Ad Placeholder Image

Idap Gejala Jantung Bocor? Ini Dokter yang Bisa Dihubungi

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

“Jantung bocor merupakan sebuah kelainan pada jantung yang berbahaya dan ditandai dengan nyeri dada, jantung berdebar-debar, hingga pembengkakan pada kaki, leher, dan perut. Hubungi dokter di Halodoc jika kamu mengalami gejala tersebut.”

Idap Gejala Jantung Bocor? Ini Dokter yang Bisa DihubungiIdap Gejala Jantung Bocor? Ini Dokter yang Bisa Dihubungi

DAFTAR ISI


Jantung merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, pada beberapa kondisi, struktur jantung dapat mengalami kelainan sejak lahir, salah satunya adalah apa yang sering masyarakat sebut sebagai “jantung bocor”. Istilah medis untuk kondisi ini biasanya merujuk pada adanya lubang pada sekat jantung yang seharusnya tertutup sempurna.

Mengenali tanda-tanda awal kelainan jantung sangatlah krusial. Pasalnya, jika tidak terdeteksi sejak dini, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti gagal jantung, hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi di paru-paru), hingga stroke. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan kualitas hidup pengidapnya secara signifikan.

Penting bagi orang tua dan individu dewasa untuk memahami bagaimana tubuh memberikan sinyal jika ada yang tidak beres dengan fungsi jantung. Seringkali, gejala yang muncul tampak samar atau menyerupai kelelahan biasa, padahal itu merupakan indikasi adanya gangguan hemodinamik di dalam jantung.

Nah, mau tahu apa saja ciri-ciri jantung bocor yang perlu kamu waspadai? Berikut ulasannya!

Mengenal Kondisi Jantung Bocor

Dalam istilah medis, jantung bocor paling sering merujuk pada Atrial Septal Defect (ASD) atau Ventricular Septal Defect (VSD). ASD adalah adanya lubang pada sekat yang memisahkan dua serambi jantung (atrium), sedangkan VSD adalah lubang pada sekat yang memisahkan dua bilik jantung (ventrikel).

Kondisi ini menyebabkan darah yang kaya oksigen bercampur dengan darah yang miskin oksigen. Akibatnya, jantung harus bekerja jauh lebih keras untuk memompa jumlah oksigen yang cukup ke seluruh jaringan tubuh. Beban kerja berlebih inilah yang lambat laun merusak otot jantung dan pembuluh darah paru-paru.

Ciri-Ciri Jantung Bocor pada Bayi dan Anak

Kelainan jantung bawaan sering kali terdeteksi sesaat setelah bayi lahir atau pada masa awal pertumbuhan. Berikut adalah beberapa gejala yang umum ditemukan pada bayi:

  • Sianosis: Warna kebiruan pada kulit, bibir, atau kuku, terutama saat bayi menangis atau menyusu.
  • Napas Cepat dan Sesak: Bayi tampak kesulitan bernapas atau bernapas dengan frekuensi yang sangat cepat meski sedang beristirahat.
  • Kesulitan Menyusu: Bayi mudah lelah saat menyusu, sering berhenti untuk mengambil napas, atau bahkan berkeringat deras di dahi saat sedang makan.
  • Pertumbuhan Terhambat: Berat badan bayi sulit naik meskipun asupan nutrisinya tampak cukup.
  • Infeksi Paru Berulang: Anak sering mengalami pneumonia atau bronkitis karena aliran darah berlebih ke paru-paru.

Gejala Jantung Bocor yang Muncul saat Dewasa

Terkadang, lubang pada jantung berukuran kecil sehingga tidak menimbulkan gejala saat anak-anak. Namun, seiring bertambahnya usia, beban jantung meningkat dan memicu munculnya gejala seperti:

  • Kelelahan Ekstrem: Merasa sangat lelah setelah melakukan aktivitas fisik ringan yang biasanya bisa dilakukan dengan mudah.
  • Aritmia: Sensasi jantung berdebar-debar atau detak jantung yang tidak beraturan.
  • Sesak Napas (Dyspnea): Terutama saat sedang berbaring rata atau saat melakukan olahraga.
  • Pembengkakan (Edema): Adanya penumpukan cairan yang menyebabkan kaki, pergelangan kaki, atau perut membengkak.
Tips Menjaga Kesehatan Jantung
  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin (medical check-up).
  2. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan rendah lemak jenuh.
  3. Hindari paparan asap rokok dan konsumsi alkohol selama kehamilan bagi ibu.

Penyebab dan Faktor Risiko

Sebagian besar kasus jantung bocor bersifat kongenital atau bawaan lahir. Hingga saat ini, penyebab pastinya belum diketahui secara mutlak, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko bayi lahir dengan kelainan jantung, antara lain:

1. Faktor Genetik

Riwayat keluarga dengan penyakit jantung bawaan atau adanya kelainan kromosom seperti Down Syndrome dapat meningkatkan risiko terjadinya defek pada sekat jantung.

2. Kesehatan Ibu saat Hamil

Ibu yang menderita diabetes yang tidak terkontrol, mengalami infeksi rubella saat hamil, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu tanpa pengawasan dokter berisiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan gangguan struktur jantung.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika kamu atau buah hati mengalami satu atau lebih gejala di atas, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan. Diagnosis dini adalah kunci utama pencegahan komplikasi. Dokter spesialis jantung akan melakukan serangkaian tes seperti ekokardiogram (USG jantung), EKG, hingga rontgen dada untuk memastikan kondisi jantung.

Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja jika kamu menemukan tanda-tanda darurat seperti sesak napas berat atau bibir yang membiru secara mendadak.

Studi Mengenai Kesehatan Kardiovaskular Bawaan

Journal of the American Heart Association menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa deteksi dini melalui skrining saturasi oksigen pada bayi baru lahir secara signifikan dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung bawaan kritis. Studi ini menekankan pentingnya observasi ketat terhadap pola napas dan warna kulit bayi di 24 jam pertama kehidupannya.

Penelitian lain dalam jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa kemajuan teknologi bedah minimal invasif saat ini memungkinkan penutupan lubang jantung (transcatheter closure) dilakukan tanpa perlu operasi bedah terbuka besar, yang mana prosedur ini memiliki waktu pemulihan yang jauh lebih cepat bagi pasien dewasa maupun anak-anak.

Kesehatan jantung adalah aset masa depan yang harus dijaga. Jika kamu merasa ada yang tidak biasa dengan ritme jantung atau daya tahan fisikmu, segera periksakan diri. Jangan mengabaikan gejala kecil karena jantung tidak memiliki kemampuan untuk memulihkan struktur katup atau sekatnya sendiri tanpa bantuan medis.

Untuk mendukung daya tahan tubuh secara umum, kamu juga bisa melengkapi kebutuhan vitamin dan beli obat online di Halodoc dengan praktis. Selain itu, pastikan untuk selalu menjaga pola hidup sehat sebagai langkah preventif jangka panjang.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2026. Common Types of Congenital Heart Defects.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Atrial Septal Defect (ASD).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Ventricular Septal Defect (VSD).
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Penyakit Jantung Bawaan pada Anak.

FAQ

1. Apakah jantung bocor pada bayi bisa sembuh sendiri?

Beberapa jenis lubang kecil, terutama VSD kecil, dapat menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Namun, lubang yang besar memerlukan intervensi medis atau bedah agar tidak menyebabkan komplikasi.

2. Apa makanan yang harus dihindari oleh pengidap jantung bocor?

Sebaiknya batasi asupan garam (natrium) yang tinggi karena dapat memicu penumpukan cairan dan memperberat kerja jantung, serta hindari lemak jenuh berlebih.

3. Apakah penderita jantung bocor boleh berolahraga?

Aktivitas fisik tetap disarankan, namun jenis dan intensitasnya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung agar tidak membahayakan kondisi fisik.

4. Apa perbedaan antara ASD dan VSD?

ASD adalah lubang pada sekat antara serambi (bagian atas), sedangkan VSD adalah lubang pada sekat antara bilik (bagian bawah) jantung.

Khawatir dengan Gejala Jantung yang Kamu Rasakan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa ada gejala yang tidak biasa pada detak jantung atau sesak napas yang sering muncul? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.