglikemia: Kode, Gejala, dan Penanganan

Kode ICD-10 DM: Klasifikasi, Gejala, dan Cara Menanganinya

Apa Itu Kode ICD-10 DM?

Kode ICD-10 DM adalah standar internasional untuk mengklasifikasikan penyakit Diabetes Mellitus (gangguan metabolisme gula darah kronis) yang disusun oleh World Health Organization (WHO). Kode ini digunakan oleh tenaga medis untuk mendokumentasikan diagnosis, memantau prevalensi penyakit, dan memfasilitasi penagihan asuransi kesehatan secara akurat.

Klasifikasi ICD-10 DM dibagi menjadi beberapa subkategori utama berdasarkan penyebab dan kondisi klinis pasien. Kode E10 digunakan untuk Diabetes Mellitus Tipe 1, sedangkan kode E11 merujuk pada Diabetes Mellitus Tipe 2 yang merupakan jenis paling umum ditemukan.

Kategori lain mencakup E12 untuk diabetes terkait malnutrisi, E13 untuk jenis spesifik lainnya, dan E14 untuk diabetes yang tidak terspesifikasi. Setiap kode tambahan di belakang titik desimal memberikan rincian tentang komplikasi, seperti ketoasidosis (kadar asam darah tinggi) atau komplikasi ginjal.

“Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi baik ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang diproduksinya.” — World Health Organization, 2024

Gejala Diabetes Mellitus

Gejala Diabetes Mellitus terjadi akibat tingginya kadar glukosa (gula darah) yang tidak dapat diserap sel tubuh secara optimal. Kondisi ini memicu berbagai gangguan fungsi organ yang sering kali muncul secara bertahap namun bersifat progresif jika tidak ditangani.

Gejala klasik yang sering muncul meliputi poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (rasa haus berlebih), dan polifagia (mudah merasa lapar). Selain itu, penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab yang jelas sering dialami oleh pengidap diabetes tipe 1.

  • Lemas dan cepat lelah secara terus-menerus.
  • Pandangan kabur atau penglihatan menjadi tidak fokus.
  • Luka yang sulit sembuh atau sering terjadi infeksi pada kulit.
  • Kesemutan atau mati rasa pada area tangan dan kaki (neuropati).
  • Mulut terasa kering dan gatal-gatal pada area kemaluan.

Penyebab Diabetes Mellitus

Penyebab Diabetes Mellitus dibedakan berdasarkan mekanisme kerusakan sistem produksi insulin di dalam tubuh. Pada klasifikasi ICD-10 DM, perbedaan penyebab ini menentukan kode diagnosa dan metode perawatan medis yang akan diberikan kepada pasien.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh reaksi autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat) yang menghancurkan sel beta di pankreas. Hal ini mengakibatkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin sama sekali, sehingga pasien memerlukan asupan insulin dari luar seumur hidup.

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin (sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik) dan defisiensi insulin relatif. Faktor risiko utama meliputi obesitas (kegemukan), gaya hidup sedenter (kurang gerak), faktor genetik, dan pola makan tinggi gula serta lemak jenuh.

Diagnosis Medis Diabetes

Diagnosis Diabetes Mellitus dilakukan melalui serangkaian tes laboratorium untuk mengukur kadar glukosa dalam darah. Penentuan kode icd 10 dm yang tepat sangat bergantung pada hasil pemeriksaan biokimia dan riwayat klinis pasien yang ditemukan oleh dokter.

Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah Tes Glukosa Darah Puasa dengan ambang batas diagnosis ≥126 mg/dL. Tes HbA1c (Hemoglobin A1c) juga digunakan untuk melihat rata-rata kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir, di mana angka ≥6,5% mengindikasikan diabetes.

“Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa darah plasma vena atau HbA1c yang dilakukan di laboratorium yang terstandarisasi.” — Kementerian Kesehatan RI, 2023

Kriteria Diagnosis Tambahan

Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dilakukan dengan memberikan larutan gula kepada pasien dan mengukur kadar darah dua jam kemudian. Hasil ≥200 mg/dL menunjukkan adanya diabetes mellitus. Selain itu, tes glukosa sewaktu dapat dilakukan jika pasien menunjukkan gejala klasik hiperglikemia (gula darah tinggi) yang nyata.

Pengobatan Diabetes Mellitus

Pengobatan Diabetes Mellitus bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah guna mencegah komplikasi jangka panjang seperti kerusakan saraf dan penyakit jantung. Metode penanganan bersifat individual dan bergantung pada kategori kode icd 10 dm yang didiagnosis oleh tenaga medis.

Pasien tipe 1 wajib menggunakan terapi insulin secara rutin melalui suntikan atau pompa insulin. Sedangkan pada pasien tipe 2, pengobatan dimulai dengan perubahan gaya hidup dan penggunaan obat oral seperti metformin (obat penurun gula darah) untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

Monitoring gula darah secara mandiri sangat dianjurkan untuk mengevaluasi efektivitas terapi yang dijalankan. Pengaturan pola makan dengan indeks glikemik rendah dan aktivitas fisik rutin minimal 150 menit per minggu menjadi pilar utama dalam manajemen diabetes kronis.

Pencegahan Diabetes

Pencegahan diabetes, terutama tipe 2, dapat dilakukan dengan mengelola faktor risiko yang dapat dimodifikasi sejak dini. Upaya pencegahan bertujuan untuk mempertahankan kadar gula darah dalam rentang normal dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Menjaga berat badan ideal melalui diet seimbang merupakan langkah paling efektif dalam mencegah resistensi insulin. Membatasi konsumsi minuman manis dan makanan olahan dapat mengurangi beban kerja pankreas dalam memproduksi insulin secara signifikan.

Aktivitas fisik seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi secara lebih efisien. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) juga diperlukan untuk mendeteksi kondisi prediabetes (kadar gula tinggi namun belum mencapai kategori diabetes).

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi medis diperlukan segera jika ditemukan gejala seperti sering haus, sering buang air kecil di malam hari, atau pandangan kabur secara mendadak. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal seperti ketoasidosis diabetik (kondisi darurat medis akibat gula darah terlalu tinggi).

Pasien yang sudah terdiagnosis dengan kode icd 10 dm perlu melakukan kontrol rutin untuk memantau fungsi ginjal dan kesehatan mata. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan medis yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai.

Kesimpulan

Kode ICD-10 DM memegang peranan krusial dalam standarisasi diagnosis diabetes di seluruh dunia guna memastikan penanganan yang tepat bagi pasien. Gejala seperti sering haus dan luka sulit sembuh tidak boleh diabaikan karena memerlukan evaluasi medis segera untuk mencegah komplikasi kronis. Pengelolaan gaya hidup sehat dan pemantauan gula darah rutin menjadi kunci utama dalam mengendalikan kondisi ini. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.