Ad Placeholder Image

Ikterus Neonatorum: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Bayi Kuning

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Ikterus Neonatorum: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Ikterus Neonatorum: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Bayi KuningIkterus Neonatorum: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Bayi Kuning

DAFTAR ISI


Ikterus, atau yang sering dikenal oleh masyarakat umum sebagai penyakit kuning, adalah kondisi medis yang ditandai dengan menguningnya kulit, sclera (bagian putih mata), dan membran mukosa. Perubahan warna ini terjadi akibat penumpukan bilirubin di dalam darah dan jaringan tubuh. Bilirubin sendiri merupakan zat pewarna kuning kecokelatan yang diproduksi secara alami ketika sel darah merah yang sudah tua atau rusak dipecah oleh tubuh. Pada kondisi normal, organ hati akan menyaring bilirubin dari aliran darah, mengubahnya menjadi bentuk yang larut dalam air, dan mengeluarkannya melalui empedu menuju usus, hingga akhirnya dibuang melalui urine dan feses.

Kasus ikterus sangat umum ditemukan pada bayi baru lahir, sebuah kondisi yang secara medis disebut sebagai ikterus neonatorum. Sekitar 60 persen bayi cukup bulan dan 80 persen bayi prematur mengalami kondisi ini pada minggu pertama kehidupan mereka. Hal ini biasanya terjadi karena organ hati bayi belum berkembang secara sempurna untuk memproses dan membuang bilirubin seefisien orang dewasa. Namun, selain pada bayi, ikterus juga dapat menyerang orang dewasa akibat berbagai gangguan fungsi hati, infeksi virus (seperti hepatitis), penyumbatan saluran empedu, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Penting untuk dipahami bahwa ikterus sebenarnya bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala atau tanda klinis dari adanya masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Oleh karena itu, mengetahui kapan harus ke dokter sangatlah krusial. Pada bayi, jika kadar bilirubin dibiarkan terlalu tinggi tanpa penanganan medis yang tepat seperti fototerapi, hal ini dapat menembus sawar darah otak dan memicu komplikasi fatal yang disebut kernikterus, yang berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen, kehilangan pendengaran, hingga kelumpuhan otak (cerebral palsy).

Sementara itu, pada orang dewasa yang mengalami gejala ikterus akibat peradangan hati ringan atau sedang dalam masa pemulihan dari penyakit liver, menjaga kesehatan fungsi hati menjadi prioritas utama. Selain memperbaiki pola makan dan gaya hidup, dokter sering kali merekomendasikan asupan tambahan berupa suplemen yang diformulasikan khusus untuk melindungi sel-sel hati (hepatoprotektor).

Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen pemelihara fungsi hati yang aman dan bisa didapatkan di apotek? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Suplemen Pemelihara Fungsi Hati yang Ampuh

Perhatian: Penanganan ikterus pada bayi (ikterus neonatorum) mutlak membutuhkan evaluasi dokter anak dan tindakan medis seperti pemberian ASI/sufor yang cukup serta fototerapi (terapi sinar). Bayi TIDAK BOLEH diberikan suplemen oral apa pun tanpa instruksi dokter. Rekomendasi produk di bawah ini ditujukan KHUSUS UNTUK ORANG DEWASA yang sedang dalam masa pemulihan gangguan fungsi hati atau ingin memelihara kesehatan liver agar terhindar dari kondisi ikterus.

1. Curcuma Force 10 Tablet

Curcuma Force adalah suplemen herbal yang diformulasikan khusus untuk membantu memelihara kesehatan fungsi hati dan memperbaiki nafsu makan. Suplemen ini mengandung ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang kaya akan zat aktif kurkuminoid. Kurkuminoid dikenal luas dalam dunia farmakologi karena memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi (anti-peradangan) yang kuat.

Cara kerjanya adalah dengan melindungi sel-sel hepatosit (sel hati) dari kerusakan akibat radikal bebas dan racun (toksin), serta merangsang produksi cairan empedu yang sangat penting dalam proses pencernaan lemak dan ekskresi bilirubin. Produk ini sangat bermanfaat bagi orang dewasa yang sedang memulihkan diri dari penyakit liver (seperti penyakit kuning ringan) yang sering kali disertai dengan keluhan mual dan hilangnya nafsu makan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 tablet, diminum 3 kali sehari.
  • Obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman pada lambung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas atau suplemen. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Curcuma Force 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Hepamax 30 Kapsul

Hepamax adalah suplemen kesehatan hati (hepatoprotektor) yang mengombinasikan bahan-bahan alami poten, yaitu ekstrak Silymarin, ekstrak Schisandra chinensis, serta tambahan Vitamin E. Silymarin yang diekstrak dari tanaman milk thistle (Silybum marianum) merupakan salah satu zat hepatoprotektif terbaik yang berfungsi menstabilkan membran sel hati, mencegah masuknya racun ke dalam sel, dan mempercepat regenerasi jaringan hati yang rusak.

Di sisi lain, Schisandra chinensis bekerja secara sinergis untuk meningkatkan metabolisme hati dan membantu menurunkan kadar enzim hati (SGOT dan SGPT) yang sering melonjak saat terjadi ikterus atau hepatitis. Tambahan vitamin E bertindak sebagai antioksidan seluler yang mencegah stres oksidatif pada organ liver.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul, diminum 3-4 kali sehari tergantung tingkat keparahan dan rekomendasi dokter.
  • Sebagai pemeliharaan: 1 kapsul, diminum 1-2 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas atau suplemen. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hepamax 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Pencegahan Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir
  1. Susui bayi secara rutin: Pastikan bayi disusui 8 hingga 12 kali sehari pada beberapa hari pertama kehidupannya. Asupan cairan yang cukup membantu bayi mengeluarkan bilirubin melalui feses.
  2. Perhatikan frekuensi BAK dan BAB: Bayi yang mendapatkan cukup cairan biasanya akan buang air kecil lebih dari 5 kali sehari dan fesesnya akan berubah warna dari hitam pekat (mekonium) menjadi kekuningan.
  3. Jemur di pagi hari secara hati-hati: Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (sebelum jam 8 pagi) selama 10-15 menit dapat membantu memecah bilirubin di kulit, namun hindari paparan sinar matahari langsung ke mata bayi dan jangan terlalu lama agar kulit bayi tidak terbakar. Penting: Ini bukan pengganti terapi fototerapi medis jika kadar bilirubin sangat tinggi.

3. Curliv Plus 10 Kaplet

Curliv Plus merupakan kombinasi komprehensif dari ekstrak Curcuma (temulawak), Silymarin, Choline bitartrate, Vitamin B kompleks, dan berbagai asam amino esensial. Kandungan Choline bitartrate dalam suplemen ini memiliki fungsi lipotropik, yaitu membantu mencegah dan mengurangi penumpukan lemak berlebih di dalam hati (fatty liver) yang sering kali menjadi cikal bakal gangguan fungsi hati di masa depan.

Kombinasi Silymarin dan ekstrak temulawak secara langsung menargetkan perbaikan sel-sel hati yang meradang, sementara Vitamin B kompleks esensial untuk metabolisme energi. Suplemen ini sangat direkomendasikan bagi individu dewasa yang mengalami kelelahan kronis akibat masalah fungsi hati, riwayat hepatitis, atau gaya hidup tidak sehat yang membebani kerja liver.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 kaplet, diminum 3 kali sehari.
  • Dianjurkan untuk diminum bersamaan dengan makanan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Curliv Plus 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. HP Pro 30 Kapsul

HP Pro adalah obat herbal terstandar yang memiliki kandungan utama ekstrak Schisandra chinensis. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai keluhan hati. Secara klinis, ekstrak Schisandra terbukti ampuh dalam menurunkan enzim SGPT dan SGOT yang kerap meningkat drastis ketika seseorang mengalami kerusakan hati akut maupun kronis.

Mekanisme kerjanya adalah dengan meningkatkan kapasitas antioksidan hati dan menstimulasi enzim Cytochrome P450 yang berperan penting dalam proses detoksifikasi (pembuangan racun) oleh hati. Bagi orang dewasa yang memiliki riwayat ikterus akibat paparan zat kimia toksik, konsumsi alkohol berlebih, atau hepatitis virus, HP Pro dapat menjadi pendamping terapi utama (adjuvan) yang mempercepat laju pemulihan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul, diminum 3 kali sehari.
  • Bila hasil lab (SGPT/SGOT) sudah kembali normal, dosis dapat diturunkan menjadi 1 kapsul per hari sebagai pemeliharaan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas atau suplemen. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan HP Pro 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Lebih Dalam tentang Ikterus dan Penyebabnya

Memahami penyebab di balik munculnya warna kuning pada tubuh sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat sasaran. Berdasarkan usianya, ikterus diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yakni ikterus pada bayi baru lahir (neonatorum) dan ikterus pada orang dewasa.

1. Ikterus Neonatorum (Bayi Kuning)

Sebagian besar bayi mengalami ikterus fisiologis, yang muncul pada hari ke-2 atau ke-3 setelah lahir dan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Hal ini murni karena organ hati bayi belum matang untuk menyaring bilirubin. Namun, ikterus bisa menjadi patologis (tidak normal) jika kuning muncul di 24 jam pertama kelahiran, atau kadar bilirubin meningkat sangat cepat. Kondisi patologis ini sering disebabkan oleh inkompatibilitas golongan darah atau rhesus antara ibu dan bayi, infeksi darah (sepsis), perdarahan internal, atau atresia bilier (saluran empedu tidak terbentuk sempurna).

2. Ikterus pada Orang Dewasa

Pada orang dewasa, ikterus selalu menandakan adanya penyakit medis yang serius. Secara anatomi, penyebabnya dibagi menjadi tiga. Pertama adalah pre-hepatik (sebelum organ hati), yang terjadi akibat pemecahan sel darah merah secara massal seperti pada anemia hemolitik atau malaria. Kedua adalah hepatik (pada organ hati), yang disebabkan oleh infeksi virus (hepatitis A, B, C), sirosis, atau keracunan obat (misalnya overdosis paracetamol). Ketiga adalah post-hepatik (setelah organ hati), yang terjadi karena adanya sumbatan pada saluran empedu akibat batu empedu atau tumor pankreas.

Studi Terkait Ikterus Neonatorum

Pediatrics (Jurnal Resmi American Academy of Pediatrics) menerbitkan studi pedoman klinis revisi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa manajemen hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir dengan usia kehamilan lebih dari 35 minggu harus berfokus pada skrining awal dan nomogram spesifik jam.

Studi ini menegaskan bahwa penggunaan fototerapi (terapi sinar biru) secara tepat waktu dapat mencegah komplikasi neurologis akut secara signifikan. Selain itu, tenaga medis sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar bilirubin serum total (TSB) atau bilirubin transkutan (TcB) pada setiap bayi sebelum dipulangkan dari rumah sakit, guna meminimalkan risiko bayi kembali dirawat dengan ikterus parah.

Jika kamu atau si kecil menunjukkan tanda-tanda ikterus seperti kulit atau mata yang menguning, feses berwarna pucat seperti dempul, atau urine yang berwarna sangat gelap seperti teh pekat, segera lakukan pemeriksaan medis ke fasilitas kesehatan terdekat.

Bagi orang dewasa yang ingin memelihara kesehatan liver dan telah mendapat izin dari dokter, kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan suplemen di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait masalah kesehatan fungsi hati atau tumbuh kembang anak melalui layanan telemedicine di aplikasi Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Infant Jaundice – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Jaundice in Adults.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Neonatal hyperbilirubinaemia.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Waspada Bayi Kuning (Ikterus Neonatorum).
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2024. Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation.

FAQ

1. Apakah ikterus neonatorum berbahaya bagi otak bayi?

Ya, jika tidak ditangani dengan tepat. Kadar bilirubin yang sangat tinggi dan tidak terkontrol dalam darah bayi dapat melewati sawar darah otak, menyebabkan kondisi fatal yang disebut kernikterus. Kernikterus dapat mengakibatkan kejang, kerusakan otak permanen, ketulian, hingga lumpuh otak.

2. Berapa lama bayi kuning biasanya sembuh?

Pada kasus ikterus fisiologis (normal), warna kuning pada bayi umumnya mulai memudar dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah kelahiran. Namun, pada bayi prematur, kondisi kuning ini mungkin menetap sedikit lebih lama, bisa memakan waktu hingga 3 minggu atau lebih.

3. Apakah orang dewasa bisa terkena penyakit ikterus?

Sangat bisa. Meskipun istilah ini identik dengan bayi baru lahir, ikterus pada orang dewasa justru sering kali merupakan indikator utama adanya masalah kesehatan serius. Kondisi ini biasanya dipicu oleh radang hati (hepatitis), sirosis hati kronis, sumbatan batu empedu, atau gangguan darah.

4. Bagaimana cara mengobati penyakit kuning pada orang dewasa?

Pengobatan ikterus pada orang dewasa sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Jika disebabkan oleh hepatitis virus, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus dan hepatoprotektor. Apabila disebabkan oleh batu empedu, prosedur pembedahan atau endoskopi (ERCP) mungkin diperlukan untuk mengangkat sumbatan tersebut.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang