Ad Placeholder Image

Ikan Cakalang: Kenali, Manfaat, dan Cara Pilih Segar!

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Ikan cakalang kaya nutrisi penting seperti omega-3 dan protein.

Ikan Cakalang: Kenali, Manfaat, dan Cara Pilih Segar!Ikan Cakalang: Kenali, Manfaat, dan Cara Pilih Segar!

DAFTAR ISI


Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat direkomendasikan oleh para ahli gizi di seluruh dunia. Di Indonesia, salah satu jenis ikan yang paling populer dan menjadi komoditas ekspor utama adalah ikan cakalang. Namun, bagi sebagian orang, mungkin masih muncul pertanyaan: sebenarnya cakalang ikan apa dan apa yang membedakannya dengan jenis ikan tuna lainnya?

Cakalang memiliki tempat istimewa dalam kuliner nusantara, terutama di wilayah Indonesia bagian Timur seperti Sulawesi dan Maluku. Ikan ini tidak hanya lezat saat diolah menjadi cakalang fufu atau abon, tetapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan yang krusial untuk menunjang fungsi organ vital manusia, mulai dari jantung hingga otak. Memahami profil nutrisi ikan ini sangat penting agar kamu dapat mengoptimalkan konsumsinya dalam diet harian.

Penting bagi kamu untuk mengetahui jenis makanan yang masuk ke tubuh guna memastikan kecukupan gizi seimbang. Jika kamu ingin melengkapi asupan nutrisi harian selain dari makanan segar, kamu bisa mencari berbagai vitamin pendukung dan beli obat online di Halodoc dengan jaminan produk asli yang diantar langsung ke rumah.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu ikan cakalang, kandungan gizinya, hingga tips memilihnya? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu Ikan Cakalang

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan laut dari keluarga Scombridae. Dalam perdagangan internasional, ikan ini dikenal dengan nama skipjack tuna. Secara fisik, cakalang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan tuna sirip kuning (yellowfin tuna) atau tuna mata besar (bigeye tuna), namun lebih besar daripada ikan tongkol.

Cakalang adalah perenang cepat di zona pelagik (permukaan laut hingga kedalaman tertentu) dan biasanya hidup bergelombol dalam jumlah besar. Ikan ini memiliki ciri khas berupa tubuh yang gilig atau seperti torpedo dengan warna punggung biru tua gelap dan perut berwarna perak dengan garis-garis hitam yang membujur di bagian bawah tubuhnya.

Perbedaan Cakalang, Tongkol, dan Tuna

Banyak masyarakat yang sering tertukar antara cakalang, tongkol, dan tuna. Berikut adalah ringkasan perbedaannya:

  • Ikan Tongkol: Memiliki ukuran terkecil di antara ketiganya. Ciri khasnya adalah adanya pola garis-garis miring atau bercak-bercak gelap di bagian punggung atas, bukan membujur di perut.
  • Ikan Cakalang: Berukuran sedang. Ciri paling mencolok adalah garis-garis gelap yang membujur (horizontal) di bagian perut ke samping. Kulitnya lebih licin tanpa sisik, kecuali di bagian area dada.
  • Ikan Tuna: Biasanya merujuk pada spesies yang jauh lebih besar. Tekstur dagingnya lebih padat dan sering digunakan untuk sajian sashimi karena kualitas lemaknya yang tinggi.

Kandungan Nutrisi Luar Biasa Ikan Cakalang

Sebagai bagian dari kelompok tuna, cakalang adalah sumber nutrisi yang sangat padat. Berikut adalah beberapa kandungan utama dalam 100 gram ikan cakalang:

  • Protein: Mengandung sekitar 25-28 gram protein berkualitas tinggi yang mencakup semua asam amino esensial.
  • Omega-3 (DHA dan EPA): Asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh dan berfungsi melindungi jantung serta otak.
  • Vitamin B12: Penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf.
  • Selenium: Mineral antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan radikal bebas.
  • Niasin (Vitamin B3): Membantu metabolisme energi dan menjaga kesehatan kulit serta saraf.
  • Kalium dan Fosfor: Penting untuk kesehatan tulang, kontraksi otot, dan keseimbangan cairan.
Tips Mengolah Cakalang yang Sehat
  1. Hindari menggoreng ikan dengan minyak berlebih karena dapat merusak kandungan Omega-3.
  2. Gunakan metode kukus, pepes, atau panggang untuk menjaga nutrisinya.
  3. Jika menggunakan cakalang asap (fufu), pastikan untuk membersihkan bagian yang gosong sebelum dikonsumsi.

Manfaat Ikan Cakalang bagi Kesehatan Tubuh

Dengan kandungan gizi di atas, mengonsumsi ikan cakalang secara rutin dapat memberikan manfaat berikut:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan Omega-3 yang tinggi pada cakalang membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah dan mengurangi risiko pembentukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis). Hal ini sangat efektif untuk mencegah penyakit jantung koroner dan stroke.

2. Meningkatkan Fungsi Otak dan Kognitif

DHA (Docosahexaenoic acid) adalah komponen utama penyusun jaringan otak. Konsumsi cakalang mendukung daya ingat, konsentrasi, dan dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer pada lansia.

3. Mencegah Anemia

Kaya akan vitamin B12 dan zat besi, ikan ini berperan krusial dalam produksi hemoglobin. Bagi kamu yang sering merasa lemas dan pusing akibat kurang darah, menambahkan cakalang ke dalam menu mingguan adalah pilihan cerdas.

4. Mendukung Pertumbuhan Otot

Bagi pegiat olahraga atau atlet, kandungan protein yang sangat tinggi dan rendah lemak jenuh pada cakalang menjadikannya pilihan utama untuk pemulihan jaringan otot setelah latihan beban.

Tips Memilih Ikan Cakalang yang Segar

Agar mendapatkan manfaat maksimal dan menghindari risiko keracunan, kamu harus teliti saat membeli. Perhatikan hal-hal berikut:

  • Mata: Pastikan mata ikan jernih, menonjol, dan tidak kemerahan.
  • Insang: Pilih ikan dengan insang berwarna merah segar, bukan cokelat atau abu-abu.
  • Tekstur: Tekan daging ikan; jika kembali ke bentuk semula (kenyal) dan tidak lembek, berarti ikan masih segar.
  • Aroma: Ikan segar memiliki bau laut yang khas, bukan bau amis yang menyengat atau bau busuk/amonia.

Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun menyehatkan, ada beberapa hal yang harus diwaspadai dari ikan cakalang:

1. Kadar Merkuri

Sebagai ikan predator, cakalang mengandung merkuri. Namun, karena ukurannya lebih kecil dan masa hidupnya lebih pendek dari tuna besar, kadar merkurinya umumnya masuk kategori rendah hingga sedang. Namun, ibu hamil disarankan membatasi konsumsi maksimal 2 porsi per minggu.

2. Keracunan Histamin (Scombroid Poisoning)

Jika cakalang tidak disimpan di suhu dingin segera setelah ditangkap, bakteri dapat mengubah asam amino histidin menjadi histamin yang beracun. Gejalanya meliputi gatal-gatal, wajah memerah, hingga sesak napas.

Studi Mengenai Ikan Cakalang

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi ikan yang kaya asam lemak Omega-3 seperti jenis skipjack tuna berhubungan signifikan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada orang dewasa.

Penelitian ini menegaskan bahwa substitusi daging merah dengan ikan cakalang dapat memperbaiki profil lipid darah secara keseluruhan. Hal ini mendukung rekomendasi global untuk mengonsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu demi kesehatan jangka panjang.

Jika setelah mengonsumsi ikan kamu merasakan gejala alergi seperti gatal, ruam, atau bengkak, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai suplemen minyak ikan atau produk kesehatan lainnya dengan praktis melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selalu jaga pola makan dan pilih bahan makanan segar untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Punya Keluhan Setelah Makan Seafood atau Bingung Memilih Nutrisi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu baru saja makan ikan tapi merasa ada keluhan kesehatan, atau bingung menentukan asupan protein yang tepat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Fish: Friend or Foe?.
Kementerian Kesehatan RI (P2PTM). Diakses pada 2026. Manfaat Mengonsumsi Ikan untuk Kesehatan Jantung.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Omega-3 Fatty Acids – Fact Sheet for Health Professionals.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Mercury and health.

FAQ

1. Apakah ikan cakalang aman untuk ibu hamil?

Ya, cakalang aman dikonsumsi ibu hamil karena mengandung DHA yang baik untuk janin. Namun, batasi porsinya (sekitar 200-300 gram per minggu) untuk meminimalisir paparan merkuri.

2. Apa perbedaan cakalang fufu dengan cakalang segar?

Cakalang fufu adalah ikan cakalang yang telah melalui proses pengasapan. Rasanya lebih gurih dan tahan lama, namun perhatikan kandungan garam dan potensi karsinogenik jika bagian yang gosong ikut termakan.

3. Mengapa ikan cakalang bisa menyebabkan gatal-gatal?

Hal ini bisa disebabkan oleh alergi seafood atau keracunan histamin akibat ikan yang sudah tidak segar atau proses penyimpanan yang buruk (suhu tidak terjaga).

4. Apakah cakalang termasuk ikan yang rendah lemak?

Ya, cakalang termasuk jenis ikan yang tinggi protein namun relatif rendah lemak jika dibandingkan dengan daging sapi atau ayam, sehingga cocok untuk program diet penurunan berat badan.