Ad Placeholder Image

ICD 10 ISPA: Kode, Jenis, dan Penjelasan Lengkap

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

ICD 10 ISPA: Kode, Jenis, dan Penjelasan LengkapICD 10 ISPA: Kode, Jenis, dan Penjelasan Lengkap

DAFTAR ISI


Sesak napas atau dalam istilah medis dikenal sebagai dyspnea adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan bernapas atau merasa tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) maupun dalam jangka waktu yang lama (kronis). Dalam dunia medis, standarisasi diagnosis sangat penting untuk keperluan dokumentasi, asuransi, dan statistik kesehatan global. Di sinilah peran ICD 10 dyspneu menjadi sangat vital.

ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision) adalah sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh WHO untuk mengodekan setiap penyakit, gejala, temuan abnormal, hingga faktor sosial penyebab penyakit. Memahami kode ICD 10 dyspneu membantu tenaga medis memberikan penanganan yang lebih tepat dan terukur sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

Penting bagi kamu untuk menyadari bahwa sesak napas bukanlah penyakit tunggal, melainkan sebuah gejala dari kondisi kesehatan lain yang mungkin lebih serius. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan agar kondisi tidak memburuk. Jika kamu atau orang terdekat mengalami keluhan ini, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai klasifikasi kode ICD 10 dyspneu serta penjelasan lengkap mengenai kondisi medis ini? Berikut ulasannya!

Apa itu ICD 10 Dyspneu?

ICD 10 dyspneu merujuk pada kode diagnosis internasional untuk gejala sesak napas. Dalam klasifikasi ICD-10, dyspnea umumnya dikategorikan di bawah blok “Symptoms and signs involving the circulatory and respiratory systems” (Gejala dan tanda yang melibatkan sistem sirkulasi dan pernapasan), dengan rentang kode R00-R99.

Secara spesifik, kategori untuk sesak napas berada pada kode R06 yang membahas tentang abnormalitas pernapasan. Penggunaan kode ini sangat spesifik tergantung pada jenis sesak napas yang dialami pasien. Misalnya, sesak napas saat berbaring akan memiliki kode yang berbeda dengan sesak napas saat beraktivitas fisik.

Daftar Kode Spesifik Dyspnea dalam ICD-10

Berikut adalah beberapa rincian kode ICD-10 yang sering digunakan oleh dokter untuk mendokumentasikan gejala sesak napas:

  • R06.00 (Dyspnea, unspecified): Digunakan untuk sesak napas yang tidak ditentukan jenisnya secara mendalam.
  • R06.01 (Orthopnea): Sesak napas yang terjadi saat penderita berada dalam posisi berbaring datar, dan biasanya membaik saat penderita duduk atau berdiri. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gagal jantung.
  • R06.02 (Shortness of breath): Istilah umum yang sering tertukar dengan dyspnea, digunakan untuk menggambarkan sensasi tidak nyaman saat bernapas.
  • R06.03 (Acute respiratory distress): Digunakan untuk kondisi gawat napas yang terjadi secara mendadak dan membutuhkan penanganan darurat.
  • R06.09 (Other forms of dyspnea): Mencakup sesak napas saat beraktivitas (exertional dyspnea) atau bentuk sesak napas lainnya yang tidak masuk ke kategori spesifik di atas.

Penyebab Umum Dyspnea

Penyebab sesak napas sangatlah beragam, mulai dari masalah ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa. Secara garis besar, penyebabnya dibagi menjadi beberapa kategori utama:

1. Masalah pada Paru-paru

Penyakit paru adalah penyebab paling umum dari dyspnea. Kondisi seperti asma, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK), pneumonia, hingga emboli paru dapat menghambat aliran oksigen ke dalam darah. Infeksi saluran pernapasan juga sering kali menjadi pemicu utama sesak napas akut di Indonesia.

2. Masalah pada Jantung

Jantung bertugas memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Jika jantung tidak berfungsi dengan baik, seperti pada kasus gagal jantung kongestif atau serangan jantung, cairan dapat menumpuk di paru-paru (edema paru), yang mengakibatkan sesak napas hebat, terutama saat berbaring.

3. Faktor Psikologis dan Gaya Hidup

Gangguan kecemasan dan serangan panik dapat menyebabkan hiperventilasi, di mana seseorang merasa sesak napas meskipun organ fisik mereka sehat. Selain itu, kondisi obesitas dan kurangnya kebugaran fisik juga membuat seseorang lebih mudah merasa terengah-engah saat melakukan aktivitas ringan.

Faktor Risiko Sesak Napas
  1. Riwayat merokok aktif atau pasif dalam jangka panjang.
  2. Paparan polusi udara atau zat kimia berbahaya di tempat kerja.
  3. Memiliki riwayat penyakit asma atau alergi berat.
  4. Kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan penurunan kapasitas paru.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Sesak Napas?

Untuk menentukan kode ICD 10 dyspneu yang tepat, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh. Diagnosis dimulai dengan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui kapan sesak napas muncul, faktor pemicunya, serta apakah ada gejala penyerta seperti nyeri dada atau batuk darah.

Beberapa tes penunjang yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Spirometri: Untuk mengukur seberapa banyak udara yang dapat dihirup dan dihembuskan paru-paru.
  • Rontgen Dada atau CT Scan: Untuk melihat visualisasi kondisi paru-paru dan jantung.
  • Oksimetri Nadi: Untuk mengukur kadar saturasi oksigen dalam darah secara cepat.
  • Ekokardiogram: Jika dicurigai adanya masalah pada katup atau otot jantung.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu tidak boleh meremehkan sesak napas, terutama jika terjadi secara tiba-tiba. Segera cari bantuan medis jika sesak napas disertai dengan nyeri dada yang menjalar ke lengan atau leher, bibir atau kuku membiru (sianosis), bengkak pada kaki, atau demam tinggi.

Untuk keluhan ringan atau jika kamu ingin memastikan apakah gejala yang dialami memerlukan tindakan medis segera, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Deteksi dini sangat membantu dalam mencegah komplikasi yang lebih berat.

Selain konsultasi, pastikan kamu selalu menjaga kesehatan sistem pernapasan dengan menghindari asap rokok dan rutin berolahraga. Jika membutuhkan vitamin pendukung daya tahan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan praktis tanpa harus keluar rumah.

Studi Mengenai ICD 10 Dyspneu

Journal of Clinical Medicine menerbitkan studi di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa akurasi pengkodean ICD-10 untuk dyspnea sangat krusial dalam manajemen pasien di unit gawat darurat. Studi ini menemukan bahwa penggunaan kode yang spesifik dapat mempercepat proses triase dan penentuan terapi yang tepat.

Elaborasi temuan ini menunjukkan bahwa banyak kasus sesak napas yang awalnya hanya dikodekan sebagai “unspecified” ternyata memiliki penyebab kardiogenik yang serius setelah pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, standarisasi diagnosis tetap menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan modern.

FAQ

1. Apakah kode R06.0 selalu berarti penyakit paru-paru?

Tidak selalu. Kode R06.0 dalam ICD-10 adalah kode gejala untuk sesak napas. Penyebabnya bisa berasal dari jantung, paru-paru, anemia, hingga faktor psikologis seperti gangguan kecemasan.

2. Apa perbedaan antara Dyspnea dan Orthopnea?

Dyspnea adalah istilah umum untuk sesak napas. Sedangkan Orthopnea adalah jenis sesak napas spesifik yang muncul saat seseorang berbaring dan membaik saat posisi tegak.

3. Bagaimana cara mengatasi sesak napas karena asam lambung?

Sesak napas akibat GERD terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi saluran napas. Cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi obat lambung dan memperbaiki pola makan.

4. Apakah sesak napas bisa sembuh sendiri?

Tergantung penyebabnya. Sesak napas karena kelelahan mungkin hilang dengan istirahat. Namun, jika disebabkan oleh infeksi atau masalah organ kronis, diperlukan pengobatan medis yang tepat.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – R06 Symptoms and signs involving the circulatory and respiratory systems.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dyspnea (Shortness of Breath): Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Dyspnea: Causes, Diagnosis & Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Management of Dyspnea in Clinical Practice.

## Punya Keluhan Sesak Napas tapi Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti sesak napas, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.