Ad Placeholder Image

ICD-10 Limfadenopati Colli: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   02 Juni 2026

Limfadenopati colli adalah istilah medis untuk pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

ICD-10 Limfadenopati Colli: Gejala, Penyebab dan PengobatanICD-10 Limfadenopati Colli: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan benjolan yang nyeri di area leher, ketiak, atau selangkangan saat sedang tidak enak badan? Kondisi ini sering kali merujuk pada limfadenitis, yaitu peradangan pada kelenjar getah bening yang merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh manusia. Dalam dunia medis, para profesional menggunakan sistem pengkodean internasional yang dikenal sebagai icd 10 limfadenitis untuk mengklasifikasikan kondisi ini secara akurat berdasarkan lokasi dan sifat infeksinya.

Kelenjar getah bening berfungsi sebagai penyaring bagi zat-zat berbahaya seperti bakteri dan virus. Ketika terjadi infeksi di area terdekat, kelenjar ini bekerja ekstra keras untuk memproduksi sel darah putih guna melawan penyerang tersebut, yang akhirnya menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri. Memahami kode ICD 10 sangat penting bagi tenaga medis untuk menentukan rencana perawatan yang tepat, apakah kondisi tersebut bersifat akut, kronis, atau disebabkan oleh agen infeksi spesifik seperti tuberkulosis.

Meskipun sebagian besar kasus limfadenitis dapat sembuh seiring dengan membaiknya infeksi utama, kondisi ini tidak boleh disepelekan. Jika benjolan terasa sangat keras, tidak dapat digerakkan, atau disertai demam tinggi yang tidak kunjung turun, diperlukan penanganan medis segera. Untuk memastikan kondisi kesehatanmu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai klasifikasi, gejala, dan cara menangani kondisi ini? Berikut ulasannya!

Mengenal ICD 10 Limfadenitis dan Klasifikasinya

Sistem ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision) membagi limfadenitis ke dalam beberapa kategori utama. Pengkodean ini membantu dokter dalam pencatatan rekam medis dan asuransi kesehatan. Berikut adalah rincian kode yang umum digunakan:

1. Kode L04: Limfadenitis Akut

Kode ini digunakan untuk peradangan kelenjar getah bening yang terjadi secara mendadak dan biasanya berkaitan dengan infeksi bakteri pada kulit atau jaringan lunak. Beberapa sub-kodenya meliputi:

  • L04.0: Limfadenitis akut pada wajah, kepala, dan leher.
  • L04.1: Limfadenitis akut pada batang tubuh (trunk).
  • L04.2: Limfadenitis akut pada anggota gerak atas (lengan dan ketiak).
  • L04.3: Limfadenitis akut pada anggota gerak bawah (tungkai dan selangkangan).

2. Kode I88: Limfadenitis Non-spesifik

Kode ini merujuk pada pembengkakan kelenjar getah bening yang penyebab pastinya belum teridentifikasi atau bersifat kronis namun tidak disebabkan oleh penyakit spesifik seperti tuberkulosis.

3. Kode A18.2: Limfadenopati Tuberkulosis

Kondisi ini dikenal juga dengan istilah skrofula, di mana infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis menyerang kelenjar getah bening, paling sering di area leher.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala limfadenitis bisa bervariasi tergantung pada penyebab dan lokasi kelenjar yang terkena. Namun, secara umum, penderita akan mengalami beberapa tanda berikut:

  • Pembengkakan: Muncul benjolan yang dapat dirasakan di bawah kulit.
  • Nyeri Tekan: Benjolan terasa sakit saat disentuh atau ditekan.
  • Perubahan Kulit: Kulit di atas benjolan mungkin tampak kemerahan dan terasa hangat.
  • Demam: Sebagai respon sistem imun terhadap infeksi.
  • Gejala Sistemik: Lemas, kehilangan nafsu makan, atau keringat malam (terutama pada kasus kronis/TB).

Penting untuk membedakan antara limfadenitis (peradangan) dengan limfadenopati (pembengkakan tanpa tanda peradangan yang jelas). Pada limfadenitis, tanda-tanda infeksi seperti kemerahan dan nyeri biasanya lebih dominan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?
  1. Benjolan terus membesar setelah 2 minggu.
  2. Benjolan terasa keras, kaku, dan tidak bergeser saat ditekan.
  3. Disertai penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab jelas.
  4. Ada nanah yang keluar dari area benjolan.

Penyebab Peradangan Kelenjar Getah Bening

Limfadenitis jarang terjadi sebagai penyakit primer; biasanya ini adalah komplikasi dari infeksi di bagian tubuh lain. Beberapa penyebab utamanya adalah:

1. Infeksi Bakteri

Bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes adalah penyebab paling umum limfadenitis akut. Bakteri ini sering masuk melalui luka di kulit, infeksi gigi, atau infeksi saluran pernapasan atas.

2. Infeksi Virus

Virus seperti Rhinovirus (flu), Epstein-Barr (mononukleosis), dan Cytomegalovirus dapat memicu pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh.

3. Penyakit Spesifik

Selain tuberkulosis, penyakit seperti sifilis, toxoplasmosis, dan penyakit cakar kucing (cat-scratch disease) juga sering dikaitkan dengan kode icd 10 limfadenitis tertentu.

Prosedur Diagnosis Medis

Untuk menentukan kode ICD 10 yang tepat, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan:

  • Anamnesis: Menanyakan riwayat gejala, riwayat perjalanan, dan kontak dengan hewan.
  • Pemeriksaan Fisik: Meraba ukuran, konsistensi, dan kehangatan benjolan.
  • Tes Darah: Untuk melihat jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksi.
  • Pencitraan: USG, CT scan, atau MRI untuk melihat struktur internal kelenjar.
  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan kelenjar (seringkali dengan jarum halus atau FNAB) untuk diperiksa di bawah mikroskop guna menyingkirkan kemungkinan keganasan (kanker).

Cara Menangani Limfadenitis

Penanganan limfadenitis difokuskan pada mengatasi penyebab dasarnya. Berikut adalah langkah-langkah yang biasanya dianjurkan:

1. Perawatan Mandiri di Rumah

Untuk kasus ringan, kamu bisa memberikan kompres hangat pada area yang bengkak untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan aliran darah. Pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup agar sistem imun dapat bekerja optimal.

2. Penggunaan Obat Pereda Nyeri

Jika rasa nyeri mengganggu aktivitas, penggunaan analgesik ringan seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan obat-obatan bebas dan vitamin pendukung daya tahan tubuh.

3. Antibiotik (Jika Diperlukan)

Jika dokter mendiagnosis adanya infeksi bakteri, maka antibiotik akan diresepkan. Sangat penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik meskipun gejala sudah membaik untuk mencegah resistensi bakteri.

4. Drainase Abses

Dalam kondisi di mana kelenjar berisi nanah (abses), dokter mungkin perlu melakukan tindakan insisi dan drainase untuk mengeluarkan cairan infeksi tersebut.

Studi Mengenai ICD 10 Limfadenitis

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa akurasi pengkodean ICD-10 sangat krusial dalam surveilans penyakit menular. Studi tersebut menunjukkan bahwa limfadenitis akut (L04) sering kali didahului oleh infeksi odontogenik (infeksi gigi) atau trauma kulit ringan yang tidak diobati dengan benar.

Penelitian lain dalam jurnal pediatrik menyoroti bahwa pada anak-anak, limfadenitis servikal akut paling sering disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas, dan identifikasi dini menggunakan kriteria klinis yang selaras dengan ICD-10 dapat mengurangi kebutuhan akan prosedur invasif seperti biopsi.

Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami gejala pembengkakan kelenjar getah bening, jangan menunda untuk mendapatkan pemeriksaan. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius seperti selulitis atau sepsis.

Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan konsultasi dengan dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, kebutuhan kesehatan lainnya juga bisa terpenuhi dengan praktis melalui layanan Toko Kesehatan Halodoc.

Punya Benjolan yang Mengganggu dan Bingung Mengatasinya? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Diseases of the skin and subcutaneous tissue (L00-L99).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Swollen lymph nodes – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Lymphadenitis: Causes, Symptoms & Treatment.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Limfoma.

FAQ

1. Apakah icd 10 limfadenitis berbahaya?

Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi ringan dan tidak berbahaya jika ditangani dengan tepat. Namun, jika disebabkan oleh tuberkulosis atau keganasan, diperlukan perawatan intensif jangka panjang.

2. Apa perbedaan limfadenitis dan limfoma?

Limfadenitis adalah peradangan akibat infeksi, sedangkan limfoma adalah kanker yang bermula di sistem limfatik. Pemeriksaan biopsi biasanya diperlukan untuk membedakan keduanya secara pasti.

3. Bolehkah memijat benjolan limfadenitis?

Sangat tidak disarankan memijat atau menekan benjolan secara kasar karena dapat memperparah peradangan atau menyebabkan infeksi menyebar ke jaringan sekitarnya.

4. Berapa lama pembengkakan kelenjar getah bening akan kempis?

Biasanya pembengkakan akan mereda dalam 1 hingga 2 minggu setelah infeksi utamanya teratasi. Jika menetap lebih dari sebulan, segera konsultasikan ke dokter.