• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Patent Foramen Ovale, Ini yang Dialami Tubuh

Idap Patent Foramen Ovale, Ini yang Dialami Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin jarang mendengar istilah patent foramen ovale (PFO). Patent foramen ovale adalah kondisi medis, yang terjadi lubang pada jantung tidak menutup seperti pada normalnya. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi yang baru saja lahir.

Selama perkembangan janin, lubang kecil seperti penutup disebut foramen ovale yang ada di dinding antara bilik jantung kanan dan kiri normalnya akan menutup. Ketika lubang ini tidak kunjung tertutup hingga kelahiran, maka bayi tersebut mengalami PFO. Melansir dari Mayo Clinic, PFO terjadi sekitar 25 persen dari populasi normal.

Namun, kebanyakan pengidapnya tidak pernah tahu kalau mereka mengidapnya. PFO sering diketahui ketika seseorang menjalani tes untuk mendeteksi masalah kesehatan lainnya. Lantas, adakah gejala yang muncul pada seseorang yang mengidap PFO?

Baca juga: Kulit Membiru, Waspada Bayi Alami Patent Foramen Ovale

Gejala Patent Foramen Ovale

Melansir dari Cleveland Clinic, sebagian besar pengidap PFO tidak mengalami gejala, sehingga tidak ada pengobatan khusus yang harus dilakukan. Namun, kondisi ini mungkin berkaitan dengan sakit kepala migrain, peningkatan risiko stroke, serangan iskemik sementara dan serangan jantung. Berikut gejala-gejala yang ditimbulkan dari kondisi-kondisi tersebut, yaitu: 

  1. Migrain

Pengidap PFO mungkin mengalami sakit kepala migrain dengan aura. Meskipun migrain dapat dialami oleh seseorang yang mengidap PFO, sampai saat ini peneliti masih terus melakukan studi untuk menentukan apakah menutup foramen ovale membantu pengidapnya. 

  1. Stroke, Serangan Iskemik Sementara dan Serangan Jantung

PFO meningkatkan risiko serangan iskemik transien (TIA), stroke, dan serangan jantung. Ini karena ketika tekanan meningkat di ruang-ruang  sisi kanan jantung, gumpalan darah atau partikel padat dalam darah berisiko bergerak dari sisi kanan jantung ke kiri melalui PFO yang terbuka. Akibatnya, gumpalan ini dapat melakukan perjalanan ke otak dan menyebabkan TIA.

Baca juga: 2 Pengobatan Patent Foramen Ovale yang Dapat Dilakukan

TIA disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak untuk sementara waktu. Gejalanya sama dengan stroke, tetapi umumnya bertahan kurang dari 24 jam. TIA atau stroke sering menjadi gejala pertama adanya PFO, seperti:

  • Lemah dan mati rasa tiba-tiba pada wajah, lengan atau kaki di satu sisi tubuh.
  • Pandangan tiba-tiba menjadi kabur atau kesulitan melihat dari satu atau kedua mata.
  • Tidak dapat berbicara atau kesulitan berbicara atau memahami apa yang dikatakan orang lain.
  • Pusing, kehilangan keseimbangan, berjalan tidak stabil.
  • Pingsan untuk waktu yang singkat.
  • Tiba-tiba tidak bisa menggerakkan bagian tubuh (lumpuh).

Apakah Patent Foramen Ovale Perlu Diobati?

Dikutip dari American Heart Association, sebagian besar PFO tidak memerlukan perawatan. Apabila PFO menimbulkan gejala, kondisinya dapat diobati dengan aspirin, warfarin atau kateter, tergantung pada kondisinya. Obat-obatan tidak akan menutup lubangnya. Tujuan perawatan obat untuk mencegah pembentukan gumpalan di tempat pertama. 

Baca juga: Cara Mencegah Bayi Terhindar Patent Foramen Ovale (PFO)

PFO hanya bisa ditutup dengan operasi jantung terbuka atau alat penutup yang dipasang oleh kateter berulir dari pangkal paha melalui pembuluh darah ke jantung. Namun, sampai saat ini, tidak ada perangkat kateter-penutupan yang disetujui untuk PFO. Kalau kamu masih punya pertanyaan lain mengenai kondisi ini, hubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Patent foramen ovale.
American Heart Association. Diakses pada 2020. Patent Foramen Ovale (PFO).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Patent Foramen Ovale (PFO).