
Ikterus Neonatorum: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Bayi Kuning
Ikterus Neonatorum: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Ikterus Neonatorum: Kondisi Umum pada Bayi Baru Lahir
Ikterus neonatorum, atau yang lebih dikenal sebagai bayi kuning, adalah kondisi umum yang terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan menguningnya kulit dan bagian putih mata (sklera) bayi. Ikterus terjadi karena adanya peningkatan kadar bilirubin dalam darah bayi.
Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan dari pemecahan normal sel darah merah. Biasanya, hati akan memproses bilirubin sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Namun, pada bayi baru lahir, hati belum berfungsi sempurna sehingga bilirubin dapat menumpuk dalam darah.
Ikterus neonatorum umumnya bersifat fisiologis (normal) dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Meskipun demikian, penting untuk memantau kondisi bayi dan mencari pertolongan medis jika ikterus muncul dalam 24 jam pertama setelah kelahiran atau jika terlihat semakin parah.
Gejala Ikterus Neonatorum
Gejala utama ikterus neonatorum adalah warna kuning pada kulit dan sklera (bagian putih mata) bayi. Warna kuning ini biasanya muncul pertama kali di wajah, kemudian menyebar ke dada, perut, dan akhirnya ke ekstremitas (tangan dan kaki).
Tingkat keparahan ikterus dapat dinilai menggunakan Kriteria Kramer, yaitu:
- Kramer I: Kuning terbatas pada kepala dan leher, kadar bilirubin sekitar 4-8 mg/dL.
- Kramer II: Kuning sampai pusar, kadar bilirubin sekitar 5-12 mg/dL.
- Kramer III: Kuning sampai paha, kadar bilirubin sekitar 8-16 mg/dL.
- Kramer IV: Kuning sampai pergelangan tangan/kaki, kadar bilirubin sekitar 11-18 mg/dL.
- Kramer V: Kuning seluruh tubuh hingga telapak tangan/kaki, kadar bilirubin >15 mg/dL.
Selain warna kuning, bayi dengan ikterus mungkin juga menunjukkan gejala lain, seperti:
- Lesu atau kurang aktif
- Malas menyusu
- Rewel
- Urin berwarna gelap
- Feses berwarna pucat
Penyebab Ikterus Neonatorum
Ikterus neonatorum disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini antara lain:
- Fisiologis: Fungsi hati bayi belum matang sempurna untuk memproses bilirubin.
- Kurang Asupan ASI: ASI membantu membuang bilirubin melalui feses dan urin. Kurangnya asupan ASI dapat menyebabkan penumpukan bilirubin.
- Prematuritas: Bayi prematur memiliki fungsi hati yang lebih belum matang dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.
- Inkompatibilitas Golongan Darah: Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi dapat menyebabkan pemecahan sel darah merah yang berlebihan, sehingga meningkatkan kadar bilirubin.
- Penyebab Lain: Infeksi, gangguan pada saluran empedu, atau kelainan genetik tertentu.
Pengobatan Ikterus Neonatorum
Pengobatan ikterus neonatorum bertujuan untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan antara lain:
- Pemberian ASI/Susu Formula Sesering Mungkin: Memberikan ASI atau susu formula minimal 8-10 kali dalam 24 jam membantu membuang bilirubin melalui feses dan urin.
- Fototerapi (Terapi Sinar): Bayi ditempatkan di bawah sinar khusus yang membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.
- Transfusi Tukar: Pada kasus yang jarang terjadi dengan kadar bilirubin sangat tinggi, transfusi tukar mungkin diperlukan untuk mengganti darah bayi dengan darah donor.
Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (filtered sunlight) selama 15-20 menit juga dapat membantu menurunkan kadar bilirubin. Namun, hindari menjemur bayi di bawah sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan kulit terbakar.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa bayi ke dokter jika:
- Kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah kelahiran.
- Bayi tampak sangat kuning (seperti kunyit).
- Bayi lesu atau sulit dibangunkan.
- Bayi malas menyusu.
- Bayi mengalami demam.
- Kuning menyebar dengan cepat.
Pemeriksaan dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius akibat ikterus neonatorum, seperti kerusakan otak (kernikterus).
Pencegahan Ikterus Neonatorum
Meskipun tidak semua kasus ikterus neonatorum dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini:
- Berikan ASI Sesering Mungkin: ASI membantu membuang bilirubin dari tubuh bayi.
- Pantau Kondisi Bayi: Perhatikan warna kulit dan mata bayi secara teratur. Jika terlihat kuning, segera konsultasikan dengan dokter.
- Pemeriksaan Kehamilan Rutin: Pemeriksaan kehamilan rutin dapat membantu mendeteksi potensi masalah yang dapat meningkatkan risiko ikterus pada bayi.
Rekomendasi Medis di Halodoc
Jika memiliki kekhawatiran mengenai ikterus neonatorum pada bayi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan saran medis yang tepat dan membantu memantau kondisi bayi. Download Halodoc sekarang untuk mendapatkan akses mudah ke layanan kesehatan terpercaya.


