Ad Placeholder Image

ICD 10 Hiperurisemia: Kode dan Penjelasan Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

ICD 10 Hiperurisemia: Kode & Gejala Asam Urat Tinggi

ICD 10 Hiperurisemia: Kode dan Penjelasan LengkapICD 10 Hiperurisemia: Kode dan Penjelasan Lengkap

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah hiperurisemia saat melakukan pemeriksaan kesehatan atau melihat hasil laboratorium? Hiperurisemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat di dalam darah. Dalam dunia medis, setiap penyakit memiliki kode unik untuk mempermudah diagnosis dan administrasi, yang dikenal sebagai ICD 10. Memahami hyperuricemia icd 10 sangat penting, terutama jika kamu sedang menjalani pengobatan atau memerlukan klaim asuransi kesehatan.

Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Jika kadar asam urat terus dibiarkan tinggi tanpa penanganan, ia dapat mengkristal dan menumpuk di persendian, memicu penyakit yang jauh lebih menyakitkan seperti gout atau asam urat kronis. Selain itu, hiperurisemia juga sering dikaitkan dengan risiko penyakit metabolik lainnya, termasuk gangguan ginjal dan hipertensi. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemahaman kode diagnosis dan gejalanya menjadi langkah krusial bagi kesehatan jangka panjangmu.

Banyak orang mengira hiperurisemia sama dengan penyakit asam urat (gout), padahal keduanya memiliki klasifikasi yang berbeda dalam kode ICD 10. Hiperurisemia merupakan tahap awal atau kondisi biokimia di mana kadar asam urat meningkat, namun belum tentu sudah terjadi peradangan sendi. Dengan edukasi yang tepat, kamu bisa melakukan langkah preventif sebelum kondisi ini berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Nah, jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai klasifikasi diagnosis ini, penyebab, serta bagaimana langkah penanganan yang tepat, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Mengenal Hiperurisemia dan Kode ICD 10

ICD-10 atau International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision adalah sistem klasifikasi yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sistem ini digunakan oleh dokter dan tenaga medis di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk menyeragamkan nama diagnosa penyakit. Untuk kondisi asam urat tinggi yang belum menunjukkan gejala klinis peradangan sendi, kode yang digunakan adalah E79.0.

Hiperurisemia terjadi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ketika ginjal tidak mampu membuangnya dengan cukup cepat. Asam urat sendiri merupakan hasil limbah alami dari pemecahan zat purin, yang ditemukan dalam banyak makanan seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut. Secara normal, asam urat larut dalam darah, melewati ginjal, dan keluar melalui urine. Namun, ketidakseimbangan dalam proses ini menyebabkan penumpukan yang disebut hiperurisemia.

Perbedaan Kode E79.0 dan M10 (Gout)

Sangat penting untuk membedakan antara hiperurisemia asimtomatik (tanpa gejala) dan gout. Berikut adalah penjelasannya dalam konteks kode ICD 10:

  • E79.0 (Hyperuricemia without signs of inflammatory arthritis and tophaceous disease): Kode ini diberikan jika hasil tes darah menunjukkan kadar asam urat di atas normal (biasanya >7.0 mg/dL untuk laki-laki dan >6.0 mg/dL untuk perempuan), tetapi pasien belum merasakan nyeri sendi atau pembengkakan.
  • M10 (Gout): Kode ini digunakan ketika hiperurisemia sudah menyebabkan kristalisasi asam urat di sendi yang memicu serangan nyeri hebat, kemerahan, dan pembengkakan (arthritis gout).

Jika kamu merasakan nyeri sendi yang mendadak dan sangat hebat, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis yang sesuai agar kondisi tidak memburuk.

Penyebab Meningkatnya Asam Urat

Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya hyperuricemia icd 10, di antaranya:

  1. Diet Tinggi Purin: Mengonsumsi makanan seperti jeroan (hati, ginjal), daging merah, serta beberapa jenis ikan (sarden, makarel) secara berlebihan.
  2. Minuman Beralkohol dan Fruktosa: Alkohol (terutama bir) dan minuman manis yang mengandung tinggi fruktosa dapat menghambat pembuangan asam urat melalui urine.
  3. Kondisi Medis: Obesitas, diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit ginjal kronis sering kali berjalan beriringan dengan hiperurisemia.
  4. Efek Samping Obat: Beberapa jenis obat seperti diuretik (obat pembuang cairan) dapat meningkatkan retensi asam urat di ginjal.
Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai
  1. Riwayat keluarga dengan masalah asam urat tinggi.
  2. Gaya hidup sedenter atau kurang aktivitas fisik.
  3. Kurangnya asupan air putih yang menyebabkan urine menjadi pekat.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal (E79.0), hiperurisemia sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Banyak orang baru menyadarinya saat melakukan medical check-up rutin. Namun, seiring berjalannya waktu, kadar yang terus tinggi dapat menimbulkan tanda-tanda berikut:

  • Nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba, biasanya di jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut.
  • Sensasi panas dan kemerahan pada area sendi yang terdampak.
  • Munculnya benjolan keras di bawah kulit yang disebut tophi (akumulasi kristal asam urat).
  • Pembentukan batu ginjal yang ditandai dengan nyeri pinggang atau darah pada urine.

Langkah Penanganan dan Perubahan Gaya Hidup

Menangani hiperurisemia membutuhkan kombinasi antara kedisiplinan diet dan, jika diperlukan, bantuan medis. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan oleh para ahli:

1. Perbaiki Pola Makan

Batasi makanan tinggi purin dan perbanyak konsumsi sayuran hijau (kecuali yang dilarang dokter), buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Fokus pada asupan karbohidrat kompleks untuk membantu tubuh memproses purin lebih baik.

2. Hidrasi yang Cukup

Minum setidaknya 2-3 liter air putih per hari. Air membantu mengencerkan urine dan mempermudah ginjal membuang kelebihan asam urat dari sistem tubuhmu.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Menurunkan berat badan secara perlahan dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Namun, hindari diet ekstrem atau kelaparan karena justru dapat memicu lonjakan asam urat sementara.

4. Lengkapi Kebutuhan Vitamin

Beberapa vitamin seperti Vitamin C diketahui dapat membantu ginjal mengeluarkan asam urat. Jika kamu merasa perlu tambahan asupan, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen vitamin yang aman dan terpercaya.

Studi Mengenai Hiperurisemia

Journal of Advanced Research menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa hiperurisemia bukan sekadar masalah sendi, melainkan biomarker penting untuk risiko penyakit kardiovaskular dan hipertensi pada orang dewasa.

Studi ini menekankan bahwa menurunkan kadar asam urat sejak tahap diagnosis E79.0 dapat secara signifikan mengurangi risiko terjadinya gagal ginjal kronis di masa depan. Hal ini membuktikan pentingnya pemantauan kadar asam urat secara berkala bagi setiap individu.

Punya Keluhan Terkait Asam Urat tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan tentang kadar asam urat yang tinggi, tapi bingung harus melakukan apa atau ke dokter mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kamu merasakan gejala yang mengganggu atau hasil lab menunjukkan kadar asam urat tinggi, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc secara praktis dari rumah.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – E79 Disorders of purine and pyrimidine metabolism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hyperuricemia (high uric acid level): Causes and Symptoms.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Gout: Symptoms, Causes, and Diagnosis.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Penyakit Asam Urat dan Cara Mencegahnya.

FAQ

1. Apakah kode ICD 10 E79.0 berarti saya menderita Gout?

Tidak selalu. Kode E79.0 merujuk pada hiperurisemia asimtomatik, di mana kadar asam urat tinggi namun belum terjadi radang sendi atau gout yang ditandai dengan nyeri hebat.

2. Berapa kadar asam urat normal untuk orang dewasa?

Normalnya, kadar asam urat untuk laki-laki adalah 3.4–7.0 mg/dL dan untuk perempuan adalah 2.4–6.0 mg/dL. Namun, referensi laboratorium bisa sedikit berbeda.

3. Apakah hiperurisemia bisa disembuhkan?

Kadar asam urat bisa dikelola dan diturunkan ke batas normal melalui diet ketat, olahraga, dan pengobatan jika diperlukan sesuai anjuran dokter.

4. Makanan apa yang paling cepat menaikkan asam urat?

Jeroan (seperti hati dan usus), serta konsumsi minuman beralkohol dan produk tinggi gula fruktosa adalah pemicu tercepat kenaikan asam urat.