Ad Placeholder Image

ICD 10 Hiperurisemia: Kode dan Penjelasan Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

ICD 10 Hiperurisemia: Kode & Gejala Asam Urat Tinggi

ICD 10 Hiperurisemia: Kode dan Penjelasan LengkapICD 10 Hiperurisemia: Kode dan Penjelasan Lengkap

Hiperurisemia: Memahami Kode ICD 10 dan Pengelolaannya

Hiperurisemia, atau kadar asam urat tinggi dalam darah, seringkali tidak menimbulkan gejala. Kondisi ini dapat dideteksi melalui tes darah rutin. Pemahaman tentang kode ICD 10 hiperurisemia penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai kode ICD 10 untuk hiperurisemia, penyebab, dan cara pencegahannya.

Definisi Hiperurisemia

Hiperurisemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan kadar asam urat berlebihan dalam darah. Asam urat merupakan produk limbah alami yang dihasilkan tubuh saat memecah zat purin dari makanan dan minuman tertentu. Normalnya, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui ginjal dalam urine. Namun, ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu memprosesnya dengan efisien, kadar asam urat dalam darah meningkat, menyebabkan hiperurisemia.

Kode ICD 10 Hiperurisemia

ICD (International Classification of Diseases) adalah sistem klasifikasi medis yang digunakan untuk mengkode diagnosis dan prosedur medis. Kode ICD 10 untuk hiperurisemia berbeda-beda, tergantung pada kondisi klinis pasien:

  • E79.0: Hiperurisemia asimtomatik (tanpa gejala). Kode ini digunakan ketika hasil laboratorium menunjukkan kadar asam urat tinggi, tetapi pasien tidak mengalami gejala seperti nyeri sendi.
  • E79.1: Sindrom Lesch-Nyhan.
  • E79.8: Gangguan metabolisme purin dan pirimidin lainnya.
  • E79.9: Gangguan metabolisme purin dan pirimidin, tidak spesifik.

Penting untuk dicatat bahwa jika hiperurisemia telah menyebabkan peradangan sendi atau artritis gout, kode ICD 10 yang digunakan adalah M10 (Gout/Artritis Gout).

Gejala Hiperurisemia

Hiperurisemia seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun, jika kadar asam urat terus meningkat dan tidak terkontrol, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:

  • Gout: Nyeri sendi yang parah, terutama di jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, dan jari-jari.
  • Tofi: Penumpukan kristal asam urat di bawah kulit yang membentuk benjolan.
  • Batu ginjal: Kristal asam urat dapat membentuk batu di ginjal, menyebabkan nyeri pinggang yang hebat.

Penyebab Hiperurisemia

Beberapa faktor dapat menyebabkan hiperurisemia, diantaranya:

  • Produksi asam urat berlebihan: Tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat akibat faktor genetik atau kondisi medis tertentu.
  • Pengurangan ekskresi asam urat: Ginjal tidak mampu membuang asam urat dengan cukup efisien.
  • Diet tinggi purin: Konsumsi makanan dan minuman tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, dan alkohol.
  • Kondisi medis tertentu: Penyakit ginjal, diabetes, obesitas, dan beberapa jenis kanker.
  • Obat-obatan: Beberapa obat dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Diagnosis Hiperurisemia

Diagnosis hiperurisemia dilakukan melalui tes darah untuk mengukur kadar asam urat. Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien. Jika pasien mengalami gejala gout, dokter dapat mengambil sampel cairan sendi untuk memeriksa keberadaan kristal asam urat.

Pengobatan Hiperurisemia

Pengobatan hiperurisemia bertujuan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah dan mencegah komplikasi. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Perubahan gaya hidup: Menghindari makanan dan minuman tinggi purin, menurunkan berat badan, dan berolahraga secara teratur.
  • Obat-obatan: Dokter dapat meresepkan obat untuk mengurangi produksi asam urat atau meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal.

Pencegahan Hiperurisemia

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah hiperurisemia, diantaranya:

  • Batasi konsumsi makanan tinggi purin: Kurangi konsumsi daging merah, jeroan, makanan laut, dan minuman manis.
  • Hindari alkohol: Alkohol dapat meningkatkan produksi asam urat dan menghambat ekskresinya.
  • Minum banyak air: Air membantu ginjal membuang asam urat dari tubuh.
  • Jaga berat badan ideal: Obesitas dapat meningkatkan risiko hiperurisemia.
  • Olahraga teratur: Olahraga membantu menjaga berat badan dan meningkatkan kesehatan ginjal.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala seperti nyeri sendi yang parah, terutama di jempol kaki, atau memiliki faktor risiko hiperurisemia seperti riwayat keluarga gout atau penyakit ginjal. Pemeriksaan dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami gejala hiperurisemia atau memiliki kekhawatiran tentang kadar asam urat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, konsultasi dengan dokter menjadi lebih mudah dan praktis. Unduh Halodoc sekarang untuk mendapatkan solusi kesehatan yang tepat.