Ad Placeholder Image

ICD Colic Abdomen: Kode, Penyebab dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

ICD Colic Abdomen: Kode, Penyebab, & Cara Mengatasi

ICD Colic Abdomen: Kode, Penyebab dan Cara MengatasiICD Colic Abdomen: Kode, Penyebab dan Cara Mengatasi

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan nyeri perut yang luar biasa, datang secara tiba-tiba, dan terasa melilit seperti diperas? Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai kolik atau colic abdomen. Nyeri kolik bukanlah penyakit tunggal, melainkan gejala dari adanya masalah pada organ di dalam perut, seperti usus, saluran empedu, atau saluran kemih.

Karakteristik utama dari kolik adalah sifat nyerinya yang paroksismal, artinya nyeri bisa memuncak dalam waktu singkat, menghilang, lalu muncul kembali dengan intensitas yang sama atau bahkan lebih hebat. Bagi orang dewasa, hal ini tentu sangat mengganggu produktivitas, sementara pada bayi, kolik sering kali menyebabkan tangisan histeris yang sulit ditenangkan selama berjam-jam.

Memahami kode ICD kolik abdomen serta penyebab di baliknya sangat penting agar kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Jika nyeri perut yang kamu rasakan disertai dengan gejala berat, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat dan cara mengatasi kolik? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Colic Abdomen yang Ampuh

Penanganan kolik sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Namun, untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang akibat gas berlebih atau gangguan lambung, berikut adalah beberapa produk yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Pure Kids Aise Belly 60 ml

Pure Kids Aise Belly adalah sirup herbal yang dirancang khusus untuk membantu meredakan kolik, kembung, dan masuk angin pada bayi dan anak-anak. Produk ini bekerja dengan cara membantu mengeluarkan gas dari saluran pencernaan secara alami.

Kandungan aktifnya meliputi ekstrak Terpeneless Dill Seed Oil, Chamomile Extract, Fennel Extract, dan Ginger Root Extract. Kombinasi bahan herbal ini memberikan efek relaksasi pada otot polos usus sehingga rasa melilit berkurang.

Manfaat: Meredakan perut kembung, rasa tidak nyaman akibat gas, dan menenangkan sistem pencernaan anak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bayi 6 bulan – 2 tahun: 1 sendok teh (5 ml)
  • Anak > 2 tahun: 1-2 sendok teh (5-10 ml)
  • Diberikan setelah makan atau saat anak merasa tidak nyaman di perut.

Produk ini termasuk kategori suplemen kesehatan dan aman digunakan sesuai dosis anjuran. Perhatikan jika terdapat reaksi alergi terhadap bahan herbal di dalamnya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pure Kids Aise Belly 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Mylanta Sirup 50 ml

Mylanta merupakan obat antasida yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri perut akibat asam lambung berlebih yang terkadang memicu rasa kolik di ulu hati. Kandungan utamanya adalah Magnesium Hidroksida, Aluminium Hidroksida, dan Simethicone.

Cara kerjanya adalah dengan menetralkan asam lambung yang terlalu tinggi dan memecah gelembung gas di dalam usus agar lebih mudah dikeluarkan. Hal ini efektif mengurangi tekanan pada dinding perut yang sering memicu sensasi melilit.

Manfaat: Mengatasi sakit maag, gastritis, tukak lambung, kembung, dan nyeri perut akibat gas.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 1/2-1 sendok takar (2.5-5 ml), 3-4 kali sehari.
  • Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan hindari penggunaan jangka panjang tanpa saran dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Mylanta Sirup 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Pertolongan Pertama Kolik
  1. Gunakan kompres air hangat pada area perut yang terasa melilit untuk merelaksasi otot.
  2. Lakukan pijatan lembut searah jarum jam di area perut (terutama untuk kolik bayi).
  3. Hindari makanan pemicu gas seperti kubis, kacang-kacangan, atau minuman bersoda.

3. Polysilane Suspensi 100 ml

Polysilane adalah obat yang efektif untuk mengatasi gangguan lambung yang disertai dengan gas berlebih. Kandungan Dimethylpolysiloxane (Simethicone) di dalamnya bertindak sebagai agen antibuih yang memecah gas, sementara Alumunium Hidroksida dan Magnesium Hidroksida menetralkan asam lambung.

Obat ini sangat membantu pada kondisi kolik abdomen yang dipicu oleh akumulasi gas di usus (flatulence) yang menyebabkan dinding usus meregang dan menimbulkan nyeri.

Manfaat: Mengurangi gejala maag, kembung, sering bersendawa, dan rasa penuh di perut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 sendok takar, 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 1/2-1 sendok takar, 3-4 kali sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong atau sebelum makan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Polysilane Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Tolak Angin Cair 12 Sachet

Tolak Angin adalah obat herbal terstandar yang sangat populer di Indonesia untuk mengatasi gejala masuk angin yang sering kali disertai dengan perut mulas atau kolik ringan. Kandungan utamanya terdiri dari Adas, Kayu Ules, Daun Cengkeh, Jahe, Daun Mint, dan Madu.

Efek hangat dari jahe dan mint membantu melancarkan sirkulasi dan meredakan spasme atau kram otot perut yang ringan, sehingga rasa melilit bisa berkurang.

Manfaat: Mengobati masuk angin, perut kembung, mulas, mual, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Dosis dan aturan pakai:

  • Untuk masuk angin/diare: 1 sachet, 3 kali sehari.
  • Untuk menjaga kesehatan: 1 sachet, 2 kali sehari.
  • Bisa diminum langsung atau dicampur dengan sedikit air hangat.

Termasuk kategori obat tradisional/herbal yang aman dikonsumsi sesuai petunjuk. Tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tolak Angin Cair 12 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal ICD Colic Abdomen

Dalam dunia medis internasional, setiap kondisi kesehatan memiliki kode klasifikasi yang disebut ICD (International Classification of Diseases). Untuk kolik abdomen, kode yang sering digunakan adalah R10.4 (Other and unspecified abdominal pain). Kode ini mencakup nyeri perut yang tidak spesifik, termasuk kolik pada anak (infantile colic) yang terkadang dikategorikan dalam kode R10.84.

Pentingnya kode ICD ini adalah untuk memudahkan tenaga medis dalam mendokumentasikan gejala pasien dan menentukan arah diagnosis lebih lanjut. Kolik abdomen bisa menandakan masalah pada usus halus, usus besar, hingga organ seperti ginjal (kolik renal) atau empedu (kolik bilier).

Penyebab Utama Kolik Abdomen

1. Gangguan pada Usus (Intestinal Colic)

Penyebab paling umum adalah adanya sumbatan atau hambatan pada aliran isi usus. Hal ini memicu otot usus berkontraksi lebih kuat untuk mendorong sumbatan tersebut, yang kemudian dirasakan sebagai nyeri melilit. Penyebabnya bisa karena tinja yang keras (konstipasi), gas berlebih, atau kondisi serius seperti intususepsi.

2. Batu Ginjal (Renal Colic)

Nyeri kolik renal terjadi ketika batu ginjal berpindah ke saluran kemih (ureter). Nyeri ini biasanya sangat tajam, menjalar dari pinggang ke arah selangkangan, dan datang dalam gelombang yang sangat menyakitkan.

3. Batu Empedu (Biliary Colic)

Jika kamu merasakan nyeri hebat di perut kanan atas setelah makan makanan berlemak, itu bisa jadi tanda kolik bilier. Kondisi ini terjadi ketika batu empedu menyumbat saluran empedu, menyebabkan tekanan meningkat di kantung empedu.

Studi Mengenai Kolik Abdomen

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa mekanisme nyeri kolik abdomen sering kali melibatkan distensi atau peregangan dinding organ berongga akibat tekanan intraluminal yang meningkat.

Studi tersebut menyoroti bahwa penggunaan agen antispasmodik dan modifikasi diet sangat efektif dalam mengurangi frekuensi serangan kolik pada pasien dengan gangguan fungsional usus. Hal ini mengonfirmasi pentingnya penanganan dini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Jika nyeri perut melilit yang kamu rasakan tidak kunjung membaik setelah penggunaan obat bebas, atau disertai dengan demam tinggi, muntah terus-menerus, dan perut terasa keras saat ditekan, jangan menunda untuk mencari bantuan medis.

Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat praktis. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja dibutuhkan.

FAQ

1. Apa bedanya sakit perut biasa dengan kolik abdomen?

Sakit perut biasa cenderung terasa tumpul atau menetap, sedangkan kolik abdomen terasa melilit hebat yang muncul dan hilang secara berulang (intermiten).

2. Apakah kolik abdomen pada bayi berbahaya?

Sebagian besar kolik infantil akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi, namun jika bayi tidak mau menyusu atau berat badan turun, segera hubungi dokter.

3. Mengapa makanan berlemak memicu kolik?

Makanan berlemak merangsang kontraksi kantung empedu. Jika terdapat batu empedu, kontraksi ini akan memicu nyeri kolik bilier yang tajam.

4. Bisakah kompres hangat menyembuhkan kolik?

Kompres hangat berfungsi membantu merelaksasi otot perut yang tegang (spasme) sehingga meredakan nyeri, namun tidak menghilangkan penyebab utama jika ada sumbatan fisik.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Abdominal Pain.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Colic: What Is It and How to Treat It.
Healthline. Diakses pada 2026. Understanding Abdominal Colic.
ICD-10 Data. Diakses pada 2026. R10.4 Other and unspecified abdominal pain.

Punya Keluhan Nyeri Perut Melilit tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti perut melilit atau kembung, tapi bingung harus minum obat apa atau ke dokter mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.