Ad Placeholder Image

IGRA Test: Akurat Cepat Deteksi TBC Tanpa Vaksin BCG

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Maret 2026

Igra Test: Deteksi TB Akurat, Cepat, dan Tanpa BCG

IGRA Test: Akurat Cepat Deteksi TBC Tanpa Vaksin BCGIGRA Test: Akurat Cepat Deteksi TBC Tanpa Vaksin BCG

Apa Itu Tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assay)?

Tes IGRA, singkatan dari Interferon-Gamma Release Assay, adalah metode diagnostik modern dan sangat akurat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan infeksi bakteri *Mycobacterium tuberculosis*. Bakteri ini merupakan penyebab utama penyakit tuberkulosis (TBC). Pemeriksaan ini mampu mengidentifikasi infeksi TBC dalam dua bentuk utama, yaitu TBC laten (ketika bakteri “tidur” di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala) maupun TBC aktif (ketika bakteri berkembang biak dan menyebabkan gejala penyakit).

Prinsip kerja tes IGRA adalah dengan mengukur respons imun seluler tubuh terhadap protein spesifik yang hanya ditemukan pada bakteri TBC. Hal ini dilakukan melalui sampel darah tunggal yang kemudian dianalisis di laboratorium. Keunggulan signifikan dari tes ini adalah hasilnya yang dapat diperoleh dengan cepat, biasanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Selain itu, akurasi tes IGRA tidak dipengaruhi oleh riwayat vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) yang sering diberikan pada masa kanak-kanak untuk mencegah TBC berat.

Fungsi dan Keunggulan Tes IGRA

Tes IGRA memiliki fungsi utama sebagai alat deteksi infeksi TB laten dan TB aktif. Deteksi dini infeksi laten sangat penting untuk mencegah perkembangan menjadi TBC aktif yang dapat menular dan menyebabkan komplikasi serius. Keberadaan TBC laten berarti bakteri *Mycobacterium tuberculosis* telah masuk ke dalam tubuh seseorang namun belum menimbulkan gejala penyakit.

Beberapa keunggulan tes IGRA yang membuatnya direkomendasikan dalam praktik medis modern meliputi:

  • Efisiensi Waktu: Pemeriksaan hanya membutuhkan satu kali kunjungan untuk pengambilan sampel darah.
  • Hasil Cepat: Hasil tes umumnya dapat diperoleh dalam waktu kurang dari 24 jam, memungkinkan diagnosis dan penanganan lebih cepat.
  • Akurasi Tinggi: Tes ini sangat akurat karena secara spesifik mengidentifikasi respons imun terhadap bakteri TBC dan tidak dipengaruhi oleh riwayat vaksinasi BCG.
  • Objektivitas: Interpretasi hasil tidak bergantung pada penilaian subjektif penguji, berbeda dengan uji kulit TBC (Mantoux).

Jenis-jenis Tes IGRA

Secara umum, ada dua jenis tes IGRA yang paling sering digunakan dan diakui secara global. Keduanya memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu mengukur interferon-gamma yang dilepaskan oleh sel darah putih sebagai respons terhadap antigen TBC.

Kedua jenis tes IGRA tersebut adalah:

  • QuantiFERON®-TB Gold Plus (QFT-Plus): Tes ini menggunakan teknologi ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) untuk mendeteksi interferon-gamma yang dilepaskan. QFT-Plus mengukur respons sel T CD4+ dan CD8+ terhadap antigen TBC spesifik, memberikan sensitivitas yang tinggi.
  • T-SPOT®.TB: Tes ini menggunakan metode ELISPOT (Enzyme-Linked Immunospot) untuk menghitung sel-sel imun yang memproduksi interferon-gamma setelah terpapar antigen TBC. T-SPOT®.TB juga dikenal karena sensitivitasnya yang baik, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang mungkin terganggu.

Memahami Hasil Tes IGRA

Hasil dari tes IGRA akan memberikan gambaran mengenai kemungkinan adanya infeksi *Mycobacterium tuberculosis* dalam tubuh. Penting untuk memahami interpretasi hasil guna menentukan langkah selanjutnya dalam penanganan kesehatan.

Berikut adalah penjelasan mengenai hasil tes IGRA:

  • Positif: Hasil positif menunjukkan kemungkinan besar seseorang telah terinfeksi bakteri TBC. Kondisi ini memerlukan tindak lanjut medis lebih lanjut dari dokter untuk menentukan apakah infeksi tersebut bersifat laten atau aktif, serta merencanakan pengobatan yang sesuai.
  • Negatif: Hasil negatif mengindikasikan kecil kemungkinan adanya infeksi bakteri TBC pada saat pemeriksaan dilakukan. Namun, pada beberapa kasus, seperti pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, hasil negatif palsu bisa saja terjadi.
  • Indeterminate: Hasil indeterminate berarti hasil tes tidak jelas atau tidak meyakinkan. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jumlah sel darah putih yang tidak mencukupi atau respons imun yang lemah. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan ulang atau tes tambahan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti.

Siapa yang Disarankan Menjalani Tes IGRA?

Tes IGRA sangat direkomendasikan bagi individu yang memiliki risiko tinggi terpapar atau terinfeksi TBC. Deteksi dini pada kelompok-kelompok ini krusial untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan penanganan yang tepat.

Kelompok individu yang disarankan untuk menjalani tes IGRA meliputi:

  • Kontak Erat Pasien TBC: Individu yang memiliki kontak dekat dan berkepanjangan dengan pasien TBC aktif, seperti anggota keluarga atau rekan kerja.
  • Petugas Kesehatan: Tenaga medis atau staf lain yang bekerja di fasilitas kesehatan dan sering berinteraksi dengan pasien TBC.
  • Orang dengan Sistem Imun Lemah: Individu yang memiliki kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti penderita HIV/AIDS, pasien transplantasi organ, atau mereka yang menjalani terapi imunosupresif.
  • Syarat Studi atau Kerja ke Luar Negeri: Beberapa negara atau institusi pendidikan/pekerjaan mungkin mensyaratkan tes TBC, dan IGRA sering menjadi pilihan karena akurasinya.
  • Penduduk Daerah dengan Prevalensi TBC Tinggi: Individu yang tinggal atau berasal dari wilayah dengan angka kasus TBC yang tinggi.

IGRA sebagai Pengganti atau Pelengkap Uji Kulit TB (Mantoux)

Tes IGRA semakin sering disarankan sebagai alternatif atau pelengkap dari uji kulit TB (TST) yang dikenal sebagai tes Mantoux. Uji Mantoux mendeteksi respons alergi kulit terhadap protein TBC, namun hasilnya dapat dipengaruhi oleh riwayat vaksinasi BCG, yang dapat menyebabkan hasil positif palsu.

Keunggulan IGRA karena tidak dipengaruhi oleh vaksinasi BCG menjadikannya pilihan yang lebih spesifik dan akurat, terutama di negara-negara yang memiliki program vaksinasi BCG secara luas. Oleh karena itu, bagi individu yang berisiko tinggi terinfeksi TBC, tes IGRA direkomendasikan sebagai metode diagnostik yang lebih andal untuk membedakan antara infeksi TBC sejati dan respons imun akibat vaksinasi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assay) merupakan metode diagnostik TBC yang canggih, akurat, dan efisien, mampu mendeteksi infeksi laten maupun aktif tanpa dipengaruhi riwayat vaksinasi BCG. Kecepatan hasil dan objektivitasnya menjadikannya pilihan unggul bagi individu berisiko tinggi. Memahami hasil tes – positif, negatif, atau indeterminate – sangat penting untuk menentukan langkah medis selanjutnya.

Apabila memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mengarah pada TBC, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tes IGRA atau kondisi kesehatan lainnya, serta untuk mendapatkan rekomendasi dokter spesialis, dapat memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan yang tersedia melalui Halodoc. Deteksi dini dan penanganan yang tepat adalah kunci dalam mengelola TBC.