Ad Placeholder Image

Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI: Catat Ini Moms!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Maret 2026

Jangan Kasih! Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI Bayi

Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI: Catat Ini Moms!Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI: Catat Ini Moms!

Daftar Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Memulai Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah fase krusial bagi tumbuh kembang bayi. Pemilihan bahan makanan yang tepat sangat penting untuk memastikan nutrisi optimal sekaligus menghindari risiko kesehatan. Ikan, sebagai sumber protein hewani dan asam lemak omega-3, sering direkomendasikan. Namun, tidak semua jenis ikan cocok untuk bayi. Ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya dihindari karena berpotensi membahayakan kesehatan dan perkembangan bayi.

Mengapa Ikan Penting untuk MPASI, Namun Perlu Selektif?

Ikan kaya akan protein, vitamin D, kalsium, dan asam lemak omega-3, seperti DHA dan EPA. Nutrisi ini esensial untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi. Namun, beberapa jenis ikan mengandung zat yang dapat berbahaya jika dikonsumsi oleh bayi yang sistem pencernaannya masih sensitif dan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Pemahaman tentang jenis ikan yang aman dan yang harus dihindari sangat krusial bagi orang tua.

Jenis Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI dan Alasannya

Untuk memastikan keamanan dan kesehatan optimal, beberapa jenis ikan sebaiknya tidak diberikan pada bayi selama periode MPASI.

Ikan Tinggi Merkuri

Merkuri adalah neurotoksin yang dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Ikan yang berada di puncak rantai makanan dan berukuran besar cenderung mengakumulasi merkuri lebih tinggi.

  • Hiu
  • Todak (Swordfish)
  • Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna)
  • Tuna Mata Besar (Bigeye Tuna)
  • Marlin
  • Tenggiri Raja (King Mackerel)
  • Kerapu
  • Ikan Pari
  • Makarel Besar
  • Barramundi (Ikan Kakap Putih)
  • Ikan Kod Atlantik

Paparan merkuri pada bayi dapat mengganggu fungsi kognitif dan motorik. Oleh karena itu, ikan-ikan tersebut harus dihindari sepenuhnya untuk MPASI.

Ikan Mentah atau Setengah Matang

Konsumsi ikan mentah atau setengah matang, seperti sushi atau sashimi, sangat tidak disarankan untuk bayi.

  • Sushi
  • Sashimi

Ikan yang tidak dimasak sempurna berisiko tinggi mengandung bakteri patogen seperti Salmonella dan Vibrio, serta parasit yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan serius pada bayi. Sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang sehingga lebih rentan terhadap infeksi ini.

Ikan Asin

Ikan asin memiliki kandungan garam (natrium) yang sangat tinggi.

  • Berbagai jenis ikan yang diawetkan dengan garam tinggi

Ginjal bayi belum berfungsi optimal untuk memproses garam dalam jumlah besar. Konsumsi natrium berlebihan dapat membebani ginjal, meningkatkan risiko dehidrasi, dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. MPASI disarankan untuk disajikan tanpa tambahan garam.

Ikan Kalengan

Meskipun praktis, ikan kalengan kurang ideal untuk MPASI.

  • Tuna kalengan
  • Sarden kalengan

Produk ikan kalengan umumnya mengandung garam, gula, dan pengawet dalam jumlah tinggi. Beberapa kemasan kaleng juga mengandung Bisphenol A (BPA), zat kimia yang dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada kesehatan dan perkembangan bayi. Pilihlah ikan segar sebagai prioritas utama.

Ikan dengan Duri Halus

Beberapa jenis ikan memiliki duri yang sangat halus dan banyak.

  • Bandeng
  • Jenis ikan lain dengan duri yang sulit dibersihkan sepenuhnya

Duri halus ini berisiko tinggi menyebabkan bayi tersedak atau melukai mulut dan tenggorokan mereka. Meskipun bisa diolah dengan cermat untuk menghilangkan duri, risiko ini membuat ikan jenis ini kurang direkomendasikan untuk bayi yang baru memulai MPASI.

Alternatif Ikan yang Aman dan Direkomendasikan untuk MPASI

Setelah mengetahui ikan yang perlu dihindari, orang tua dapat memilih ikan yang aman dan kaya nutrisi untuk MPASI.

  • Salmon (pilihan budidaya atau liar, tergantung ketersediaan dan sumber)
  • Sarden (pilih yang segar, bukan kalengan)
  • Teri
  • Kembung
  • Tuna (jenis rendah merkuri seperti tuna sirip kuning atau skipjack, dalam porsi terbatas)
  • Patin
  • Gabus
  • Kakap Merah

Penting untuk selalu memilih ikan segar, mengolahnya hingga benar-benar matang, dan menghindari penambahan garam berlebih, gula, atau pengawet. Pemilihan ikan yang tepat akan mendukung tumbuh kembang optimal bayi dengan risiko kesehatan yang minimal.

Kesimpulan: Rekomendasi Medis Praktis

Pemilihan ikan untuk MPASI memerlukan perhatian khusus dari orang tua. Hindari ikan tinggi merkuri, ikan mentah, ikan asin, ikan kalengan, dan ikan berduri halus. Prioritaskan ikan segar rendah merkuri seperti salmon, sarden, kembung, atau teri yang diolah matang sempurna tanpa tambahan bumbu berlebihan.

Untuk panduan lebih lanjut mengenai nutrisi MPASI yang aman dan sesuai untuk bayi, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak atau ahli gizi melalui Halodoc. Fitur chat dengan dokter atau membuat janji temu di rumah sakit yang tersedia di aplikasi Halodoc dapat membantu orang tua mendapatkan informasi akurat dan personal demi kesehatan optimal sang buah hati.